Home Polkam Tujuh Belas Point Hasil Konsolidasi Nasional Rakyat Indonesia

Tujuh Belas Point Hasil Konsolidasi Nasional Rakyat Indonesia

Serukan Aksi Nasional, Sampai Rakyat Memperoleh Kemenangan Sejati Berdasarkan UUD 45

96
0
SHARE
Tujuh Belas Point  Hasil Konsolidasi Nasional Rakyat Indonesia

CIBUBUR - Parahyangan Post -- Konsolidasi  Nasional  Rakyat  Indonesia  (KNRI)  yang  diselenggarakan  pada  tanggal  10 sampai dengan 12 Mei 2022 telah berjalan meskipun dalam tekanan karena tidak diperkenankan menggunakan  gedung  petemuan  yang  sudah  dibayar  dari  gotong  royong  semua  peserta  yang berasal dari berbagai daerah. 

Semangat kebangkitan nasional 1908, sumpah pemuda 1928 dan proklamasi 1945 telah mendorong  kami  para  mahasiswa,  pelajar,  akademisi,  aktivis  98,  buruh,  petani,  guru  honorer, warga korban tambang, pegawai honorer, nelayan, kaum professional, emak-emak, para aktivis, para  advokat  dan  lain-lain  yang  tergabung  dalam  Komite  Rakyat  Lawan  Korupsi  Kolusi  dan Nepotisme   (KRL-KKN)   untuk   berinisiatif   menyelengarakan   Konsolidasi   Nasional   Rakyat Indonesia. 

Kami  semua  terpanggil  untuk  duduk  bersama  rakyat  karena  kondisi  saat  ini  telah menjauh dari tujuan kita bernegara. Sebab faktanya korupsi, kolusi, nepotisme merajalela terjadi dan  jalanya  pemerintahan  yang  dikendalikan  oleh  oligarki  yang  mneyuburkan  KKN,  merusak demokrasi, mengabaikan kepentingan rakyat banyak dan semakin menyengsarakan rakyat kecil dengan kenaikan harga yang mencekik kehidupan rakyat. 

Konsolidasi  Nasional  Rakyat  Indonesia  yang  diselenggarakan  di  kawasan  Cibubur  ini melalui  dinamika  sidang  komisi  yang  alot  bersepakat  telah  menghasilkan  keputusan  penting sebagai berikut : 

1.   Melawan praktik Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) dan melawan oligarki sampai rakyat Indoneisa menang serta mengembalikan jalanya  negara sesuai dengan tujuan bernegara yang telah termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. 

2.   Menuntut turunya harga-harga kebutuhan pokok rakyat seperti harga minyak goreng, gas, BBM, listrik, dan lain-lain serta memberikan hukuman yang tegas kepada para oligarki dan mafia yang mengambil keuntungan ditengah penderitaan rakyat. 

3.   Menuntut  para  penghianat  demokrasi  yang  mengakali  konstitusi   untuk  kepentingan memperpanjang  kekuasaan  melanggengkan  dominasi  oligarki  agar  diberikan  hukuman setegas-tegasnya. 

4.   Para  oligarki  dan  penghianat  republik  ini  segera  disingkirkan  dari  posisinya  sebagai pengendali  republik  ini  dan  diadili  seadil-adilnya  karena  telah  merugikan  negara  dan rakyat banyak. 

5.   Menuntut dibatalkannya semua produk undang-undang yang dibuat tidak mendengarkan aspirasi   rakyat   dan   dibuat   secara   ugal-ugalan   demi   kepentingan   oligarki   yang mengabaikan prosedur sebenarnya dalam penyusunan Undang-undang. 

6.   Menuntut   agar   berbagai   persoalan   di   daerah   terkait   status   kependudukan   segera diselesaikan sesuai hak-haknya sebagai warga negara yang dijamin oleh Konstitusi UUD 1945  dan  perundang-undangan  yang  berlaku.  Diantaranya  terkait  status  dan  legalitas masyarakat Mesuji Register 45 yang hingga saat ini ribuan penduduk   yang sudah hidup puluhan tahun di daerah tersebut dianggap sebagai penduduk illegal. 

7.   Menuntut  agar  ribuan  guru  dan  pegawai  honorer  betul-betul  diberikan  haknya  menjadi ASN   dan   menuntut   agar   rekrutmen   guru   dan   pegawai   honorer   dilakukan   secara transparan tidak berbau Korupsi Kolusi dan Nepotisme. 

8.   Menuntut  agar  menghentikan  peneriman  TKA  Tiongkok  ditengah  terus  bertambahnya jumlah pengangguran dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

9.   Menuntut   agar   pembangunan   infrastruktur   di   daerah   berorientasi   pada   kebutuhan masyarakat  setempat  dan  betul-betul  cepat  merespon  aspirasi  rakyat  didaerah  terkait infrastruktur jalan utama yang rusak, seperti di kota Siantar dan daerah lainya. 

10. Menuntut  agar  para  penjahat  pembakaran  ratusan  ribu  hektar  hutan  di  Riau,  Sumatera Selatan,  Kalimantan,  dan  lain-lain  agar  segera  diadili   seadil-adilnya  dan  memastikan bahwa keputusan hukum harus bebas dari praktik KKN. 

11. Menuntut   agar   rakyat   banyak   diberikan   akses   seluas-luasnya   untuk   mengenyam pendidikan tinggi dengan biaya  murah. 

12. Menuntut  agar  para  oligarki  batubara  yang  berbisnis  di  Area  Marunda  yang  debunya merusak sistem pernapasan warga Marunda segera dihentikan. 

13. Menuntut agar seluruh tindakan represi terhadap warga seperti yang terjadi di Wadas dan daerah tambang lainnya untuk segera dihentikan. 

14. Meyerukan  kepada  seluruh  komponen  bangsa  untuk  mengambil  sikap  patriotik  terlibat dengan  kesadaran  penuh  menata  ulang  politik  dan  ekonomi  Indonesia  yang  rusaknya sudah terlalu parah dan sistematis. 

15. Menyerukan  kepada  seluruh  mahasiswa,  pelajar,  aktivis  98  dan  lain-lain  dari  berbagai elemen  menyatakan  sikap  tegas  bahwa  saat  ini  telah  terjadi  penghianatan  terhadap reformasi  dan  akan  turun  aksi  dimulai  dari  tabur  bunga  duka  cita  di  tugu  reformasi Universitas Trisakti pada tanggal 13 Mei 2022. 

16. Menyerukan kepada seluruh elemen di daerah, khususnya di wilayah Jabodetabek untuk aksi menyuarakan aspirasi dari tanggal 13 - 17 Mei 2022 

17. Menyerukan kepada seluruh mahasiswa, pelajar, akademisi, para aktivis, buruh, petani, kaum professional, nelayan, emak-emak dan lain-lain seluruh komponen bangsa seluruh Indonesia  untuk  Aksi  Nasional  serentak  dalam  rangka  aksi  nasional  menyelamatkan negara  dari  kerusakan  dan  kehancuran  pada  tanggal  19  hingga  20  Mei  2022  dan seterusnya  sampai  benar-benar  rakyat  meperoleh  kemenangan  sejati  berdasarkan  UUD 1945. 


Hidup Mahasiswa !!! Hidup Pemuda !!! Hidup Pelajar !!!

Hidup Perempuan Yang Melawan !!! Hidup Rakyat !!!

Cibubur, 12 Mei 2022 

Konsolidasi Nasional Rakyat Indonesia KRL-KKN