Home Edukasi Cegah LGBT, BSMI Jakarta Berikan Pendidikan Seks kepada Santri

Cegah LGBT, BSMI Jakarta Berikan Pendidikan Seks kepada Santri

133
0
SHARE
Cegah LGBT, BSMI Jakarta Berikan Pendidikan Seks  kepada Santri

Keterangan Gambar : Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) adakan sosialisasi sex education kepada para santri di Pesantren Rumah Quran Umar Bin Khatab, Bogor, Jawa Barat, Ahad (14/08/2022) (Foto : ist/pp)

BOGOR - Parahyangan Post - Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi Jakarta mengajarkan pendidikan seks (sex education) kepada santri. Kegiatan edukasi tersebut diselenggarakan di Pesantren Rumah Quran Umar Bin Khattab Bogor, Jawa Barat, Ahad (14/8/2022). 

Humas BSMI Jakarta, Rizki Andita Noviar mengatakan dalam kegiatan penyuluhan ini disampaikan pengertian, dampak dan bahaya LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) serta cara pencegahannya dari sisi kesehatan dan keagamaan. 

Adanya LGBT tidak hanya bertentangan dengan nilai agama tapi juga bertentangan dengan peradaban dengan mengatasnamakan kebebasan, hal tersebut adalah permasalahan serius khususnya terhadap generasi selanjutnya. 

"Generasi muda nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. Maka, BSMI Jakarta ikut berperan mempersiapkan hal tersebut. Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, harapannya generasi muda terbebas dari lingkungan pergaulan yang salah,” papar Rizki saat ditemui di sela kegiatan. 

Sebanyak 136 santri putra dan putri hadir dalam kegiatan bertajuk BSMI Goes to School ini. Selama penyuluhan, para peserta cukup antusias mengikuti sejumlah materi yang diajarkan oleh instruktur. 

“Edukasi ini bisa menambah pengetahuan saya dalam hal mencegah perilaku LGBT,” tutur salah satu peserta saat ditanya kesannya mengikuti kegiatan. 


Selain penyuluhan bahaya dan dampak LGBT, BSMI Jakarta juga memberikan pelatihan cara pertolongan pertama atau disebut bantuan hidup dasar (lifesaver). Pelatihan ini bermanfaat untuk santri apabila bertemu kondisi darurat seperti orang pingsan, tersedak ataupun henti jantung, diharapkan santri dapat melakukan penanganan awal sebelum petugas kesehatan tiba di lokasi kejadian. 

“Kalau hal tersebut bisa dilakukan sambil menunggu datangnya ambulans dan tim medis, maka kemungkinan tertolongnya bisa lebih baik. Everyone can save a life,” ujar Rizki.

(ibr F/PP)