Home Agama No Camera on Blood: Etika Syiar Qurban di Era Media Sosial

No Camera on Blood: Etika Syiar Qurban di Era Media Sosial

Oleh: KH. Bachtiar Nasir | Pembina AQL Qurban Care

151
0
SHARE
No Camera on Blood: Etika Syiar Qurban di Era Media Sosial

Era digital membawa tantangan baru dalam beribadah, termasuk saat momen Idul Adha. Fenomena merekam dan mengunggah video penyembelihan hewan kurban ke media sosial telah menjadi pemandangan umum. 

Namun, di balik semangat syiar, ada etika penting yang sering dilanggar, terutama terkait visualisasi darah dan penderitaan hewan. Dalam perspektif adab kurban, ada batasan halus antara menyebarkan inspirasi dengan mengeksploitasi momen kematian makhluk hidup demi konten.

Syiar kurban sejatinya adalah tentang ketakwaan hati dan aksi sosial, bukan tentang visualisasi prosesi berdarah yang dapat menimbulkan rasa ngeri bagi sebagian orang. Menampilkan visual darah yang memancar atau hewan yang sedang meronta saat disembelih dapat memberikan citra negatif terhadap Islam, seolah-olah ibadah ini adalah ritual yang kejam. 

Padahal, syariat Islam justru sangat menekankan pada kerahasiaan dan ketenangan saat proses sembelih. Tidak semua hal yang sah secara hukum boleh dipertontonkan secara vulgar di ruang publik digital yang tanpa batas.

Oleh karena itu, kebijakan “No Camera on Blood” atau tidak menyorot bagian darah menjadi sangat relevan. Jika ingin berbagi momen kurban, fokuslah pada keceriaan para penerima manfaat atau kebersamaan warga saat bergotong royong. 

Hal ini lebih mendekati esensi kurban sebagai sarana tausi'ah atau melapangkan beban sesama. Menjaga adab kamera di tempat jagal adalah bentuk penghormatan kita terhadap hewan kurban dan juga kepada audiens luas yang memiliki tingkat sensitivitas berbeda. 

Mari jadikan media sosial sebagai alat untuk mengagungkan syiar dengan cara yang elegan, santun, dan tetap menjaga marwah ibadah itu sendiri. Kematian hewan kurban adalah pengingat akan pengorbanan Nabi Ibrahim as., bukan tontonan yang kehilangan rasa empati. 

Menghindari dokumentasi yang eksploitatif merupakan wujud ihsan dalam berdigital. Syiar yang berkualitas adalah yang mampu menggetarkan hati melalui pesan kedermawanan, bukan kegaduhan visual. Jaga privasi hewan, muliakan syariat, dan biarkan ketakwaan menjadi satu-satunya yang sampai kepada Allah.(Sumber:Al-Mufassal fi Ahkam al- Udhiyah, Bab 1:  Hikmah al- Masyruiyyah)

===========

-AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

-WA: 0857 1873 5254
-IG: @aql.qurbancare
-www.qurbancare.org