Home Siaran Pers 30 Kartunis Indonesia Ramaikan INDONESIA HA HA HI HI 2026

30 Kartunis Indonesia Ramaikan INDONESIA HA HA HI HI 2026

Di Galeri Balai Budaya, Menteng Jakarta Pusat, 21-29 Juli

117
0
SHARE
30 Kartunis Indonesia Ramaikan INDONESIA HA HA HI HI 2026

Jakarta, parahyangan-post.com-Sebanyak 30 kartunis terbaik Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) akan menampilkan lebih dari 40 karya kartun dalam pameran "INDONESIA HA HA HI HI 2026" yang berlangsung di Balai Budaya Jakarta pada 21–29 Juli 2026. Mengusung semangat bahwa humor merupakan bahasa universal yang mampu menghibur sekaligus mengedukasi, pameran ini mengajak masyarakat menikmati kartun sebagai medium seni, kritik sosial, dan pendidikan karakter.
Pameran yang diselenggarakan melalui kolaborasi PAKARTI, KAMPOENG SEMAR, dan Balai Budaya Jakarta ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Selain menikmati puluhan karya kartun dari berbagai tema, pengunjung juga dapat mengikuti sejumlah sharing session bersama para kartunis yang akan membahas perkembangan seni kartun Indonesia, proses kreatif, hingga peran kartun dalam membangun literasi visual dan budaya kritis di tengah masyarakat.
Ketua Panitia, Jan Praba, mengatakan bahwa pameran ini lahir dari keyakinan bahwa kartun memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan-gagasan besar melalui bahasa visual yang sederhana dan mudah dipahami semua kalangan.
"Kartun adalah seni yang mampu membuat orang tertawa sekaligus berpikir. Dalam satu gambar, kartunis dapat menyampaikan kritik, harapan, bahkan solusi tanpa harus menggurui. Melalui INDONESIA HA HA HI HI 2026, kami ingin menghidupkan kembali ruang apresiasi terhadap kartun Indonesia sebagai bagian penting dari kebudayaan dan literasi publik. Kami berharap pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara seniman, pelajar, akademisi, keluarga, dan masyarakat luas untuk merayakan kreativitas sekaligus memperkuat semangat optimisme melalui humor."
Menurut Jan Praba, kehadiran para kartunis dari berbagai daerah juga menunjukkan bahwa seni kartun Indonesia terus berkembang dan memiliki daya hidup yang kuat di tengah perubahan media komunikasi yang semakin digital.
Pembina Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI), Komjen Pol. Prof. Dr. Chrysnanda Dwi Laksana, menilai kartun merupakan salah satu bentuk komunikasi publik yang efektif karena mampu menjembatani pesan-pesan sosial dengan pendekatan yang humanis.
"Humor yang cerdas merupakan bagian dari peradaban. Kartun mengajarkan masyarakat untuk melihat persoalan secara lebih jernih, tanpa kehilangan empati dan rasa kemanusiaan. Di balik kelucuan sebuah gambar sering kali tersimpan refleksi yang mendalam mengenai kehidupan sosial, hukum, budaya, hingga nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, kartun memiliki fungsi edukatif yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang kritis, berbudaya, dan berkarakter."
Ia berharap ruang-ruang apresiasi seperti ini terus berkembang sehingga kartun Indonesia semakin dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Mewakili Balai Budaya Jakarta, Syahnagra menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran ini sejalan dengan komitmen Balai Budaya Jakarta sebagai ruang publik yang terbuka bagi berbagai bentuk ekspresi seni.
"Balai Budaya Jakarta percaya bahwa seni harus dapat diakses oleh siapa pun. Kartun bukan sekadar hiburan, melainkan karya visual yang mampu merekam dinamika zaman, mengajak masyarakat berdialog, sekaligus memperkuat budaya literasi. Kami menyambut baik kolaborasi ini karena menghadirkan ruang pertemuan antara kreativitas, budaya, dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan menyenangkan."
Pameran INDONESIA HA HA HI HI 2026 akan dibuka secara resmi oleh Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo M.Sn., yang selama ini dikenal memiliki perhatian terhadap penguatan pendidikan melalui pendekatan budaya dan kreativitas.
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo menegaskan bahwa pendidikan karakter memerlukan berbagai pendekatan kreatif yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Pendidikan tidak hanya berlangsung melalui buku dan ruang kelas. Seni adalah media pembelajaran yang sangat efektif karena mampu menyentuh hati, membangun imajinasi, dan menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan. Kartun menghadirkan pesan moral tanpa kehilangan unsur kegembiraan. Karena itu, saya mengapresiasi terselenggaranya pameran ini sebagai bagian dari upaya membangun budaya belajar yang lebih kreatif, inklusif, dan membahagiakan. Semoga kegiatan ini menginspirasi lahirnya semakin banyak karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat karakter bangsa."
Selama delapan hari penyelenggaraan, pengunjung juga akan disuguhi berbagai sharing session, diskusi ringan, dan pertemuan langsung dengan para kartunis. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman lintas generasi sekaligus memperkenalkan profesi kartunis kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Pameran ini merupakan hasil kerja sama Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI), KAMPOENG SEMAR, dan Balai Budaya Jakarta, dengan dukungan media partner Erakini, ipol.id, dan WartaTrans. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara komunitas seni, institusi budaya, dan media memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem seni rupa Indonesia.
Panitia mengundang seluruh masyarakat untuk hadir menikmati karya-karya kartun terbaik Indonesia, berdialog langsung dengan para senimannya, serta merasakan bagaimana humor dapat menjadi jembatan bagi lahirnya optimisme, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Nama kartunis Indonesia yang ikut pameran antara lain: Aries Tanjung, Dhar Cedhar, Didie SW, Edi Dhaarma, Ernawan, Guz Wid, Gatot Eko Cahyono, Hery Sudars, Ibnu Thalhah, iFoed, Ika W Burhan, Imam Yuni, ITok Isdianto, Jan Praba, Jitet Koestana, Koesnan Hoesie, Munadi,
M. Nasir, Non_O, Nunk Bola, Pradaka, Qomar Sosa, Sabariman, Tyud, Thomdean, Wawan Bastian, Vicks Wadji, Zaenal Beta - Karaeng, Zul Fiqhri.***(PP/MUNADI)