Home Edukasi Mekatronika: Sebuah Stepping-stone yang Mengantarkan Wirawan Lingga untuk Berkarir di Jepang

Mekatronika: Sebuah Stepping-stone yang Mengantarkan Wirawan Lingga untuk Berkarir di Jepang

#Edukasi

64
0
SHARE
Mekatronika: Sebuah Stepping-stone yang Mengantarkan Wirawan Lingga untuk Berkarir di Jepang

Keterangan Gambar : Sosok Penulis Adalah Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB)

Ditulis oleh  : Firly Anandita dan Hasna Amalliya

Wirawan Lingga atau yang biasa disapa Wira adalah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berprestasi yang berhasil menyelesaikan studinya. Wira merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin sub jurusan Mekatronika angkatan 2017 di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB. Alasan Wira dalam mengambil jurusan ini karena memang sejak lama ia sangat tertarik dengan bidang robotika. 

Selaras dengan passion-nya di bidang mekatronika, Wira menjalani perkuliahannya dengan semangat dan menikmati setiap prosesnya. Dari berbagai mata kuliah yang ia ambil selama kuliah, ia memilah mana mata kuliah yang sekiranya menunjang masa depannya nanti seperti contohnya di bidang robotika. Menurutnya, akan lebih bagus kalau kita fokus ke hal yang diinginkan daripada membuang tenaga untuk sesuatu yang sekiranya tidak bisa menunjang masa depan kita. Akan tetapi, Wira tidak mengesampingkan hal-hal lain, ia tetap berusaha dan berdoa untuk mendapatkan hasil yang maksimal pula. Selama kuliah, Wira pernah menjalani part-time sebagai asisten dosen dan asisten laboratorium. 

Tidak hanya aktif di dalam kampus saja, Wira pun turut aktif dalam mengikuti berbagai perlombaan baik yang berkaitan dengan karya tulis maupun robotik. Selain itu, Wira juga aktif dalam kegiatan volunteer yaitu menjadi mentor OSKM 2018. Berbagai macam prestasi telah ia raih, salah satunya yaitu Indonesia Robot Contest Best Strategy Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2019. Ia bergabung dalam tim robotik selama dua tahun. Posisinya di tahun pertama masih sebagai staff dan ia belajar banyak dari timnya. Seiring berjalannya waktu, satu per satu anggota mulai tidak aktif dalam timnya, sehingga hal ini menyebabkan kinerja timnya menurun. Di tahap nasional, Wira dan timnya mulai semangat dan belajar dari kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan selama seleksi tahap regional. Usaha tidak mengkhianati hasil, Wira dan timnya mendapatkan juara 1 dalam kontes robot tahap nasional ini dan mendapatkan kesempatan untuk mewakili Indonesia di tahap internasional.  

Mengetahui bahwa dirinya unggul di bidang tulis-menulis, Wira tentunya tidak menyia-nyiakan potensi tersebut. Ia mengikuti lomba esai yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Menurutnya, untuk dapat menulis esai yang baik, kita harus berani dalam mengemukakan pendapat kita yang tentunya harus didukung dengan fakta yang ada. 

Wira turut aktif dalam berinovasi terkait dengan ide-ide kontemporer yang berhubungan dengan otomatisasi dan mekatronika. Wira telah menulis tiga publikasi di tengah penelitiannya, yaitu satu makalah internasional dan dua makalah nasional. Wira juga telah berafiliasi dengan banyak organisasi dan institusi yang berkaitan dengan teknik, sains, olahraga, musik, militer, dan budaya. 

Wira juga merupakan salah satu penerima beasiswa di Hiroshima University yang dibiayai oleh JASSO. Namun, keberangkatannya ke Jepang terhambat karena kasus pandemi COVID-19. Sempat timbul rasa kecewa, tetapi ia terus berjalan ke depan hingga ia mendapatkan kesempatan untuk bekerja di salah satu perusahaan Jepang. 

Berpartisipasi dalam berbagai kegiatan baik akademik maupun non-akademik, ia meyakini bahwa kunci dari semuanya yaitu cara kita mengatur waktu sebaik-baiknya. Menurutnya, untuk dapat mengatur waktu dengan baik, kita harus tahu apa yang ingin kita lakukan, apa yang ingin kita capai, sehingga dapat membantu kita untuk memilah hal-hal prioritas di samping hal yang tidak terlalu penting. Jangan sampai melewatkan kesempatan, dan gunakan sumber-sumber yang ada sebaik mungkin. 

Menurutnya, motivasi hanyalah sebagai pembuka, tetapi yang terpenting di sini ialah kedisiplinan dan konsistensi. Menjalani hari bersama teman-temannya membuat Wira tetap konsisten dalam belajar, melihat sekitar bahwa ia tidak berjalan sendirian, melainkan dikelilingi oleh lingkungan yang sangat suportif membantunya untuk terus tetap berjalan melangkah menggapai impiannya. 

The moment you start feeling clever is also when you will stop learning.” Wira berpesan, khususnya untuk para mahasiswa yang sedang berjuang, untuk tetap konsisten dan haus akan ilmu, karena jika kita merasa diri kita pintar, kita akan berhenti untuk belajar dan tidak berkembang sehingga motivasi bisa hilang. Incarlah kegagalan dari setiap proses, karena kegagalan dapat membuat Anda semakin belajar dan mengerti langkah apa yang harus Anda ambil untuk menuju proses kesuksesan itu. 

Profil Wirawan Lingga lebih lanjut dapat diakses melalui tautan berikut: 
Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCuqyqvb3egYXZ57mJyoG8cg 
Linkedin: https://www.linkedin.com/in/wirawanlingga/ 
I
nstagram: https://www.instagram.com/wiralee_/