Home Opini PANDEKA KUSUK: Airmata Bawang

PANDEKA KUSUK: Airmata Bawang

Teks Ismail Lutan, Karikatur AI

87
0
SHARE
PANDEKA KUSUK: Airmata Bawang

Staf Khusus Komdigi Luruskan Pidato Presiden

Jakarta, parahyangan-post.com- Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Rudi Valinka, memberikan klarifikasi resmi, mengenai kutipan pidato Presiden Prabowo Subianto, tentang  pengupas bawang menerima upah sebesar Rp700 ribu per kilogram.

Melalui akun resminya di X, @kurawa, Rudi mengatakan, nominal fantastis yang terucap merupakan bentuk kekeliruan atau salah ucap (slip of the tongue) saat membacakan naskah pidato berdurasi panjang.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato yang menjadi viral itu adalah  "Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," 

Pernyataan mengenai upah Rp700 ribu per kilogram tersebut sontak menuai tanda tanya di kalangan publik, mengingat angka tersebut dinilai sangat  fantastis dan tidak mencerminkan realitas upah pekerja kasar pengupas bawang pada umumnya.

Rudi menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan penyebutan nominal tersebut. Ia menerangkan bahwa faktor durasi pidato yang berlangsung hampir dua jam memicu terjadinya salah ucap, di mana nominal riil yang dimaksudkan di dalam naskah adalah Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu.

"Ada 5 program besar keberhasilan pemerintah dalam kurun waktu kurang 2 tahun ini.. mohon maaf jika ada kesilafan Presiden saat membaca teks pidato selama hampir 2 jam... Yang dimaksud beliau adalah Rp. 700/kg yah," tulis Rudi dalam unggahannya.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman data di tengah masyarakat terkait gambaran upah buruh informal serta memperjelas konteks keberhasilan program bantuan sosial pemerintah yang tengah disosialisasikan.***(pp/aboe/sipers @kurawa)