Home Ekbis Pemimpin Baru AFSI Siapkan Transformasi Menuju Hub Ekosistem Digital Halal Nasional

Pemimpin Baru AFSI Siapkan Transformasi Menuju Hub Ekosistem Digital Halal Nasional

51
0
SHARE
Pemimpin Baru AFSI Siapkan Transformasi Menuju Hub Ekosistem Digital Halal Nasional

Keterangan Gambar : Pergantian Ketua Umum AFSI dan Arah Kontribusi ke Depan Untuk Fintech Syariah, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) AFSI 2026 (Tahun Buku 2025) yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, Selasa (24/6).

JAKARTA  - Parahyangan Post Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) resmi menetapkan kepemimpinan baru periode 2026–2029 dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) AFSI 2026 (Tahun Buku 2025) yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, Selasa (24/6). Melalui proses pemilihan anggota, Muhamad Ismail (CEO, Zahir Internasional) terpilih sebagai Ketua Umum AFSI, sementara Ronald Yusuf Wijaya (Sharia Expansion Expert, Bybit Indonesia) dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas AFSI.

Pergantian kepemimpinan ini berlangsung di tengah besarnya peluang ekonomi digital dan ekonomi syariah Indonesia. Google dan Temasek memproyeksikan Indonesia tetap menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi digital mencapai USD 360 miliar pada 2030. Sementara itu, DinarStandard memperkirakan pasar fintech syariah Indonesia dapat mencapai USD 17 miliar pada 2029. Namun, di tengah peluang tersebut, industri masih menghadapi tantangan berupa penguatan literasi, percepatan inovasi, serta kebutuhan tata kelola yang semakin kuat untuk menjaga kepercayaan publik dan regulator.

Menjawab tantangan tersebut, Muhamad Ismail menargetkan transformasi AFSI menjadi hub ekosistem digital halal nasional yang menghubungkan pelaku industri, regulator, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan ekonomi syariah. Selain memperkuat kolaborasi ekosistem, AFSI juga akan mendorong pengembangan pusat literasi, riset, dan inovasi digital halal guna meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

"Kami ingin membawa AFSI menjadi hub ekosistem digital halal yang mampu menghubungkan inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan ekonomi syariah secara lebih luas. Ke depan, kami akan memperkuat peran AFSI sebagai pusat pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi anggota, masyarakat, dan pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Kami juga ingin memastikan bahwa inovasi keuangan digital dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha di sektor riil" ujar Muhamad Ismail.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengawas terpilih Ronald Yusuf Wijaya menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dan integritas industri sebagai fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Di tengah percepatan inovasi keuangan digital, industri tidak hanya membutuhkan pertumbuhan, tetapi juga ketahanan. Karena itu, Dewan Pengawas AFSI akan memperkuat fungsi pengawasan strategis dan membangun mekanisme early warning system untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko sejak dini. Sejalan dengan semangat transformasi sektor keuangan pasca UU P2SK, kami ingin memastikan fintech syariah Indonesia tumbuh secara sehat, terpercaya, dan berkelanjutan," ujar Ronald.

Melalui kepemimpinan baru ini, AFSI berkomitmen memperkuat sinergi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan industri sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi syariah nasional. - (rd/pp)