
Keterangan Gambar : Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong menyampaikan komitmen Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation dalam membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan melalui kegiatan sukarelawan karyawan People of Purpose, di Balai Purnomo, Universitas Indonesia pada Kamis (02/07/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran direksi ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-37 Bank DBS Indonesia sekaligus wujud nyata komitmen perusahaan untuk menjadi Best Bank for a Better World dengan menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung kesiapan Indonesia menuju aging society.
[] Indonesia memasuki era ageing population dengan jumlah penduduk lanjut usia mencapai 11,97% dari total populasi pada 2025, yang menjadi tantangan baru untuk kesiapan finansial, kesehatan mental, serta kualitas hidup di masa tua.
[] Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation mengakselerasi komitmennya dalam mewujudkan active ageing bagi lansia melalui People of Purpose dengan melibatkan karyawan pada rangkaian kegiatan yang dikemas secara holistik mulai dari finansial, kreativitas, dan kebugaran.
[] Sepanjang 2025, lebih dari 3.300 karyawan Bank DBS Indonesia telah berpartisipasi dalam berbagai program People of Purpose dengan menyumbangkan lebih dari 54.800 jam sukarela dan menjangkau lebih dari 110.000 penerima manfaat.
JAKARTA - Parahyangan Post – Indonesia resmi memasuki ageing population seperti yang disebutkan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan jumlah penduduk lanjut usia mencapai 11,97% dari total populasi pada 2025 atau artinya, sekitar satu dari sepuluh penduduk kini berusia 60 tahun ke atas. Perubahan struktur demografi ini menandai babak baru bagi Indonesia, yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi masa tua dengan mandiri dan sejahtera.
Menyadari transisi populasi tersebut, Bank DBS Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra tepercaya bagi masyarakat dalam mempersiapkan masa depan dengan lebih inklusif dan berkelanjutan melalui pendekatan Impact Beyond Banking yang diselenggarakan oleh DBS Foundation. Salah satu wujud nyata pendekatan ini adalah rangkaian program People of Purpose (PoP), sebuah inisiatif yang mendorong karyawan untuk terlibat aktif dalam kegiatan sukarela dan berkontribusi langsung kepada masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan sosial, termasuk ageing society ini.
Sejalan dengan perayaan ulang tahun ke-37, Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation bersama Langit Biru Pertiwi menyelenggarakan People of Purpose: Together for the Golden Age di Balai Purnomo, Universitas Indonesia bersama ratusan lansia dengan usia 65-90 tahun. Partisipan dibagi dalam tiga kelompok yakni Bahagia, Sehat, dan Berdaya untuk melakukan rangkaian kegiatan dengan skema rotasi sehingga satu sama lain dapat saling berinteraksi, termasuk dengan karyawan Bank DBS Indonesia yang hadir sebagai relawan. Rangkaian aktivitas yang dilakukan mencakup literasi keuangan, pengembangan kreativitas, serta kegiatan fisik yang mendukung active and healthy ageing.
President Director PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong, mengatakan “Diperlukan kolaborasi multisektor untuk memastikan masyarakat dapat menghadapi masa tua dengan lebih siap dan sejahtera dengan ketahanan finansial yang baik. Sebagai bank yang bertujuan menciptakan dampak lebih dari sekedar layanan keuangan, kami percaya bahwa keberhasilan sebuah masyarakat tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonominya, tetapi juga dari bagaimana kita mempersiapkan setiap generasi menghadapi masa depan. Melalui our signature program People of Purpose dan kolaborasi bersama berbagai mitra, kami turut berkontribusi membangun masyarakat yang lebih Inklusif dan tangguh dalam menghadapi perubahan demografi.”
Bagaimana People of Purpose Dorong Active Ageing secara Holistik?
Sebagai program internal unggulan yang diselenggarakan sejak 2014, People of Purpose mengajak karyawan menjadi agen perubahan melalui kegiatan kerelawanan yang dapat menciptakan dampak sosial secara berkelanjutan. Dengan menjangkau beragam kelompok penerima manfaat lintas generasi, program ini menyelenggarakan inisiatif sosial dalam berbagai kegiatan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan literasi keuangan dan inklusi digital, hingga pemberdayaan komunitas.
Dalam penyelenggaraan People of Purpose kali ini yang berfokus mengatasi ageing society, partisipan lansia terlibat langsung dalam kegiatan yang dirancang untuk mendukung mereka menjalani masa tua, mulai dari literasi finansial, kreativitas, serta kebugaran. Seluruh aktivitas yang dilakukan menjadi upaya kolektif Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation bersama para mitra dalam mendorong terciptanya masyarakat lanjut usia yang sehat, aktif dan tetap produktif.
Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika, mengatakan, “People of Purpose merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation dalam mendukung masyarakat untuk siap menghadapi perubahan demografi. Karena, ageing population bukan hanya isu masa depan, melainkan realitas yang harus kita hadapi bersama. People of Purpose hari ini turut menandai pencapaian kami untuk terus terlibat aktif dalam mendukung para lansia menjalani masa tua secara aktif dan bermakna dengan ketahanan finansial yang baik.”
Bagaimana Cara Menjawab Tantangan Finansial, Mental, dan Fisik di Masa Pensiun?
Masyarakat lanjut usia kerap menghadapi berbagai tantangan serius saat lanjut usia dan memasuki masa pensiun. Sejalan dengan topik People of Purpose: Together for the Golden Age, para peserta lansia yang hadir mengikuti tiga sesi kegiatan yang membantu mereka menjawab tantangan pada masa pensiun.
Kelompok lansia harus mempersiapkan kebutuhan finansial yang semakin rentan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin marak. Kiat menjawab tantangan ini disampaikan dalam sesi edukasi finansial bertajuk Staying Safe from Scams in the Digital Era yang memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk penipuan digital, keamanan transaksi keuangan, serta pentingnya menjaga kemandirian finansial di masa pensiun.
Berkurangnya aktivitas profesional dan interaksi sosial sering kali meningkatkan risiko kesepian serta penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut. Sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan sosial lansia, para lansia mengikuti sesi Upcycled Plant Pot Workshop yang mendorong kreativitas sekaligus menjadi ruang interaksi sosial agar peserta tetap aktif dan produktif dalam menjalani kesehariannya.
Kesehatan fisik juga menjadi prioritas untuk mempertahankan kualitas hidup pada usia lanjut. Menyikapi hal tersebut, para peserta mengikuti sesi Grounding & Body Movement yang mengajak mereka untuk tetap aktif bergerak, menjaga kebugaran tubuh, terhubung dengan lingkungan sekitar, serta membangun jejaring sosial baru dengan sesama peserta.
Komitmen Bank DBS Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup lansia dimulai sejak 2025. Sepanjang tahun lalu, relawan Bank DBS Indonesia mengunjungi sejumlah panti werdha untuk mendampingi aktivitas sosial, mengadakan permainan interaktif dan sesi kebersamaan guna mengurangi rasa kesepian, serta menyalurkan paket makanan bergizi dan kebutuhan sehari-hari. Rangkaian kegiatan ini bertujuan mendukung kesehatan fisik dan mental para lansia sekaligus menghadirkan ruang interaksi sosial yang hangat agar mereka dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat dan bahagia.
Bagaimana Kerelawanan Karyawan Menghadirkan Dampak yang Lebih Luas untuk Masyarakat?
Sebagai upaya jangka panjang Bank DBS Indonesia, program People of Purpose diselenggarakan dengan keterlibatan langsung para karyawan dalam mengatasi berbagai isu sosial. Sepanjang 2025, terdapat lebih dari 3.300 karyawan atau sekitar 85% dari total tenaga kerja Bank DBS Indonesia ikut berpartisipasi dalam program ini. Secara keseluruhan, para karyawan menyumbangkan lebih dari 54.800 jam sukarela dan menjangkau lebih dari 110.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan 338 kegiatan sosial seperti literasi keuangan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pemberdayaan lansia.
Salah satu kontribusi terbesar program literasi keuangan berasal dari DBS Foundation Coding Camp, di mana lebih dari 2700 siswa sekolah menengah kejuruan dan universitas menerima pelatihan keterampilan non-teknis (soft skills) langsung dari 146 relawan Bank DBS Indonesia, melalui kemitraan kami dengan Dicoding. Relawan Bank DBS Indonesia memberikan pengalaman profesional dan keterampilan mengenai Komunikasi Efektif, Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset), dan Pencitraan Diri (Personal Branding), serta kesiapan memasuki dunia kerja. Selain itu, di program kolaborasi Bank DBS dengan Mahija Mobile School, 198 relawan memberikan literasi dasar dan edukasi keuangan kepada 118 anak-anak yang terpinggirkan di Duren Sawit dan Johar Baru, khususnya mereka yang berasal dari komunitas daur ulang.
Dalam aksi pemenuhan kebutuhan dasar, Bank DBS Indonesia bersama FoodCycle Indonesia berhasil menyelamatkan dan mendistribusikan lebih dari 44 ton makanan surplus kepada masyarakat rentan di wilayah Jabodetabek, sebagai upaya mengurangi pemborosan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, melalui kerja sama dengan Make-A-Wish Indonesia, Bank DBS Indonesia turut mewujudkan tiga Wish Days bagi anak-anak dengan penyakit kritis, menghadirkan momen penuh harapan dan kebahagiaan bagi mereka beserta keluarga.
Seluruh kegiatan dan inisiatif tersebut sejalan dengan aspirasi Best Bank for a Better World, dimana Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation memandang ageing population bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga peluang untuk membangun masyarakat yang lebih adaptif terhadap perubahan. - (rd/pp)






LEAVE A REPLY