Home Edukasi Misbah Fikrianto: Sekolah Terbuka Bukan Sekadar Alternatif

Misbah Fikrianto: Sekolah Terbuka Bukan Sekadar Alternatif

Tapi juga solusi strategis yang fleksibel dan adaptif

74
0
SHARE
Misbah Fikrianto: Sekolah Terbuka Bukan Sekadar Alternatif

Jakarta, parahyangan-post.com- Ketua Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia Dr. Misbah Fikrianto, MM., M.Si. M.Pd.,  menegaskan keberadaan Sekolah Terbuka adalah jawaban nyata atas kesenjangan akses pendidikan yang masih terjadi di berbagai wilayah Tanah Air.

Ini disampaikan dalam webinar bertema: ”Sekolah Terbuka, Solusi Percepatan Pengentasan Anak Tidak Sekolah” Sabtu 23/5.

“Sekolah Terbuka bukan sekadar alternatif pendidikan, melainkan solusi strategis yang fleksibel dan adaptif,” ujar Misbah.

Webinar diselenggaran Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta PT Pembangunan Jaya Ancol. Diikuti seratusan peserta berasal dari seluruh Indonesia.

Lebih jauh Misbah mengatakan, sistem sekolah rakyat  memungkinkan anak-anak yang terputus sekolah, tinggal di daerah terpencil, atau memiliki keterbatasan waktu, tetap bisa menuntut ilmu dan menyelesaikan pendidikan dasarnya.

”Ini adalah bentuk kehadiran negara dan masyarakat agar tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal,” tambahnya.

Penerapan kebijakan pembelajaran jarak jauh yang tepat sasaran, lanjut Misbah,  menjadi kunci keberhasilan program Sekolah Rakyat.

“Kami terus berupaya menyempurnakan metode, materi, dan dukungan pendidik agar Sekolah Terbuka tidak hanya sekadar ada, tetapi juga menghasilkan lulusan yang cakap dan berdaya saing,” tambahnya lagi.

Selain Misbah, ikut memberikan materi Ketua Tim Kerja Pendidikan Layana Khusus Direktorat PKPLK, Kemendidasmen Budi Prinatoro, S.T. M.T.  VP Coparate Affairs Division  PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk.  Martua Hami Siregar  dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR. Kurniasih Mufidayati, S.Pd. M.Si.

Dipandu Koordinator SMP/SMA Terbuka Depok Suryamin, S.Pd,  sesi diskusi dalam webinar ini sangat menarik dan hangat. Peserta yang umumnya para pendidik sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Suryamin berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjawab tantangan kesenjangan pendidikan, di mana Sekolah Terbuka diposisikan sebagai alternatif yang efektif dan menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau.

”Dukungan penuh dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga masyarakat sipil, membuktikan bahwa pengentasan anak tidak sekolah adalah tanggung jawab bersama,” ujar Suryamin.***(pp/aboe)