Home Siaran Pers Mendorong Partisipasi Masyarakat yang Inklusif dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Mendorong Partisipasi Masyarakat yang Inklusif dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Koalisi Masyarakat Sipil untuk GPDRR 2022

254
0
SHARE
 Mendorong Partisipasi Masyarakat yang Inklusif dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana

JAKARTA – Parahyangan Post -- Menyambut pelaksanaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali pada 23-28 Mei 2022 mendatang, Koalisi Masyarakat Sipil untuk GPDRR menyerukan pentingnya partisipasi kelompok-kelompok berisiko tinggi (high risk groups) seperti anak-anak dan orang muda, penyandang disabilitas, dan perempuan, untuk ambil bagian dalam upaya global pengurangan risiko bencana (PRB), menuju transformasi dari risiko ke resiliensi.

“Kami telah menyusun seruan aksi yang akan masuk ke dalam deklarasi formal kelompok organisasi masyarakat sipil untuk GPDRR,” ujar Hepi Rahmawati, Koordinator Regional Global Network of Civil Society Organisations for Disaster Reduction (GNDR) untuk Eropa, Asia Timur dan Tenggara, dan Pasifik. Di Indonesia, GNDR menjadi bagian dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk GPDRR.

Hepi menambahkan, seruan aksi tersebut hadir setelah melakukan serangkaian konsultasi yang menampung masukan dari organisasi-organisasi masyarakat sipil di Indonesia. Dari hasil konsultasi tersebut, organisasi masyarakat sipil di Indonesia mendorong empat hal. Yang pertama adalah adanya kemitraan komprehensif di tingkat lokal. Kedua yaitu penguatan tata kelola PRB berbasis pentahelix, yang melibatkan pemerintah pusat maupun daerah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, dan media massa. Selanjutnya ialah partisipasi kelompok-kelompok berisiko tinggi dalam PRB. Tak kalah penting adalah percepatan pemulihan dan integrasi solusi berbasiskan lanskap dan ekosistem, untuk melaksanakan pemulihan akibat bencana dan COVID-19.

Demi tercapainya seruan aksi tersebut, Koalisi turut menggarisbawahi pentingnya upaya-upaya PRB yang inklusif dan responsif gender. Hal ini selaras dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu ‘Tak satu orang pun ditinggalkan’ (Leave no one behind). Artinya, kelompok-kelompok berisiko tinggi perlu terlibat sejak di tingkat lokal.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di kawasan cincin api (ring of fire), Indonesia selaku tuan rumah GPDRR 2022 mempunyai banyak pengalaman dalam menghadapi situasi bencana. Dalam GPDRR 2022, lebih dari 80 organisasi masyarakat sipil dari seluruh Indonesia akan berbagi praktik baik, pembelajaran, dan memperkuat kolaborasi bersama.

Sementara itu, menurut Ketua Umum MPBI Avianto Amri, kunci untuk pelibatan bermakna adalah akses informasi yang inklusif dan sesuai dengan kelompok sasaran. Ia mencontohkan, anak-anak dan orang muda adalah generasi yang amat terhubung dengan akses informasi dan mahir menggunakan teknologi. Oleh karenanya, mereka memiliki potensi untuk turut memberikan inovasi dan solusi. Informasi yang akurat, mutakhir, mudah dipahami dan dapat diandalkan pun turut mendukung kepemimpinan dan keterlibatan perempuan dalam situasi bencana. Hal ini tak lepas dari upaya pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan pendampingan teknis sebagai bagian dari mobilisasi sumber daya, untuk menciptakan resiliensi yang berkelanjutan.

“Ketangguhan hanya dapat dibangun bersama, kerentanan muncul karena ada yang ditinggalkan,” pesan Avianto.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi: Avianto Amri, Ketua Umum, MPBI +628552106610 avianto.amri@gmail.com Puji Maharani, Komunikasi dan Media, MPBI +6281291100355 pujimaharani@outlook.com

Tentang Koalisi Masyarakat Sipil untuk GPDRR :
Koalisi Masyarakat Sipil Untuk GPDRR adalah upaya bersama untuk menggemakan dan memperluas pelibatan masyarakat di GPDRR 2022. Koalisi beranggotakan Asia Pacific Alliance for Disaster Management (APADM), DisasterChannel.co, Dompet Dhuafa, Global Network of Civil Society Organisations for Disaster Reduction (GNDR), Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), OXFAM, Platform Nasional Pengurangan Resiko Bencana Indonesia (Planas PRB), Preparedness for Disaster Toolkit (PREDIKT), Pujiono Centre, Resilience Development Initiative (RDI), SiagaBencana.com, U-Inspire Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum-Emergency Unit (YAKKUM-YEU), Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA)-ActionAid, Yayasan SHEEP Indonesia, dan Yayasan Skala Indonesia.

Berkaitan dengan upaya tersebut, Jejaring Forum PRB di 20 wilayah di Indonesia, Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK), Aliansi Pembangunan dan Kemanusian Indonesia (APKI), para Relawan Penanggulangan Bencana Indonesia, dan Masyarakat Sipil di G-20, bekerja sama dengan pemerintah, badan-badan PBB, lembaga donor, dan mitra internasional yang ada di Indonesia, membangun Rumah Resiliensi Indonesia di wahana GPDRR 2022 di Bali.

Tentang MPBI :
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) adalah organisasi nirlaba sebagai tempat berhimpun individu, praktisi, ilmuwan dan pemerhati penanganan bencana dari sektor pemerintah, lembaga internasional, LSM nasional, para akademisi dan lainnya. MPBI adalah anggota dari Humanitarian Country Team di Indonesia, Aliansi Pembangunan dan Kemanusiaan Indonesia (AP-KI), dan Asian Disaster Reduction and Response Network (ADRRN)

(Rd/rls/pp)

Link terkait (pdf) dapat di download disini : 
Siaran Pers : Koalisi Masyarakat Sipil untuk GPDRR 2022