Oleh: Kang Thohir *)
KEBERKAHAN - Itu sebenarnya seperti menuangkan air jernih kepada tempat yang jernih. Eksistensinya adalah mengukur air yang semakin bertambah naik dengan murni, tetapi tak bisa keruh di akhir tetesan. Ia terus mengalir tanpa keruh, sehingga memberikan impact yang baik kepada lainnya. Maknanya adalah keberkahan itu berasal dari kebaikan yang dituangkan kepada orang lain, sehingga menjadikan kebaikan yang terbalas menjadi kebaikan pula.
Perspektif kita bahwa keberkahan itu diambil dari orang mulia bisa itu wasilah bukan untuk disembah atau melakukan berlebihan terhadapnya. Akan tetapi, menghormati itu perlu seperti menghormati guru, orang tua, atau wali. Itu salah satu kebaikan untuk mendapat keberkahan dan ridho darinya. Pada dasarnya keberkahan itu berasal dari Tuhan yang Maha Esa, yang diberikan kepada orang yang telah mendapatkan ridho-Nya atas kebaikannya. Semakin ia melakukan kebaikannya, maka semakin bertambah keberkahannya. Pada hakekatnya keberkahan itu maknanya adalah ziyadah (bertambah), yaitu bertambah rizkinya, umurnya, dipermudahkan urusannya, jodohnya, dan cita-citanya. Maka orang yang mendapat keberkahan itu orang yang mendapat keberuntungan dalam kehidupannya. Niscaya orang yang mendapat keberkahan adalah orang yang sholeh, taqwa, jujur, tawadhu', murah senyum, dan penolong. Maka ia mendapat keberkahan dari semua itu dari Tuhan yang Maha Esa.
Ada yang mengatakan kebenaran itu datangnya dari Allah, dan kesalahan itu datangnya dari kita sendiri atau saya. Itu artinya kebaikan itu suatu kebenaran secara hukum dan perilaku, sehingga kebaikan itu sesuai hukum kebeneran, yang telah ditetapkan oleh Tuhan kepada manusia melalui syariat. Bahwa kebaikan itu membawa keberkahan secara hakiki (sebenarnya, kenyataan yang ada). Maka kebaikan itu akan berbuah manis, yaitu mendapat keridhoan, keberkahan, kemuliaan, dan derajat yang luhur. Karena kebaikan itu berasal Tuhan, sehingga akan terjaga dari hal-hal buruk menerpanya, ia akan mendapatkan perlindungan, keberkahan, bantuan, dan kemudahan dari Tuhan yang Maha Esa.
Keberkahan itu sebagian hadiah dari Tuhan atas kejujuran, ketulusan, dan petunjuk dari kebenaran itu. Sehingga memberikan hal-hal positif dan kenyamanan untuk menjalani kehidupan secara tulus atau ikhlas atas kejujuran yang dilakukannya. Niscaya akan mendapatkan keberhasilan, pelajaran/hikmah serta kemudahan yang ia dapatkan atas usahanya. Maka banyak-banyaklah berbuat kebaikan supaya hidup kita mendapat keberkahan dari-Nya. (*)
-------------------------------------
Tentang Penulis :
Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.
Kini, aku sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat 'tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan).






LEAVE A REPLY