Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail `Alaihimas salam dalam Al-Qur'an surah As Syaffat ayat 99-107 mengajarkan satu prinsip besar: iman sejati diuji pada apa yang paling kita cintai.
Perjalanan ini dimulai dari hijrah hati. Nabi Ibrahim `Alaihis salam berkata, “Sesungguhnya aku akan pergi (menghadap) kepada Tuhanku. Dia akan memberiku petunjuk.” Ia meninggalkan segalanya demi Allah: keluarga, negeri, dan kenyamanan.
Inilah fondasi The Ibrahim Method: sebelum mampu melepas sesuatu, hati harus terlebih dahulu terikat kuat kepada-Nya. Allah kemudian mengaruniakan Ismail `Alaihis sal?m, anak yang lama dinanti dan sangat dicintai. Namun justru di situlah ujian datang. Ketika cinta telah tumbuh kuat, Allah memerintahkan untuk mengorbankannya.
Perintah itu datang melalui mimpi, sebuah isyarat. Tetapi bagi Ibrahim `Alaihis salam, itu sudah cukup untuk taat. Ia tidak bertanya “mengapa”, tidak menunda, dan tidak ragu. Dengan tenang ia menyampaikan kepada putranya, tanpa paksaan.
Dan jawaban Ismail menunjukkan hasil tarbiyah tauhid yang luar biasa, “, ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” Ini bukan sekadar ketaatan, tetapi kerelaan, adab, dan keyakinan penuh kepada Allah Subnahu wa Ta'laa.
Puncaknya ada pada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Falammaa aslamaa," yakni ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah). Di titik ini, ujian telah selesai.
Allah tidak membutuhkan darah atau pengorbanan fisik, tetapi hati yang sepenuhnya tunduk. Maka Ismail `Alaihis salam pun digantikan dengan sembelihan lain sebagai bentuk kemuliaan dari Allah.
Pelajaran utamanya: setiap kita punya “Ismail”, sesuatu yang paling kita cintai; harta, keluarga, jabatan, atau ambisi pribadi. The Ibrahim Method mengajarkan bahwa semua itu hanyalah titipan, bukan tujuan.Iman sejati adalah kesiapan untuk melepas apa pun, kapan pun, jika Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki dengan hati yang tenang, yakin, dan penuh rida.
Sumber: Al-Mufassal fi Akkam al-Udhiyah
=====================
AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas
Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.
WA: 0857 1873 5254
IG: @aql.qurbancare
www.qurbancare.org






LEAVE A REPLY