Home Hukrim 6,17 Hektar Harta Warisan Liem Bok San di Gugat ke PN Tangerang

6,17 Hektar Harta Warisan Liem Bok San di Gugat ke PN Tangerang

49
0
SHARE
6,17 Hektar Harta Warisan Liem Bok San di Gugat ke PN Tangerang

TANGERANG [www.parahyangan-post.com] - Salah seorang ahli waris daftarkan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke Pengadilan Negeri Tangerang. Joel Tannos SH selaku kuasa dari Lim Ten Nyo alias Ten Nio mengatakan perkara perdata tersebut terkait harta peninggalan atau warisan milik ayah dan ibu mereka.  

Menurut Joel, kliennya Ten Nio (74) tak lain adalah anak nomor dua dari sembilan bersaudara pasangan dari Almarhum Liem Bok San dan Almarhumah Can Cuin Nio. Namun, kedelapan saudaranya kini tengah di Gugat oleh kliennya karena telah menggelapkan Girik. 

" Nyonya Lim Ten Nyo ini salah satu dari sembilan anak yang memiliki tanah di Cirarab Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang. Tanah ini adalah warisan atas nama Lim Bok San (ayah) dari sembilan anak ini. Tetapi, delapan diantaranya selain dari klien saya sudah menggelapkan tanah tersebut dan sudah terjual," jelas Joel, Kamis (9/9/2021). 

Liem Bok San yakni ayah dari sembilan orang ahli waris tersebut dikatakan Joel, semasa hidupnya memiliki tanah hak milik adat seluas 61.700 meter persegi atau 6,17 hektar. Lokasi tanah yang kini di Gugat itu terletak di Desa Cirarab Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. 

Adapun perincian tanah seluas 6,17 hektar di Tangerang itu tercatat Persil 46 dengan luas 14,350 m2. Kemudian, Persil 12b dengan luas 1,350 m2 dan 12c dengan luas 46.000 m2 sebagaimana tercantum didalam Girik Letter C Nomor 816 yang berada di Blok-004.

Dalam perkara ini, Lim Tin Nio Tergugat I, Lim Ten Nih Tergugat II, Lim Ong Lie Tergugat III, Lim Hen Nio Tergugat IV, Lim Ong Yan Tergugat V, Lim Ong Pit Tergugat VI, Lim Hong Cuh Tergugat VII, Lim A Ce Tergugat VIII dan Lim Ten Nyo selaku Penggugat di PN Tangerang. 

" Jual beli ini tidak normal. Sepengetahuan klien saya belakangan klien saya menyadari ada pembongkaran makam ayah ibunya. Kalau ada pembongkaran berarti tanah itu sudah dijual. Kalau dijual (tanah warisan) tanpa sepengetahuan klien saya berarti terjadi penggelapan harta peninggalan bapaknya," ungkapnya. 

Bahkan, perkara yang sedang berjalan di PN Tangerang, Lim Ten Nyo sebagai anak kedua dari sembilan bersaudara itu belum memperoleh pembagian atas harta warisan milik orang tuanya. Sementara, pihaknya juga mengharapkan kantor BPN Kabupaten Tangerang membatalkan permohonan sertifikat diatas tanah bermasalah ini. 

Selain kedelapan orang yang di Gugat, Joel Tannos menyampaikan Direktur PT Blessindo Inti Land yakni Rustono Fulia sebagai Turut Tergugat I. Lebih lanjut, dalam perkara ini disebutkan Kepala Desa Cirarab Turut Tergugat II. Demikian, Camat Legok selaku Turut Tergugat III dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Tangerang selaku Turut Tergugat IV. 

" Sudah jelas itu harus ada penyelesaian ganti rugi dari keluarga yang digugat ke delapan orang itu," ujar kuasa Lim Ten Nyo.

Agenda putusan sela mendatang, kuasa Penggugat meminta kepada tim majelis hakim PN Tangerang untuk mengajukan penetapan permohonan sita jaminan. Atas perkara ini, dia juga mengharapkan agar menghentikan semua kegiatan perataan tanah (cut and fill) dilokasi itu.

(didi/pp)