Home Edukasi Syawalan Keluarga Besar SMA Muhi

Syawalan Keluarga Besar SMA Muhi

74
0
SHARE
Syawalan Keluarga Besar SMA Muhi

YOGYAKARTA -- Parahyangan Post -- Ahad, 8 Mei 2022 bertepatan dengan 7 Syawal 1443 H SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengadakan kegiatan syawalan. Tema syawalan tahun ini adalah “Merajut Silaturahmi Keluarga GTK Untuk Meningkatkan Etos Kerja di SMA Muh 1 Yogyakarta”.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan beserta keluarganya. Kegiatan syawalan ini dilaksanakan secara outdor di Halaman Hotel Griya Persada, Kaliurang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti wajib memakai masker dan menjaga jarak. Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan pembacaan ayat suci Al – Qur’an oleh Ustad Fauzi, S.S, M.Pd.

Kepala SMA Muhi Drs. H. Herynugroho, M.Pd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran guru dan tenaga kependidikan beserta keluarga. Beliau bersyukur pada Idul Fitri tahun 1443 H ini kondisi pandemi sudah terkendali dan bisa kembali diadakan syawalan keluarga besar SMA Muhi secara luring. Beliau juga melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 350 peserta.

Harapan beliau kegiatan ini bisa meningkatkan rasa kekeluargaan dan anggota keluarga dapat memahami serta mendukung ketugasan guru dan tenaga kependidikan yang sedang mengabdi di SMA Muhi. “Sesuai dengan tema syawalan saat ini, semoga kegiatan ini mampu meningkatkan etos kerja seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan dukungan penuh dari keluarga di rumah” pungkas beliau.

Kegiatan dilanjutkan dengan ikrar syawalan yang dipimpin oleh Ustad Tri Ismu Husnan Purwono, S.H, M.M. Setelah para peserta mengikuti ikrar syawalan, acara dilanjutkan dengan pengajian syawalan dengan menghadirkan Master Dongeng Nasional Bambang Bimo Suryono atau yang lebih dikenal sebagai Kak Bimo.

Kemampuan Kak Bimo untuk menirukan lebih dari 200 suara mampu membuat seluruh hadirin hanyut dalam alur dan pesan ceritanya. Disela – sela berceramah Kak Bimo juga membagikan berbagai doorprize kepada sekitar 40 anak yang hadir. Menurut Kak Bimo seorang muslim yang kembali kepada fitrah pada Hari Raya Idul Fitri akan memiliki sikap yaitu pertama, tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu islam, tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepada Allah SWT kita memohon.

Kedua, dalam kehidupan sehari-hari akan selalu berbuat dan berkata yang benar meskipun perkataan itu pahit. Ketiga, ia tetap berlaku sebagai abid, yaitu hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya. Seorang muslim yang kembali kepada fitrohnya selain sebagai abid (hamba Allah) yang bertakwa, ia juga akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi peduli kepada lingkungannya.

“Dengan memiliki kepekaan sosial yang tinggi itulah seorang guru dan tenaga kependidikan diharapkan akan mampu meningkatkan etos kerja dan profesionalisme sebagai seorang pendidik” pungkas beliau.

Setelah kegiatan pengajian bersama Kak Bimo selesai, sekitar pukul 10.30 WIB dilaksanakan acara ramah tamah. Namun sebelumnya, seluruh peserta terlebih dahulu bersalam salaman untuk saling memberi dan meminta maaf.

Setelah acara ramah tamah selesai, peserta kemudian berwisata bebas bersama keluarga di Suraloka Zoo. Mereka menikmati dinginnya lereng Gunung Merapi dengan mencoba berbagai wahana permainan dan menikmati aneka satwa serta tanaman hias yang ada di Suraloka Zoo. Kegiatan ini berakhir sekitar pukul 12.30 WIB ditutup dengan sholat Dzuhur berjamaah.

(Yusron AD/PP)