Home Profil Yusnar Yusuf Rangkuti, Ketum Al Washliyah: Qori Internasional

Yusnar Yusuf Rangkuti, Ketum Al Washliyah: Qori Internasional

Oleh Ismail Lutan

132
0
SHARE
Yusnar Yusuf Rangkuti, Ketum Al Washliyah: Qori Internasional

Keterangan Gambar : DR. H. Yusnar Yusuf  Rangkuti, M.Sc., Ph.D (foto dok pb al washliyah)

Ormas Islam terbesar dari Sumatera, Al Washliyah, yang lahir tahun 1930 di Medan, akan menyelenggarakan Muktamar ke-23 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 7-10 Juli 2026. Artikel ini menampilkan profil Ketua Umum periode 2012-2021, DR. H. Yusnar Yusuf  Rangkuti, M.Sc., Ph.D

Selama sembilan tahun DR. H. Yusnar Yusuf  Rangkuti, M.Sc., Ph.D duduk sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah. Bukan masa singkat untuk memimpin organisasi yang punya ratusan lembaga pendidikan dan jutaan anggota di seluruh Indonesia. Dan di periode itu, Yusnar, yang pernah menjabat sebagai Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, memilih satu jalan yang tak selalu ramai sorakan: jalan moderat.

Baca: Muslim Nasution, Ketum Alwashliyah Setengah Jalan: Memutus Mata Rantai Sekretariat Ruko

Memimpin Al Washliyah pada periode itu  bukan perkara mudah. Isu politik identitas, polarisasi, dan radikalisme menguji banyak ormas Islam. Di titik inilah wajah kepemimpinan Yusnar Yusuf terlihat jelas: tenang, dialogis, dan moderat.

Ia memilih untuk memperkuat peran Al Washliyah sebagai ormas pendidikan dan dakwah yang menyejukkan. Tak ada pernyataan keras yang memecah belah. Yang ada justru ajakan untuk merawat ukhuwah, bekerja sama dengan pemerintah, dan menjaga kerukunan umat beragama.

“Al Washliyah harus jadi rumah yang teduh. Tempat orang belajar Islam yang ramah, bukan Islam yang menakutkan,” ujarnya dalam satu kesempatan.

Di balik gaya yang kalem, Yusnar Yusuf melakukan kerja-kerja besar yang tak banyak terekspos kamera. Konsolidasi organisasi menjadi fokus utama. Data aset, tertib administrasi, dan pembinaan pimpinan wilayah dibenahi satu per satu.

Hasilnya terasa di sektor pendidikan. Ratusan madrasah, sekolah, dan perguruan tinggi di bawah Al Washliyah didorong untuk naik akreditasi dan meningkatkan mutu. Beberapa di antaranya kini menjadi rujukan di daerah masing-masing.

Kerja-kerja administratif ini mungkin tak viral, tapi ia yang membuat organisasi tetap berdiri kokoh ketika badai datang.

Qori Internasional

Yang unik dari Yusnar Yusuf adalah, jauh sebelum memimpin Al Washliyah (era 1976-1980-an)  dia sering menjuarai  musabaqah tilawatil qur’an (MTQ) tingkat nasional dan internasional. Sehingga dalam perjalanan karir selajutnya dia sacapkali  diminta menjadi juri MTQ yang diselenggarakan oleh Kementerioan Agama.

Bagi Yusnar, Al-Qur’an bukan hanya untuk dilombakan, tapi untuk dihidupkan dalam berorganisasi dan kehidupan sehari-hari.

Yusnar menyelesaikan pendidikan umum dan agama di Sumatera Utara. Master of Science (M.Sc.) di Institut Pertanian Bogor dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Ia juga menulis buku  “Prasangka Beragama”. Kiprah berorganisasi, selain Ketum Al Washliyah, Yusnar juga Ketua MUI priode 2015-2020. Dia juga merupakan salah seorang Wakil Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).

Perjalanan hidup Yusnar memang  unik, seperti benang panjang: melayani, tanpa perlu sorotan berlebihan. Dari panggung MTQ, ke ruang kelas IPB dan UKM, ke ruang birokrasi (Kemenag), lalu ke ruang rapat PB Al Washliyah.***