Keterangan Gambar : (Sumber : Tanatap Coffee/Ist/Tanatap Coffee/pp)
BANDUNG – Parahyangan-Post.com – Industri kopi spesialti (specialty coffee) di Indonesia tidak lagi sekadar adu gengsi rasa biji kopi, melainkan juga adu konsep ruang. Salah satu brand lokal yang sukses mendobrak pasar adalah Tanatap Coffee. Menghadirkan perpaduan berani antara arsitektur brutalis, ruang terbuka hijau, dan kultur kopi modern, Tanatap kini menjelma menjadi aesthetic hub favorit bagi kalangan muda.
Kedai kopi bersejarah di jalan paling bersejarah di Jl. Braga No.99 - 101, Braga, Kec.Sumur, Bandung, Jawa Barat dengan nuanasa lantai dasar bernuansa vinyl dan pencahayaan hangat, lantai atas bernuansa hutan hijau yang tenang. Merupakan cabang Tanatap Coffee pertama di Bandung.
Sejak awal Tanatap Coffee konsisten mengusung konsep artspace-café. Alih-alih mendesain ruangan dengan sekat konvensional, kafe ini memperlakukan setiap sudutnya seperti instalasi seni yang fungsional.
Oase Beton di Tengah Padatnya Kota
Salah satu ciri khas yang membuat Tanatap Coffee langsung viral di media sosial adalah kontras visual yang dihadirkannya. Dinding-dinding beton ekspos (exposed concrete) yang masif dan geometris dipadukan dengan lanskap hijau yang rimbun. Pengunjung tidak hanya datang untuk memesan secangkir latte, tetapi juga untuk menikmati pengalaman ruang.
"Kami ingin menciptakan ruang di mana arsitektur, alam, dan manusia bisa berinteraksi secara alami. Kopi adalah jembatan yang menyatukan ketiganya," ujar perwakilan manajemen Tanatap dalam sebuah kesempatan.
Ekspansi Tanatap juga terbilang agresif namun terkonseptualisasi dengan matang. Setelah sukses memicu tren di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan (Ampera), Tanatap Coffee melebarkan sayapnya ke kota-kota besar lain seperti Bekasi, Semarang, hingga Bandung. Menariknya, setiap cabang memiliki identitas arsitektur yang berbeda—mulai dari struktur tangga melingkar raksasa yang ikonis hingga permainan ruang bawah tanah (underground space) yang dramatis.
Menu yang Melengkapi Pengalaman
Meski arsitektur menjadi magnet utama, Tanatap Coffee tidak main-main dengan sajian mereka. Kafe ini menawarkan keseimbangan menu yang ramah untuk pencinta kopi kasual maupun penikmat kopi serius.
Kopi Susu Gula Aren & Pandan: Menjadi menu wajib bagi pengunjung yang menyukai rasa manis dan familier.
Manual Brew: Pilihan biji kopi pilihan untuk para coffee snob yang ingin menikmati proses penyeduhan yang presisi.
Artisan Pastry & Comfort Food: Mulai dari croissant hingga hidangan berat berselera lokal dan barat untuk menemani waktu nongkrong yang lama.
Ruang Kerja dan Komunitas
Di era Work from Anywhere (WFA), Tanatap Coffee menangkap peluang dengan menyediakan banyak area ramah laptop yang dilengkapi colokan listrik dan Wi-Fi cepat di area indoor-nya. Sementara itu, area outdoor bertingkat—yang sering kali menyerupai amfiteater mini—menjadi tempat favorit untuk berkumpulnya berbagai komunitas, mulai dari pencinta fotografi, arsitektur, hingga tren mode busana (outfit of the day).
Dengan konsistensi menjaga estetika visual dan kualitas sajian, Tanatap Coffee membuktikan bahwa sebuah kafe bisa melampaui fungsi utamanya. Ia tidak hanya menjual kafein, tetapi juga menjual atmosfer dan gaya hidup urban yang dinamis. (rd/pp)






LEAVE A REPLY