Home Seni Budaya Kartun Betawi Kudu Go Internasional Karya Putra Gara Angkat Semangat Budaya Betawi

Kartun Betawi Kudu Go Internasional Karya Putra Gara Angkat Semangat Budaya Betawi

111
0
SHARE
 Kartun Betawi Kudu Go Internasional Karya Putra Gara Angkat Semangat Budaya Betawi

Keterangan Gambar : Kartun berjudul “Betawi Kudu Go Internasional” karya Putra Gara, akan Tampil dalam pameran JAKARTUN, pada Juni mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta (sumber foto : ist/pp)

JAKARTA II Parahyangan Post— Semangat mendorong budaya Betawi menembus kancah global tercermin dalam karya kartun berjudul “Betawi Kudu Go Internasional” karya Putra Gara. Karya ini dijadwalkan tampil dalam pameran kartun JAKARTUN yang akan digelar pada Juni mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta.

Kartun tersebut berangkat dari pernyataan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, H. Yusuf, S.I.Kom, yang menekankan pentingnya seni dan budaya Betawi untuk berkembang hingga ke tingkat internasional. Menariknya, dalam karya tersebut H. Yusuf juga dihadirkan sebagai model visual dalam bentuk kartun, sehingga memperkuat keterkaitan antara gagasan dan representasi dalam karya.

Melalui pendekatan kartun, pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan global disampaikan secara ringan namun mengena. “Betawi kudu go internasional” menjadi seruan bahwa budaya lokal tidak hanya untuk dilestarikan, tetapi juga dipromosikan agar dikenal dunia.

Pameran JAKARTUN - Jakarta dalam kartun sendiri menjadi wadah bagi para kartunis untuk menyuarakan berbagai isu, termasuk kebudayaan dan dinamika kehidupan kota. Momentum HUT Jakarta dinilai tepat untuk mengangkat kembali identitas Betawi sebagai bagian penting dari wajah ibu kota.

Seiring pesatnya perkembangan Jakarta sebagai pusat kemajuan nasional, budaya Betawi diharapkan tidak tertinggal. Justru sebaliknya, ia harus mampu menjadi bagian dari arus global tanpa kehilangan jati dirinya.

Kehadiran karya “Betawi Kudu Go Internasional” pun menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari bagaimana budaya lokalnya tumbuh, berkembang, dan dikenal hingga mancanegara. - (rd/pp)