Tahun baru Imlek di Tiongkok, perhitungannya dalam kalender Lunar Tionghoa.
Tahun baru Lunar atau yang lebih dikenal dengan Imlek, yang artinya perhitungannya menggabungkan pergerakan bulan mengelilingi bumi dan posisi matahari ( Lunisolar). Setiap tahunnya kalender Lunisolar memiliki 12 bulan, dengan waktu setiap bulannya sekitar 29 atau 30 hari. Di tahun tertentu, kalender ini memiliki bulan tambahan (bulan kabisat) untuk menyesuaikan dengan pergerakan matahari.
Imlek biasanya jatuh antara Januari dan pertengahan Februari ( kalender Masehi ), bergantung pada fase bulan baru yang terjadi setelah titik balik matahari musim dingin.
Jadi, jatuhnya tanggal Imlek bisa berbeda setiap tahun di kalender Masehi. Tapi selalu berlangsung sama jatuhnya tanggal Imlek dalam kalender Lunar.
Di Tiongkok, selain kalender Lunar Tionghoa, ada juga sistem kalender Kongzili. Kalender Kongzili lebih dikenal adalah kalender Masehi. Kalender Masehi berbasis Matahari (solar), perhitungannya di dasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari. Tahun baru Kongzili selalu jatuh pada tanggal 1 Januari (sebagai hari pertama tahun baru dalam kalender Masehi). Kalender ini memiliki 365 hari dalam setahun, atau 366 pada tahun kabisat.
Kalender Lunar atau lebih dikenal Imlek, mempunyai peran penting dalam kehidupan dan perayaan yang mendalam di Tiongkok. Kalender Lunar digunakan untuk menentukan perayaan tradisional seperti Imlek, Festival Lampion, Festival, Qingming, Festival Pertengahan Musim Gugur. Pada umumnya orang Tiongkok menggunakan Kalender Lunar untuk perhitungan hari baik dalam Feng Shui atau acara penting lainnya.
Jadi, tahun baru Imlek dihitung berdasarkan peredaran Bulan mengelilingi Bumi (kalender Lunar) yang dipadukan dengan peredaran Bumi mengelilingi Matahari atau disebutnya kalender Lunisolar.
Naah, kalo dalam Tahun Hijriah, perhitungannya dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi (revolusi bulan), lebih dikenal sebagai sistem Kalender Komariah atau Lunar.
Dasar perhitungan Kalender Hijriah : Peredaran Bulan mengelilingi Bumi (Qomariyah). Pergantian hari dimulai saat Matahari terbenam ( waktu Maghrib). Penanda awal bulan, terlihatnya hilal atau bulan sabit.
(dikutip dari berbagai sumber )
***
Allah SWT ( Tuhan Yang Maha Pencipta ) berfirman dalam Al Qur'an:
• Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam, Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,
(surat Yaasiin, ayat: 37)
• dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
(surat Yaasiin, ayat: 38)
• Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
(surat Yaasiin, ayat:39)
• Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
(surat Yaasiin, ayat: 40)***






LEAVE A REPLY