Home Disaster Refleksi dan Penguatan Strategi PRBBK dan Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Refleksi dan Penguatan Strategi PRBBK dan Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KN-PRBBK) XIV

749
0
SHARE
Refleksi dan Penguatan Strategi PRBBK dan Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia

JAKARTA [www.parahyangan-post.com] - Inisiatif-inisiatif aktif warga dan komunitas bermunculan dalam upaya-upaya penanganan pandemi COVID-19 maupun jenis bencana lainnya. Inisiatif berbasis komunitas ini dipandang sangat strategis dan memberikan solusi praktis dalam penanganan pandemi dan bencana di Indonesia.

MPBI mencatat kegiatan refleksi PRBBK di berbagai daerah telah dilakukan sebanyak 34 kali secara daring melalui webinar, FGD (diskusi kelompok terfokus), dan diskusi tematik. Kegiatan tersebut telah diikuti oleh lebih dari 2.000 orang, yang terdiri dari 558 perempuan dan 1.443 laki-laki.

Menindaklanjuti diskusi tentang pengembangan praktik baik, perluasan jejaring serta pembelajaran inisiatif masyarakat agar dapat dikelola dan terus bergerak untuk menghasilkan pengetahuan-pengetahuan baru secara sistematis, maka perlu dilakukan pertemuan secara kolektif melalui acara Konferensi Nasional Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KN-PRBBK) XIV 2021. KN-PRBBK akan dilakukan pada tanggal 20-24 September 2021 melalui daring agar dapat memberikan dampak yang lebih luas.

KN-PRBBK XIV 2021 sendiri memiliki empat tujuan strategis, yaitu; (1) Pendokumentasian pengetahuan dan praktik-praktik PRBBK di Indonesia, (2) Pemutakhiran pendekatan, pengetahuan dan praktikpraktik PRBBK di Indonesia, (3) Penguatan jejaring gerakan PRBBK di Indonesia (4) Pengembangan PRBBK sebagai strategi percepatan penanganan COVID-19, pemulihan ekonomi nasional dan membangun ketangguhan masyarakat. Konferensi ini diikuti oleh perwakilan masyarakat, LSM, LSM Internasional, pemerintah, pihak swasta, serta akademisi.

Lima unsur dalam masyarakat tersebut dikenal dengan konsep Pentahelix. Hasil dari KN-PRBBK XIV 2021 akan menjadi bahan untuk menyusun kertas posisi yang dihasilkan dari refleksi di daerah supaya merumuskan pendekatan yang lebih efektif untuk membangun ketangguhan bencana di tingkat masyarakat. “

Kami berharap PRBBK dapat terus berkembang, bersinergi, dengan upaya pemerintah dan unsur pentahelix lainnya dalam mengurangi risiko bencana. Konferensi ini menjadi bagian penting untuk menyatukan upaya tersebut dengan dukungan dari ribuan aktivis, sukarelawan, serta masyarakat yang memiliki perhatian khusus kepada sektor kebencanaan.” tegas Avianto Amri, Ketua Umum MPBI KNPRBBK XIV 2021.

Konferensi ini sebelumnya telah diawali dari kegiatan refleksi di setiap wilayah yang mewakili 20 provinsi dan 9 region pulau di Indonesia yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 8 Agustus – 15 September 2021. Hasil refleksi sudah menghasilkan temuan-temuan terkait dengan tata kelola kebijakan, implementasi PRBBK di masing-masing region,serta praktik baik dan buruk dari PRBBK.

Hasil temuan dan segala informasi tersebut sudah di publikasikan dan dapat diakses melalui link https://linktr.ee/kn.prbbk. Sidang Pleno KN-PRBBK XIV 2021 membentuk harapan untuk memperkuat gerakan PRBBK di Indonesia. Harapan tersebut termasuk untuk membentuk; (1) Tata Kelola PRBBK: Kebijakan Operasional, Mekanisme Pendanaan, dan Pelembagaan PRBBK; (2) Model Ketangguhan, Strategi Perluasan termasuk di dalamnya replikasi, modifikasi, inovasi, dan kolaborasi; (3) Monitoring. Evaluasi PRBBK di Indonesia: Kontrol Kualitas, Penguatan Gerakan/program PRBBK, serta Kemandirian dan Keberlanjutan.

Konferensi Nasional PRBBK XIV 2021 akan dilaksanakan selama sepekan dengan agenda-agenda pembukaan, berbagi temuan refleksi di wilayah, gelar wicara (Talkshow), 10 diskusi tematik, dan 6 Ignite Stage yang akan menampilkan para narasumber, penanggap dari komunitas, pemerintah, praktisi, organisasi/lembaga, dan akademisi yang akan berbagi pembelajaran tentang praktik baik PRBBK di Indonesia.

Saat ini pandemi COVID-19 tidak hanya memberikan dampak langsung pada sektor kesehatan masyarakat, namun juga memberikan dampak negatif terhadap sektor ekonomi masyarakat secara nasional. Pemerintah Indonesia sendiri telah membentuk Satuan Tugas COVID-19 dan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pemulihan kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat termasuk dalam upaya-upaya penanganan tersebut.

Untuk itu, upayaupaya aktif dari masyarakat dan komunitas perlu disinergiskan dengan upaya pemerintah agar beberapa kebijakan publik serta program penanganan yang dilakukan dapat mempercepat penanganan COVID-19 secara optimal.

Tentang KN-PRBBK XIV 2021:

MPBI bersama dengan lembaga-lembaga pemerhati kebencanaan dan didukung oleh lembaga kemanusiaan internasional telah menyelenggarakan Simposium PRBBK pertama pada tahun 2004. Setelah sempat terhenti selama 4 (empat) tahun, dengan pertimbangan perkembangan pandemik COVID 19 dan peran strategis komunitas dalam pengendalian dan percepatan penanganan COVID-19 saat ini, juga dinamika upaya-upaya pengurangan risiko bencana di tingkat tapak.

MPBI bekerja sama dengan para pihak menyelenggarakan KN-PRBBK XIV 2021 dengan tema “Refleksi dan Penguatan Strategi PRBBK dan Percepatan Penanganan COVID-19 di Indonesia”, di mana puncak acaranya akan dilaksanakan secara daring pada tanggal 20-24 September 2021.

Tentang MPBI:

Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) adalah suatu organisasi nirlaba sebagai tempat berhimpun orang perorangan, praktisi, ilmuwan dan pemerhati penanganan bencana dari sektor pemerintah, lembaga internasional, LSM nasional, para akademisi dan lainnya. MPBI adalah juga sarana penghubung bagi dan di antara organisasi-organisasi dan lembaga penanggulangan bencana (PB) di Indonesia. MPBI adalah anggota dari Humanitarian Country Team di Indonesia, Aliansi Pembangunan dan Kemanusiaan Indonesia (AP-KI), dan Asian Disaster Reduction and Response Network (ADRRN).

(rls/red/PP)