
Keterangan Gambar : Ketua Majelis GAZA Drs. Diki Candra Purnama MM. (kolase foto aboe)
Jakarta, parahyangan-post.com--- Majelis Gerakan Akhir Zaman (GAZA) akan menggelar seminar spektakuler abad ini, dengan tema: BLUEPRINT & ROADMAP LANGIT 2026–2029 , Peta Jalan Indonesia & Dunia Berdasarkan Mubasyirat (Mimpi Benar dari Allah), di Asrama haji Pondok Gede, Rabu 10 Desember 2025, besok.
Ketua Majelis GAZA Drs. Diki Candra Purnama MM., menjelaskan seminar akan membahas peta jalan atau roadmap Indonesia dan dunia pada tahun 2026-2029 yang dikaji oleh tokoh-tokoh yang mumpuni di bidangnya. Diantaranya Prof. Dr. Nandan L. Kresna, M.M.,
”Kalau hanya melihat dari kaca mata politik atau kajian pakar, tentu sifatnya asumsi, praduga dan analis. Bukan blueprint yang bisa dipertanggungjawabkan seratus prosen kebenarannya. Maka perlu kaca mata (cara pandang) lain yakni memlalui mubasyirat,” tutur Diki kepada wartawan.
Untuk itu Diki mengajak seluruh umat, terutama politikus, pelaku ekonomi dan para pemimpin (stakeholder) menghadiri seminar, sehingga mendapat gambaran yang lebih konkrit mengenai peta jalan Indonesia dan dunia di masa datang.
”Roadmap ini penting diketahui agar para stakholder tidak salah mengambil kebijakan-kebijakan strategis dimasa depan,” ujarnya.
Dikatakan Diki, bencana alam besar yang melanda Indonesia dan dunia saat ini, gejolak global, perubahan geopolitik ekstrem, kebangkitan dari Timur, sebenarnya sudah disampaikan dalam mimpi-mimpi yang benar sebelumnya. Hanya saja masyarakat tidak mengetahui, sehingga gagap menghadapinya.
”Majelis GAZA sudah mengkaji itu dan kami ingin menyampaikan hasil kajian itu kepada masyarakat pada seminar ini,” tambah Diki.
Wangsit
Lebih jauh Diki menjelaskan seminar juga akan memaparkan tentang Wangsit Jayabaya dan Wangsit Siliwangi berdasarkan kajian yang ditulis oleh Setyiawan. Setgiawan adalah salah seorang anggota GAZA yang sangat paham mengenai hal itu.
Setiawan menulis kajian tersebut dalam bentuk buku berjudul: Wangsit Jayabaya Menunjuk keberadaan Satrio Piningit. Wangsit Siliwangi: "Mengungkap apa yang sedang dilakukan satrio piningit di tempat itu”
”Dari buku yang sedang disusun Setiawan, dijelaskan beberapa bukti atau argumentasi, bahwa wangsit itu ternyata bersumber dari petunjuk ilahi (ilham/ mimpi). Maka penafsiran wangsit2 itu harus disusun ulang dengan kaidah Islam,” ungka Diki.
Diki memberi sedikit bocoran tafsiran yang akan dipaparkan itu. Di dalam Serat Musarar yang digubah oleh Prabu Jayabaya dari Kadiri telah menyebutkan tentang datangnya Satriya Piningit Sang Ratu Adil.
Tentang tempat tinggal satrio piningit disebutkan “Prenahe iku kaki, Perak lan Gunung Perahu”. Terjemahan: “Tempatnya itu, anakku, di Perak dan Gunung Perahu”).
Tafsir ringkas: Wangsit ini memberi isyarat tentang keberadaan suatu tempat atau komunitas yang berfungsi untuk memurnikan tauhid, menyuarakan kebenaran, dan secara simbolik atau geografis berada di dekat gunung yang bentuknya menyerupai perahu.
”Banyak lagi tafsiran wangsit Jayabaya dan Siliwangi yang harus diketahui, sehingga umat bisa memahaminya dengan baik. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk menghadirinya. Ini adalah seminar paling spektakuler abad ini yang akan membuka tabir atau peta jalan di masa depan,” tutup Diki.***(pp/aboe)






LEAVE A REPLY