Home Agama KHUTBAH NABI SAW PADA SHALAT JUMAT PERTAMA DALAM ISLAM

KHUTBAH NABI SAW PADA SHALAT JUMAT PERTAMA DALAM ISLAM

252
0
SHARE
KHUTBAH NABI SAW PADA SHALAT JUMAT PERTAMA DALAM ISLAM

Keterangan Gambar : Ust.Irfan S Awwas (Foto : ist/pp)

Amma ba'du

Hari ini, Jum'at 1 April 2022 M, merupakan Jum'at terakhir sebelum kita memasuki 1 Ramadhan 1443 H, insya Allah esok hari Sabtu 2 April 2022. Disaat kita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, khatib mengajak para jamaah Jum'at untuk menyauh karunia Ilahy, dengan membacakan khotbah jum'at pertama dalam Islam yang disampaikan oleh Rasulullah Saw.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Shalat Jum'at, sebenarnya telah disyariatkan pada periode Makkah, sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Namun ketika itu belum bisa dilaksanakan karena jumlah umat Islam masih sedikit dan kerasnya intimidasi dari kaum kafir Quraisy di Makkah.

Shalat Jum'at pertama kali baru bisa dilaksanakan saat Nabi Muhammad bersama para sahabat dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Tepatnya pada pekan kedua bulan Rabiul Awwal atau pekan terakhir bulan September 622 Masehi.

Saat itu hari Senin, 8 Rabiul Awwal tahun 1 Hijriyah, setelah tiba di Quba, kira-kira 7 kilometer dari Madinah, Rasulullah Saw dan para sahabat sempat beristirahat selama 4 hari dan membangun sebuah masjid. Di hari ke lima, yakni Jum'at pagi, Rasulullah dan para sahabat meninggalkan Quba menuju Madinah.

Dalam perjalanan sejauh 3 kilometer dari Quba, tepatnya di Wadi Ranuna, Rasulullah dan para sahabat menunaikan Shalat Jum'at. Di sinilah Shalat Jum'at pertama kali dilaksanakan. Dan di tempat tersebut saat ini dibangun masjid dengan nama Masjid Jum'at.

Dalam Shalat Jum'at pertama kali itu Rasulullah SAW menyampaikan khotbah. Sang penghulu Rasul itu menyampaikan beberapa wasiat penting. 

Diawali dengan memuji kebesaran Allah dan menyanjung-Nya. Kemudian beliau menegaskan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur'an demi keselamatan manusia di dunia dan akhirat.

Selanjutnya Rasulullah SAW menekankan, sungguh beruntung orang yang telah memilih Islam dan meninggalkan kekufuran. Lalu berjihad untuk membela Islam.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Berikut ini Khotbah Jum'at pertama Rasulullah SAW seperti dikutip dari buku, Himpunan Wasiat Agung Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali, karya Miftahul Asror Malik.

"ALHAMDULILLAH, Segala puji bagi Allah Subhanahu wa taala. Aku memuji, meminta pertolongan, ampunan, dan petunjuk kepada-Nya. Aku beriman kepada-Nya dan tidak mengkufuri-Nya. Aku memusuhi orang yang mengkufuri-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad ialah hamba dan rasul-Nya. Dia mengutusnya dengan membawa petunjuk, cahaya, dan nasihat setelah lama tidak diutus rasul, ilmu yang sedikit, umat manusia yang tersesat, zaman terputus, sedangkan hari kiamat dan ajal semakin dekat.

Barang siapa yang taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah mendapatkan petunjuk. Dan barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah melampaui batas dan tersesat dengan kesesatan yang sangat jauh.

Aku berpesan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala. Itulah wasiat terbaik bagi seorang Muslim. Dan, seorang Muslim hendaknya selalu ingat akhirat dan menyeru kepada ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Berhati-hatilah terhadap yang diperingatkan Allah subhanahu wa taala. Sebab, itulah peringatan yang tiada tandingannya. Sesungguhnya ketakwaan kepada Allah yang dilaksanakan karena takut kepada-Nya, ia akan memperoleh pertolongan Allah atas segala urusan akhirat.

Barang siapa di antara kalian yang selalu memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah subhanahu wa taala, baik secara rahasia maupun di tengah keramaian, dan ia melakukan itu dengan niat tidak lain kecuali hanya mengharapkan ridha Allah, maka baginya kesuksesan di dunia dan tabungan pahala setelah mati. Yaitu, ketika di akhirat setiap orang membutuhkan balasan atas apa yang telah dia kerjakan di dunia.

Dan, jika ia tidak melakukan semua itu, pastilah ia berharap agar waktu hidupnya menjadi lebih panjang. Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dialah dzat yang firman-Nya benar dan menepati janji-Nya.

Allah Swt berfirman, yang artinya :

"Di hadapan-Ku tidak akan ada lagi ketetapan yang berubah-ubah. Aku sama sekali tidak akan berlaku zhalim kepada hamba-hamba-Ku." (QS Qaf (50) : 29)

Oleh karena itu, bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan sekarang maupun yang akan datang, dalam kerahasiaan maupun terang-terangan.

"Begitulah syari'at Allah yang telah diturunkan kepada kalian. Siapa saja yang taat kepada Allah dan bertauhid, semua dosanya dihapuskan dan pahalanya akan diperbanyak." (QS At-Talaq (65) : 5)

"... Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia memperoleh kemenangan yang sangat besar." (QS Al-Ahzab (33) : 71)

Sesungguhnya bertakwa kepada Allah dapat melindungi kalian dari kemarahan, hukuman, dan murka-Nya. Takwa kepada Allah bisa membuat wajah menjadi cerah, membuat Allah ridha, dan meninggikan derajat kalian. Ambillah bagian kalian dan jangan melalaikan hak Allah. 

Dia telah mengajarkan kepada kalian dalam kitab-Nya dan membentangkan jalan-Nya, untuk mengetahui siapa yang benar dan untuk mengetahui siapa yang dusta.

Maka, berbuat baiklah, sebagaimana Allah berbuat baik kepada kalian, dan musuhilah musuh-musuh-Nya.

"Berjihadlah kalian dengan sungguh-sungguh untuk membela Islam.  Allah akan menguji kalian. Allah tidak membuat syari'at agama yang memberatkan kalian.  Syari'at agama kalian itu  juga syari'at Ibrahim, nenek moyang kalian. Sejak semula Allah menamakan kalian  muslimin dalam kitab-kitab suci terdahulu dan dalam Al-Qur'an ini..." (QS Al-Hajj (22) : 78)

 "...Agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata, dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata...." (QS Al-Anfal [8]: 42).

Tiada daya upaya, kecuali hanya dengan kekuatan Allah. Karenanya, perbanyaklah mengingat Allah, dan beramallah untuk kehidupan setelah mati. Sesungguhnya orang yang membangun hubungan baik dengan Allah, maka Allah pun akan membuat baik hubungan orang itu dengan manusia lainnya.

Karena Allah Subhanahu wa taala memberikan ketetapan atas manusia, sedangkan manusia tidak dapat menentukan keputusan atas-Nya. Allah SWT memiliki apapun yang ada pada manusia, sedang manusia tidak bisa memiliki apapun yang ada pada-Nya. Allah SWT Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah Yang Maha Agung."

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Demikianlah isi khutbah Nabi Muhammad SAW sebagaimana disebutkan dalam Tarikh Thabari, Tafsir al-Qurthubi, Subul al-Huda wa ar-Rasyad, dan Al-Bayan al-Muhammadi karya Dr Musthafa Asy-Sya'kah.

Setelah menunaikan Sholat Jum'at pertama kali dan Khutbah Jum'at pertama kali, Rasulullah SAW bersama sahabat berangkat ke Madinah. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu bersama rombongan tiba di Madinah yang dulu bernama Yatsrib pada hari Senin, 16 Rabiul Awwal tahun 1 Hijriah, atau bertepatan 20 September 622 M.

Yogyakarta, 1 April 2022
IRFAN S. AWWAS