Home Opini Childfree: Meragukan Takdir Allah SWT

Childfree: Meragukan Takdir Allah SWT

70
0
SHARE
Childfree: Meragukan Takdir Allah SWT

Oleh: Bella Lutfiyya, Mahasiswi Universitas Gunadarma

Belakangan ini masyarakat digemparkan dengan fenomena childfree. Apa itu childfree? Dikutip dari situs Wikipedia, childfree adalah sebuah keputusan atau pilihan hidup untuk tidak memiliki anak, baik anak kandung, anak tiri, maupun anak angkat. Penggunaan istilah childfree muncul di akhir abad 20 di Inggris.

Meskipun istilah tersebut sudah lama adanya, namun akhir-akhir ini masyarakat Indonesia mulai banyak membicarakan fenomena childfree setelah beberapa influencer dan publik figure mengutarakan di sosial media mengenai keputusannya untuk tidak memiliki anak.

Ada berbagai alasan orang-orang memilih childfree, di antaranya: Ekonomi, trauma, ketakutan tidak bisa mengurus dengan baik, mengganggu karier, over population dan lain sebagainya.

Memang benar, setiap manusia memiliki hak untuk memutuskan sendiri kehidupan yang dijalaninya. Selama hal tersebut tidak merugikan orang lain, keputusan childfree ini tentu saja dapat diterima. Namun, ada beberapa hal yang salah dari keputusan childfree ini, yaitu meragukan takdir Allah SWT.

Sudah menjadi kodrat manusia untuk berkeluarga dan memiliki keturunan. Anak adalah anugerah dari Allah SWT untuk setiap pasangan suami-istri. Lalu bagaimana dengan pasangan ataupun suatu individu yang memilih childfree? Dari berbagai alasan yang disampaikan, sebagian besar menyiratkan suatu ketakutan yang merujuk pada keraguan terhadap rencana Allah SWT dan tentu ini merupakan perilaku yang tidak baik.

Allah SWT telah menetapkan Qada dan Qadar setiap umatnya. Takdir hidup sudah ditetapkan dari ia masih dalam kandungan sampai meninggal nanti. Walaupun Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk merubah atau memilih jalannya sendiri, namun bagaimana hasilnya nanti tentu itu semua kehendak Allah SWT.

Misalnya, pasangan suami-istri berencana untuk childfree, ini merupakan keputusan yang diambil secara sadar dan telah dipikirkan secara matang, namun atas kehendak Allah SWT, ternyata pasangan tersebut dikaruniai anak beberapa tahun kemudian. Begitu pun sebaliknya, ada pasangan suami-istri yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak, segala cara telah dilakukan namun atas kehendak Allah SWT, mereka tidak dikaruniai buah hati dalam jangka waktu yang lama.

 “Tolong jangan sangkut-pautkan dengan agama”. Kalimat yang kerap kali ditemukan apabila menyangkut hal-hal duniawi saat ini. Kalau tidak dikaitkan dengan agama, lantas dengan apa selama ini kamu berpegang teguh? Apa sebenarnya kedudukan agama bagimu?

Agama terutama Islam lebih dari sekadar beribadah, tidak hanya perihal salat 5 waktu, puasa, mengaji dan sebagainya. Akan tetapi agama juga menyangkut perilaku, adab, pemikiran. Seorang Muslim dan Muslimah yang menerapkan dan berpegang teguh pada Islam, dengan izin Allah tidak akan berburuk sangka terhadap ketetapan Allah. Mereka akan senantiasa berserah diri dan bersyukur atas segala yang diberikan/dianugerahkan.

Sekali lagi, setiap manusia bebas berpendapat dan menentukan pilihan hidupnya sendiri. Namun, jangan sampai menentang atau berburuk sangka terhadap Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Bisa jadi apa yang kamu suka dan dambakan, itu bukanlah yang terbaik untukmu. Dan apa yang kamu benci dan hindari, ternyata itu adalah yang terbaik untukmu dari Tuhanmu.[]