Home Nusantara Sambut Ramadhan dengan bertaubat dari mengabaikan Al-Quran

Sambut Ramadhan dengan bertaubat dari mengabaikan Al-Quran

869
0
SHARE
Sambut Ramadhan dengan bertaubat dari mengabaikan Al-Quran

Keterangan Gambar : “Sambut Ramadhan dengan bertaubat dari mengabaikan Al-Qur’an,” ungkapnya dalam Forum Tokoh Muslimah Depok #31 Spesial Tarhib Ramadhan, Ramadhan Bulan Al-Qur’an, Petunjuk dan Solusi  Kehidupan, Sabtu, (14/2/ 2026) di Depok.

DEPOK II Parahyangan Post- Di hadapan sekitar 94 tokoh Muslimah Depok, Mubalighah Muda Kota Depok, Ustadzah Zulfa Ummu Raisa menegaskan, kita harus menyambut bulan Ramadhan dengan bertaubat dari mengabaikan Al-Qur’an. 

“Sambut Ramadhan dengan bertaubat dari mengabaikan Al-Qur’an,” ungkapnya dalam Forum Tokoh Muslimah Depok #31 Spesial Tarhib Ramadhan, Ramadhan Bulan Al-Qur’an, Petunjuk dan Solusi  Kehidupan, Sabtu, (14/2/ 2026) di Depok.

Pasalnya, menurutnya, ketika Al-Qur’an diabaikan, banyak sekali duka yang dirasakan seluruh kaum Muslim dan itulah suatu kelemahan umat Islam.

“Ramadhan adalah Syahru Al-Qur’an, namun, apakah kita benar-benar telah memuliakannya, atau justru kita adalah bagian dari mereka yang mengabaikannya?” tanyanya.

Jika dilihat ujarnya, ternyata Ramadhan kali ini, kaum Muslim berada di tengah darah dan air mata. “Ramadhan sudah di depan mata, namun duka belum hilang,” sebutnya.

Pasalnya, tegasnya, realitas yang terjadi genosida di Gaza, krisis kemanusiaan di Sudan, penindasan Muslim India, Xinjiang, bencana di negeri sendiri (Indonesia),” bebernya.

Penderitaan pun terus berlangsung dan tak kunjung usai.  “Mengapa doa kita belum terjawab? Mengapa penderitaan ini tak kunjung usai?” tanyanya.

Padahal, menurutnya, The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), mengungkapkan, total populasi Muslim dunia pada tahun 2025 mencapai 2,15 miliar jiwa, kekayaan alam melimpah dan banyak jutaan tentara gabungan. Kaum Muslim tidak kekurangan jumlah, kita menderita sindrom buih di lautan, pemimpin dunia Islam justru mendukung dominasi asing.

“Kok bisa?” tanyanya.

Ia pun menegaskan, itu semua bisa karena kaum Muslim telah mengabaikan Al-Qur’an. Rasulullah SAW berkata,”Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sebagai suatu yang diabaikan.

“Menurut Tafsir Ibnu Qoyyim, mengabaikan bukan hanya tidak membacanya, bahkan tingkatan paling fatal adalah tidak berhukum dengannya dalam perkara ushul (pokok) maupun furu’ (cabang),” tegasnya.

Ia pun menegaskan, semua itu menjadi konsekuensi fatal ketika berpaling dari Al-Qur’an akan Allah berikan penghidupan yang sempit dan akan dihimpun di hari kiamat dalam keadaan buta. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 124 yang artinya, “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” -- (Siti Aisyah/PP)