Home Polkam Ketua MUI Bidang Ukhuwah Kecam Aksi Penembakan di Masjid San Diego

Ketua MUI Bidang Ukhuwah Kecam Aksi Penembakan di Masjid San Diego

Kejahatan Terhadap Kemanusiaan dan Nilai-Nilai Perdamaian

109
0
SHARE
Ketua MUI Bidang Ukhuwah Kecam Aksi Penembakan di Masjid San Diego

Keterangan Gambar : Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin (foto dok)

Jakarta, parahyangan-post.com-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Ukhuwah, Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, mengecam keras aksi penembakan brutal yang terjadi di Islamic Center of San Diego, California, yang menewaskan lima orang, termasuk tiga jamaah masjid dan dua pelaku yang kemudian bunuh diri. Ia menyebut insiden itu sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus sinyal bahaya atas meningkatnya Islamofobia global.

“Kejadian ini adalah bentuk nyata dari kejahatan kebencian yang harus dihentikan. Menyerang rumah ibadah adalah tindakan pengecut dan tidak manusiawi. Ini bukan hanya serangan terhadap umat Islam, tapi terhadap nilai-nilai perdamaian dan keberagaman,” tegas Ustaz Zaitun dalam pernyataannya kepada media, Rabu (20/5).

Ia juga menyampaikan belasungkawa dan solidaritas mendalam kepada komunitas Muslim San Diego dan seluruh umat Islam di Amerika Serikat.

> “Kami turut berduka sedalam-dalamnya atas wafatnya para syuhada dalam tragedi ini, termasuk petugas keamanan masjid yang menunjukkan keberanian luar biasa. Semoga Allah menerima mereka sebagai syahid fi sabilillah,” ungkapnya.

Ustaz Zaitun yang juga Ketua Umum Wahdah Islamiyah dan Ketua Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara menyoroti pentingnya kerja sama global untuk melawan narasi kebencian yang semakin marak di ruang publik dan digital.

> “Akar dari kejahatan ini adalah ujaran kebencian yang dibiarkan tumbuh, baik di dunia nyata maupun media digital. Kita perlu pendekatan strategis yang melibatkan pemerintah, ormas, tokoh lintas agama, dan media untuk membendung arus Islamofobia dan ekstremisme berbasis kebencian,” tambahnya.

Ia mengapresiasi langkah cepat otoritas AS dalam menangani kasus ini sebagai *hate crime*, serta menyerukan penegakan hukum yang tegas dan transparan.

> “Keadilan harus ditegakkan. Dunia tidak boleh lagi permisif terhadap kekerasan berbasis agama. Semua pihak harus bersatu melindungi rumah ibadah dan menjaga ketenangan beragama,” tutup Ustaz Zaitun.

Insiden penembakan tersebut terjadi pada Senin (18/5) sekitar pukul 11:45 waktu setempat. Tiga pria dewasa tewas, termasuk seorang petugas keamanan, sementara para pelaku — remaja berusia 17 dan 19 tahun — ditemukan meninggal akibat bunuh diri. Polisi menyita catatan bermuatan anti-Islam di dalam kendaraan mereka. FBI menyatakan penyelidikan atas motif kejahatan kebencian masih berlangsung.

Kompleks masjid sempat dikunci demi keamanan, termasuk Sekolah Al Rashid yang berada di lingkungan masjid. Seluruh siswa dipastikan selamat.***(pp/aboe/anw-rls)