Home Hukrim Direktur Jadi Saksi Aliran Dana Rp6 Triliun Teddy Tjokrosaputro di Pengadilan Tipikor

Direktur Jadi Saksi Aliran Dana Rp6 Triliun Teddy Tjokrosaputro di Pengadilan Tipikor

169
0
SHARE
Direktur Jadi Saksi Aliran Dana Rp6 Triliun Teddy Tjokrosaputro di Pengadilan Tipikor

JAKARTA -- Parahyangan Post -- Perputaran uang sebesar Rp 6 Triliun PT Fajarindah Megah Perkasa dipertanyakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Tipikor Jakarta Pusat. Awal bergabung di perusahaan tersebut Ardian Pratama Johan dalam kapasitas Saksi pun tak lepas menjadi pertanyaan JPU. Dalam perkara ini, Saksi disebut-sebut sebagai nominee (pinjam nama). 

Struktur kepengurusan perusahaan menurut Saksi dibawah kendali Benny Tjokrosaputro saat Teddy Tjokrosaputro menjadi Terdakwa dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Selain itu, Saksi juga di mintai keterangan tentang seputar PT Hokindo Mediatama termasuk tax amnesti di tahun 2016. 

Perusahaan yang di utarakan oleh Saksi dikatakannya terdapat di luar negeri yaitu di Hongkong. Aliran uang Rp 6 Triliun Ardian tidak mengetahui dengan pasti. Tetapi, yang diketahui hanya satu kali transaksi keuangan dari sejumlah uang tersebut. Alasannya, dia tidak menandatangani dalam kapasitas sebagai Direktur pada tahun 2015. 

" Yang saya tahu uang masuk dari PT Pajarindah beli PT Hokindo, saya tidak lihat soal putar-putar uang," kata Ardian, Kamis (20/5/2022). 

Lebih lanjut, jual beli saham pun diceritakan Saksi dihadapan majelis hakim PN Tipikor Jakarta Pusat. Kala itu, sidang tindak pidana korupsi dipimpin langsung oleh ketua majelis hakim IG Eko Purwanto dengan didampingi Toni Irfan, dan Teguh Santoso selaku hakim anggota.  

Kembali, dalam pengakuan Saksi bahwa dirinya sebagai nominee (pinjam nama) di perusahaan yang berperkara ini dengan alasan telah diberikan mandat. Ardian juga menyampaikan terkait tanda tangan, justru Saksi menjelaskan dilakukan oleh Benny Tjokrosaputro. Disela-sela itu, Teddy Tjokrosaputro pun menanggapi langsung bahwasanya dia tidak mengenal Saksi. 

" Saya tidak kenal saudara saksi dan saya tidak pernah berhubungan langsung dengan saksi," tegas Teddy Tjokrosaputro. 

Sementara, Zulkifli selaku JPU ingin mengetahui hubungan Saksi dengan Benny Tjokrosaputro pada PT Pajarindah Megah Megah Perkasa dan kala itu Ardian Pratama Johan menjabat sebagai Direktur. Kemudian, tugas-tugas utama Direktur pun dipertanyakan oleh JPU terhadap Saksi. 

" Kaitannya dengan siapa Pak Benny Tjokro Cokro, apa ada hubungannya di PT saudara?," tanya JPU. 

Pasar modal juga dibahas dalam persidangan tersebut. Peralihan perusahaan PT Pajarindah Megah Perkasa dan PT Hokindo Mediatama serta akuisisi perusahaan juga terungkap melalui keterangan Saksi. Sejumlah nama-nama saat rapat perusahaan pun dijelaskan termasuk kepemilikan saham.

(didi/pp)