Home Disaster Wujudkan SPAB di Kota Depok, Baraya Care Gelar Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

Wujudkan SPAB di Kota Depok, Baraya Care Gelar Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

75
0
SHARE
Wujudkan SPAB di Kota Depok, Baraya Care Gelar Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

Keterangan Gambar : Sosialisasi & Simulasi Kesiapsiagaan Bencana, Untuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), dalam Rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 di Kota Depok

DEPOK II Parahyangan Post– Menyadari pentingnya keselamatan di lingkungan sekolah dari ancaman bencana, Baraya Care berkolaborasi dengan lembaga/komunitas kemanusiaan dan penanggualangan bencana menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana.

Adapun lembaga dan komunitas kemanusiaan dan penanggulangan bencana yang ikut bersinergi dan kolaborasi antara lain, Yayasan Kausa Resiliensi Indonesia (YKRI), Peduli Depok Bersatu (PDB), Habitat Humanity, Bagana Gerakan Rakyat, Anugerah Qalam Peduli (AQP), serta didukung oleh Squad Penanggulangan Bencana Indonesia.

Kegiatan dipusatkan di SMK Ganesha Kota Depok pada Rabu, 29 April 2026, diikuti oleh siswa-siswi dilingkungan Sekolah Ganseha beserta perwakilan dari masing-masing sekolah yang ada di wilayah Kota Depok.

Ketua Baraya Care Teuku R Arifin mengapresiasi dan merasa bersyukur bahwa kegiatan tersebut berjalan lancar.

Menurut Arifin, kegiatan ini bertujuan untuk membekali warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf kependidikan, dengan pengetahuan dan ketrampilan dalam menghadapi situasi darurat.

“Pentingnya melatih respon cepat dan tepat didalam situasi darurat, mengurangi kepanikan, mampu melakukan tindakan evakuasi mandiri, tahu teknik berlindung dan melakukan proses evakuasi ke lokasi aman dengan tertib dan teratur,”jelas Ketua Baraya Care.

Selain Ketua Baraya Care, hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Al Ahya, Firdaus Adjum, Kapten Cpl/Inf Edy Moerdoko selaku Wadanramil 03/Sukmajaya, Kodim 0508 Depok, Kepala Sekolah SMK Ganesha Depok, Pemerhati Pendidikan, Mulaydi Pranowo, Tim Fasilitator, serta masing-masing perwakilan dari lembaga/komunitas kemanusiaan dan kebencanaan yang ikut berkolaborasi.

Dalam sambutanya Wadanramil 03/Sukmajaya menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk melatih kesiapsiagaan bagi setiap siswa dalam menghadapi bencana. Selain itu,  Wadanramil juga berbagi pengetahuan saat bertugas menangani bencana, baik saat Tsunami Aceh, maupun penugasan lainya.

Sementara itu kepala Sekolah SMK Ganesha, menekankan bahwa sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang perlindungan yang aman bagi seluruh warganya.

Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki banyak fasilitas, SMK Ganseha memiliki karektersitik risiko, untuk itu intergrasi konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) memastikan bahwa peralatan dan warga sekolah, serta area kegiatan belajar mengajar yang berisiko, tetap dalam pengawasan standar keselamatan.

Nia Hakim dari Yayasan Kausa Resiliensi Indonesia (YKRI) selaku Fasilitator dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana di lingkungan satuan pendidikan ini.

Selain itu lanjut Nia, yang juga aktif dalam memfasilitasi pembentukan Forum PRB Kota Depok, bahwa kegiatan ini dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 yang jatuh setiap tanggal 26 April. Dipilihnya tanggal 26 April karena bertepatan dengan ditetapkannya UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Juga sekaligus dalam rangkan HUT Kota Depok ke 27, serta Hari Pendidikan Nasional (02 Mei).

"Kita tidak bisa memprediksi kapan bencana datang, tapi kita bisa menentukan seberapa siap kita menghadapinya. Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini, kami ingin memastikan setiap individu di SMK Ganesha khususnya, tahu apa yang harus dilakukan, ke mana harus berlari, dan bagaimana cara menolong sesama," ujarnya.

Sebagai landasan filosofinya, lanjut Nia, bahwa berdasarkan kajian dan hasil survey di Jepang (Great Hansin Earthquake/1995), bahwa 94.90% orang selamat saat terjadi bencana, karena evakuasi mandiri, untuk itu disinilah pentingnya kita membangun budaya sadar bencana dimulai dari diri kita sendir.

Sementara itu Tim Fasilitator berikutnya, W.Suratman dari Bagana Gerakan Rakyat menyampaikan, pentingnya setiap siswa dan kita semua untuk mengetahui aplikasi yang bisa digunakan sebagai sarana untuk kesiapsiagaan, serta tahu bagaimana dan kemana harus melapor saat disekitar kita terjadi bencana.

Di BNPB ada aplikasi InaRISK Personal, merupakan aplikasi yang berisikan informasi tingkat bahaya suatu wilayah dan dilengkapi dengan rekomendasi aksi untuk melakukan antisipasinya secara partisipatif.

“Kalau kita buka InaRISK Personal disini ancaman bahanya, berupa gempa bumi dan disitu ada juga panduan langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan. Aplikasi ini bisa di download melalui Google Play Store untuk di Android dan App Store untuk iOS, bisa juga melalui PC,”jelasnya.

Selain itu lanjutnya, untuk ditingkat nasional ada Contac Center 117 yang dikelola oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, untuk melayani laporan bencana dari seluruh wilayah Indonesia.

Sementara untuk ditingkat daerah ada Kontak Darurat (Call Center 112), saat ini sudah ada di 126 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Kota Depok. Layanan ini gratis bebas pulsa, beroperasi 24 jam, efektif untuk melaporkan kejadian bencana yang terjadi disekitar kita.

Kita juga mengenal Call Center 110 (Polisi), 113 (Pemadam Kebakaran) dan 119 (Ambulance/Medis). Disamping itu penting juga untuk selalu update informasi kebencanaan dari sumber-sumber resmi (BMKG, BNPB, BPBD, atau situs resmi pemerintah lainya).

Pelaksanaan Simulasi Kesiapsiagaan Menghadapi Gempa Bumi di Lingkungan Sekolah

Simulasi dalam kegiatan ini menggunakan skenario Gempa Bumi Tektonik Dangkal (sesar aktif) dengan magnitude 6,1 SR dengan kedalaman 20 km (dangkal, sehingga getaran dipermukaan terasa kuat dan keras) lokasi pusat gempa ; wilayah perbatasan Bogor – Sukabumi (sekitar 40 - 60 km dari pusat Kota Depok) dengan Skala MMI dirasakan : IV – V MMI.

Setelah masing-masing perwakilan siswa dari masing-masing sekolah dibentuk tim, mereka dibekali dan mendapatkan edukasi kebencanaan dari tim fasilitator, selanjutny tim tersebut mensosialisasikanya kepada teman-temanya dimasing-masing kelas yang telah ditentukan, apa yang harus dilakukan saat terjadi gempabumi.

"Tetap tenang, jangan panik, dan lindungi kepala", teriakan tersebut terus di-sampaikan oleh tim siswa yang tadi mensosialisasikan kepada teman-temanya, saat bunyi sirine sebagai tanda terjadinya gempabumi. Setelah gempa dirasakan reda, selanjutnya para siswa keluar ruangan kelas secara tertib menuju ke titik kumpul, untuk selanjutnya melaporkan dan pendataan.

Antusias dan semangat para siswa dalam mengikuti sosialisasi dan simulasi begitu terlihat, terik matahari yang menyengat, seolah tak diraskanya.

Banyak hal yang masih harus dipenuhi oleh pihak sekolah yang bersangkutan saat review akhir dari pelaksanaan simulasi tersebut, seperti belum adanya jalur evakuasi, belum terbentuknya tim siaga bencana di sekolah, serta masih belum adanya kepedulian dari para guru dan pemangku sekolah terhadap kesiapsiagaan bencana dilingkungan sekolah.

Menurut Mulyadi Pranowo selaku Pemerati Pendidikan, harapan kedepan melalui kegiatan yang berlangsung hari ini, baik untuk SMK Ganseha, maupun sekolah-sekolah se-Kota Depok yang telah mengirimkan perwakilanya ini, harus berkomitmen untuk terus melakukan simulasi evakuasi secara rutin, secara berkala.

Disela-sela kegiatan tersebut Mulyadi Pranowo juga mengaskan bahwa Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) adalah program strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, keamanan, dan keselamatan warga sekolah dari risiko bencana. Program ini menjadi landasan untuk membangun budaya siaga di lingkungan pendidikan. Penyelenggaraan SPAB didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019.

“Dengan adanya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga/komunitas kemanusiaan dan kebencanaan seperti ini, kedepan perlunya dinas terkait untuk ikut mendukung kegiatan seperti ini, sehingga diharapkan SMK Ganesha serta sekolah-sekolah yang telah mengirimkan perwakilanya menjadi pelopor sekolah tangguh bencana di-wilayah Kota Depok,”pungkas Mulyadi Pranowo, selaku Pemerhati Pendidikan. – (rd/pp)