Home Edukasi Rektor UIA: Transformasi Digital Jangan Hanya Dinikmati PT yang Telah Maju

Rektor UIA: Transformasi Digital Jangan Hanya Dinikmati PT yang Telah Maju

Disampaikan saat Pelantikan Pengurus  IPTPI DKI Jakarta-Banten

155
0
SHARE
Rektor UIA: Transformasi Digital Jangan Hanya Dinikmati PT yang Telah Maju

Keterangan Gambar : Rektor UIA Prof. Dr. H. Masduki Ahmad SH., MM, (kiri) Ketum IPTPI DKI Jakarta-Banten Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd.  (kanan) : foto aboe

Jakarta, parahyangan-post.com- Pelantikan tidak boleh dipahami sekadar sebagai kegiatan seremonial atau pergantian struktur kepengurusan. Tetapi merupakan awal pengabdian. Jabatan dalam organisasi profesi bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi tanggung jawab ilmiah, profesional, sosial, dan moral.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Islam As Syafi’iyah (UIA) Prof. Dr. H. Masduki Ahmad SH., MM, pada pelantikan Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd.  sebagai Ketua Umum Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) DKI Jakarta-Banten.

Pelantikan  Misbah sendiri dilakukan langsung oleh Ketua Umum IPTPI Pusat, Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. Berlangsung  di kampus 2  UIA, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12, Jakarta Timur, Sabtu (18/7/2026).

Pelantikan yang barengi Seminar Nasional bertema: ”Peran Teknologi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan" menjadi ruang perjumpaan gagasan, hasil penelitian, pengalaman praktis, dan berbagai alternatif pemecahan persoalan pendidikan. Sementara pelantikan pengurus merupakan momentum untuk meneguhkan amanah, tanggung jawab, dan komitmen organisasi.

”Kita hidup pada masa ketika perkembangan teknologi berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perubahan kurikulum, kebijakan, dan kesiapan sebagian lembaga pendidikan.

Kecerdasan artifisial, pembelajaran digital, analitik pembelajaran, realitas virtual, serta berbagai platform teknologi telah mengubah cara peserta didik memperoleh, mengolah, dan menggunakan pengetahuan,” ujar Masduki.

Namun, Masduki melanjutkan, di tengah kemajuan tersebut, kita harus menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya mengejar kecanggihan teknologi.

Teknologi hanyalah alat. Tujuan utama pendidikan tetaplah memanusiakan manusia, mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter, menumbuhkan daya kritis, serta menghadirkan keadilan dan kemanfaatan bagi seluruh peserta didik.

”Jangan sampai kecerdasan artifisial berkembang, tetapi kecerdasan, kejujuran, dan tanggung jawab manusia justru melemah.Jangan sampai teknologi mempercepat akses informasi, tetapi mengurangi kemampuan peserta didik untuk berpikir secara mandiri, membedakan kebenaran dari kepalsuan, dan mempertanggungjawabkan pengetahuan yang digunakannya,” tambahnya.

Jangan pula, lanjut Masduki,  transformasi digital hanya dinikmati oleh sekolah dan perguruan tinggi yang telah maju, sementara lembaga pendidikan di daerah tertinggal semakin jauh tertinggal.

”Di sinilah peran strategis IPTPI semakin diperlukan. IPTPI tidak boleh hanya menjadi perkumpulan para akademisi dan ahli teknologi pendidikan. IPTPI harus tampil sebagai rumah profesi, pusat pemikiran, penjaga mutu, penjaga etika, dan penggerak perubahan pendidikan Indonesia,” lengkapnya.

Sementara Ketua Umum IPTPI DKI Jakarta-Banten, yang baru dilantik Dr. Misbah Fikrianto  pengurus dan pemangku kepentingan membangun kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang semakin bermutu melalui pemanfaatan teknologi pendidikan.

https://parahyangan-post.com/berita/detail/misbah-fikrianto-dilantik-jadi-ketum-iptpi-dki-jakartabanten

"Teknologi Pendidikan bukan hanya sebagai sebuah keilmuan, tetapi juga praktik implementasi yang dapat dikaitkan dengan multidisiplin, multibidang, dan multitalenta sehingga mampu melahirkan talenta-talenta yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing kompetitif," ujar Misbah, yang juga Pembantu Rektor (Purek III) UIA Bidang Kemahasiswaan.***(pp/aboe)

Video Terkait: