
Keterangan Gambar : Kolase foto aboe
Jakarta, parahyangan-post.com-Ketangguhan Republik Islam Iran dalam perang yang tidak seimbang melawan ’keroyokan’ Amerika-Israel bukan pada keunggulan sejata, tetapi kepada kekuatan kebudayaan Bangsa yang kuat. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia H.E. Mohammad Boroujerdi dalam diskusi Jumat Subuh Serikat Jurnalis Islam (SAJID) di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 26 Juni 2026.
“Apakah Anda mengira rudal Iran Hebat? Tidak. Rudal-rudal Amerika jauh lebih hebat. Apakah Anda mengira drone-drone Iran canggih? Tidak! Drone-drone Amerika-Israel lebih canggih. Apakah Anda mengira pesawat-pesawat Iran hebat? Tidak! Pesawat-pesawat Zionis Israel-Amerika lebih hebat. Tetapi mengapa kami bisa menang? Karena kami mempunyai kekuatan kebudayaan yang sangat kuat dan berakar,” ujar Boroujerdi, menjawab floor.
Diskusi yang dipandu langsung oleh Ketua Umum SAJID Ustad Bachtiar Nasir (UBN) dan disiarkan langsung melalui chanel UBN Newsroom, berlangsung hangat dengan pertanyaan-pertayaan yang silih berganti dari audiens.
Iran, lanjut Boroujerdi, memiliki ketangguhan luar biasa yang tidak bisa dikalahkan begitu saja oleh Amerika dan Israel.
”Kami sudah teruji. Sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979, kami tumbuh menjadi bangsa yang semakin kuat. Wanita-wanita Iran semakin banyak yang lulus universitas. Bahkan jumlah mahasiswa wanita lebih banyak dari pria. Embargo ekonomi yang dilakukan Amerika terhadap Iran tidak membuat kami lemah, tapi malah semakin kuat,” tambah Boroujerdi.
Yang lebih mengagumkan, Boroujerdi menambah, ketika perang meletus, para ekspatriat Iran di luar negeri berbondong-bondong kembali ke dalam negeri untuk membela bangsa. Jumalhnya lebih dari 1,5 juta orang
”Bahkan ketika Pulau Kharg diserang Amerika ribuan relawan ingin ke sana untuk mempertahankannya, tetapi sarana angkutan kami untuk membawa ke sana terbatas,” tambah Boroujerdi lagi.
Mengenai hubungan dengan Indonesia, Boroujerdi memuji peran pemerintah dan rakyat Indonesia dalam perang melawan Amerika-Israel. Dukungan moral rakyat Indonesia sangat besar dan antara Indonesia-Iran mempunyai sejarah persahabatan yang panjang.
Iran juga menawarkan kerjasama dan alih teknologi kepada Indonesia, terutama teknologi pertanian dan kedokteran.
Sementara itu Ketua Umum SAJID Ustad Bachtiar Nasir mengatakan kehadiran Dubes Iran untuk Indonesia, Borujerdi dalam Dialog Jumat Subuh merupakan suatu kebanggan. Karena para jurnalis mendapat informasi terbaru mengenai perang Teluk yang kini sedang dalam suasana gencatan senjata. Perundingan damai antara kedua belah pihak sedang berlangsung di Swiss. UBN berharap perundingan itu bisa menghasilkan yang terbaik, bukan saja bagi pihak yang bertikai tetapi juga bagi dunia. Karena perang di Selat Hormuz membuat dunia ikut menderita dan cemas.
Diskusi Jumat Subuh (Friday Morning Talk) merupakan salah satu program unggulan SAJID yang rutin digelar, dihadiri bukan saja oleh jurnalis tetapi juga praktisi dan masyarakat umum. Jumat sebelumnya menghadirkan pengamat Timur Tengah yang juga mantan wartawan Kompas, Musthafa Abdurrahman dan sebelumnya lagi CEO Drone Emprit, Ismail Fahmi. Pada diskusi kali ini juga hadir sejumlah praktisi dan intelektual Muslim, diantaranya Bambang Widjajanto (mantan komisioner KPK).***(pp/aboe)






LEAVE A REPLY