Home Edukasi Membangun Kesadaran Spritual Pelajar Muhammadiyah yang Holistik

Membangun Kesadaran Spritual Pelajar Muhammadiyah yang Holistik

Pembekalan ISMUBA SMA Muhi Yogyakarta :

151
0
SHARE
 Membangun Kesadaran Spritual Pelajar Muhammadiyah yang Holistik

YOGYAKARTA - Parahyangan Post - Pembekalan Ismuba kelas X SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta adalah agenda rutin tahunan bagi peserta didik baru kelas X yang bertujuan mengenal kehidupan islami sesuai manhaj Muhammadiyah di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari yaitu pada hari Senin-Selasa, 18-19 Juli 2022 bertempat di Grha As – Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.  Acara yang diikuti oleh 421 peserta didik baru tersebut mengambil tema “Membangun Kesadaran Spritual Pelajar Muhammadiyah yang Holistik”. Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dan diawali kegiatan tadarus pagi dipimpin oleh Fauzi, SS, M.Pd. 

Pada materi sesi pertama peserta diberikan materi tentang ibadah praktis meliputi wudhu, tayamum, dan sholat. Sesi ini dibersamai oleh Ghofar Ismail, M.A. Beliau merupakan Dosen Fakultas Agama Islam UMY. Dalam ceramahnya beliau menyampaikan keutamaan sholat dalam islam. Ada 9 keutamaan bagi seorang muslim yang selalu mengerjakan sholat lima waktu tepat pada waktu utamanya yaitu yaitu dicintai Allah, badannya selalu sehat, keberadaannya selalu dijaga malaikat, rumahnya diberkahi, wajahnya menampakkan jati diri orang shalih, hatinya dilunakkan Allah SWT, dipermudah saat akan menyeberang Shirath, dijauhkan dari api neraka, dan dimasukkan ke surga. “Untuk mencapai sholat yang berkualitas salah satu kuncinya adalah Thaharah kita harus benar dan sempurna. Sebagai kader Muhammadiyah kita harus beribadah sesuai dengan ketentuan dari tarjih Muhammadiyah” pungkas beliau.  

Sesi kedua diberikan materi motivasi belajar Al-Qur’an oleh Mahfud Khoirul Amin, S.IP., M.A dari UMY. Menurutnya Kitab suci Alquran merupakan pedoman hidup umat Islam. Alquran dinilai menjadi sumber segala Ilmu pengetahuan dan mengandung banyak keutamaan-keutamaan. Berbeda dengan kitab suci lainnya, Al-Quran merupakan kitab suci yang menghormati ilmu pengetahuan. Sebagaimana agama Islam juga menghormati ilmu pengetahuan.

Hal ini tidak ditemukan perbandingannya dengan kitab suci lainnya. Oleh karena itu, beliau mengajak peserta didik untuk senantiasa mencintai dan mempelajari Al-Qur’an. “Salah satu fadilah tersebut ialah pahala membaca Al Quran satu huruf dibalas dengan sepuluh kebaikan” pungkas beliau.  Materi ketiga adalah materi tentang adab terhadap orang tua, guru, dan teman. Pada sesi ketiga ini dibersamai oleh Muhammad Puji Kurniawan, M.M untuk peserta didik putra dan Dra. Siti Anisah Muhani untuk peserta didik putri. Pada kesempatan ini dijelaskan bahwa adab lebih tinggi daripada ilmu.

Ilmu atau kepintaran tidak ada artinya apabila seseorang tidak memiliki adab (etika). Ilmu menjadi berbahaya bagi pemiliknya dan orang lain karena tidak dihiasi akhlak yang terpuji. “Tujuan penanaman adab dalam kehidupan adalah melahirkan manusia yang seimbang. Selain manusia tersebut mempunyai kemampuan intelektual, ia juga memiliki kesadaran moral dan spiritual yang selalu membimbingnya dalam setiap aktivitas kehidupan” pungkas Muhammad Puji Kurniawan, M.M.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam sambutannya menekankan peserta didik harus kuat pondasi dalam keislaman dan kemuhammadiyahan. Peserta didik harus memiliki ilmu agama yang luas dan moderat. Cara pandang dalam beragama secara moderat yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan (pemahaman agama yang kaku) maupun ekstrem kiri (pemahaman agama yang liberal). “Kalian harus menjadi kader Islam dan kader Muhammadiyah yang berkemajuan. Islam yang berkemajuan cirinya selalu menyemaikan benih-benih kebenaran, kebaikan dan kedamaian, keadilan, kemaslahatan, kemakmuran, dan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh ummat manusia" pungkas beliau.

Setelah peserta didik selesai mendapatkan materi dari para pembicara, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman materi di kelas masing – masing. Kegiatan di kelas didampingi oleh guru ISMUBA dan peserta didik melaksanakan praktik wudhu dan sholat sesuai tuntunan Muhammadiyah. Sebelum kegiatan ini berakhir, pada hari kedua dilaksanakan kegiatan Heritage Trip. Kegiatan Heritage Trip bertujuan untuk mengenalkan tempat – tempat bersejarah Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Peserta mengelilingi beberapa tempat seperti Gedung Dakwah Muhammadiyah, Masjid Gedhe Kauman dan Kraton Yogyakarta.

(Yusron AD/PP)