Home Edukasi PJMI-UIA Gelar Workshop ORMAWA GOES TO LIBRARY

PJMI-UIA Gelar Workshop ORMAWA GOES TO LIBRARY

Tekankan Peran Perpustakaan Dukung Akreditasi Prodi

90
0
SHARE
PJMI-UIA Gelar Workshop ORMAWA GOES TO LIBRARY

Keterangan Gambar : Suasana workshop, Ketua PJMI Ismail Lutan memberikan materi pada sesi ke-3 (kolase foto panitia)

Jakarta,  parahyangan-post.com-Persaudaraan Jurnalis Mahasiswa Indonesia (PJMI)- Universitas Islam As Syafiiyah (UIA)  menggelar Workshop “Ormawa Goes to Library”. Kegiatan dihadiri puluhan pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) dari berbagai kampus. Kegiatan yang dilaksanakan Jumat, 6/06/26 ini memfokuskan pembahasan pada sinergi Ormawa dengan unit penunjang akademik, khususnya perpustakaan, dalam peningkatan mutu akreditasi.

Acara yang berlangsung di Aula Utama UIA ini menghadirkan Kepala Perpustakaan UIA, Zubair Al Banjari M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Zubair menegaskan posisi strategis perpustakaan dalam proses akreditasi program studi.

“Akreditasi masing-masing prodi merupakan aspek penting yang didukung penuh oleh perpustakaan,” tegas Zubair. “Capaian akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan dosen, tetapi juga oleh ketersediaan koleksi, akses jurnal bereputasi, tingkat kunjungan, dan literasi informasi mahasiswa. Perpustakaan adalah jantung akademik yang memompa mutu prodi.”

Zubair menambahkan, setiap instrumen akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM)  maupun Badan Akreditasi Nasional -Perguruan Tinggi (BAN-PT) selalu mencantumkan komponen layanan perpustakaan. Mulai dari rasio koleksi per mahasiswa, ketersediaan e-resources, hingga pemanfaatan perpustakaan oleh sivitas akademika. Karena itu, Ormawa diharapkan menjadi mitra aktif dalam menggerakkan budaya literasi di kampus.

Sesi diskusi semakin hidup ketika Wakil Rektor III UIA Bidang Kemahasiswaan, Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., menyampaikan tiga penekanan penting kepada peserta, yakni pertama Mahasiswa mesti mengunjungi perpustakaan
Dr. Misbah menyoroti rendahnya intensitas kunjungan mahasiswa ke perpustakaan pasca digitalisasi. “Kampus sudah langganan banyak database jurnal. Tapi kalau mahasiswa tidak datang, tidak membaca, tidak diskusi di ruang perpustakaan, maka fasilitas itu mubazir. Aktivitas fisik ke perpustakaan membentuk atmosfer akademik,” ujarnya.

Yang kedua adalah Perpustakaan sebagai sumber ilmu. Menurut Misbah perpustakaan bukan sekadar tempat meminjam buku. “Ia adalah pusat sumber ilmu. Dari referensi skripsi, riset dosen, hingga pengayaan soft skill, semua berawal dari perpustakaan. Ormawa bisa membuat program bedah buku, pelatihan literasi digital, atau kelas sitasi bersama perpustakaan,” tambah Dr. Misbah.

Dan yang ketiga, menurut Misbah, Mahasiswa harus mempunyai kartu perpustakaan. Menurut Dr. Misbah, kartu perpustakaan adalah kunci akses. “Tanpa kartu, mahasiswa tidak tercatat dalam sistem kunjungan dan peminjaman. Data ini penting karena menjadi bukti dukung akreditasi. Target kita, seluruh mahasiswa aktif maksimal memiliki kartu perpustakaan,” jelasnya.

Sementara Ketua Umum PJMI Ismail Lutan menyebut workshop ini dirancang agar Ormawa tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial. “Ormawa Goes to Kampus ingin mendorong Ormawa melek data akreditasi. Kalau perpustakaan kuat, maka argumen kalian saat audiensi ke rektorat juga kuat,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara perwakilan Ormawa dengan pihak perpustakaan UIA. Isi komitmen mencakup gerakan 1000 kunjungan mahasiswa per bulan, pendataan anggota Ormawa yang belum punya kartu perpustakaan, dan kolaborasi pembuatan konten literasi di media sosial Ormawa.

Workshop yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh 32 Ormawa dari Jabodetabek. Peserta juga diajak tur fasilitas perpustakaan UIA, mulai dari ruang koleksi tercetak, akses e-journal, hingga makerspace literasi.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peringkat akreditasi prodi dapat terdongkrak sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan mahasiswa.***(SANIAH) 

 

Saniah adalah peserta WORKSHOP, Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIA