Home Agama AMPHURI Keluarkan Pernyataan Terkait Penyelenggaran Umroh

AMPHURI Keluarkan Pernyataan Terkait Penyelenggaran Umroh

Kemenag dan Kemenhaj Saudi Bahas Teknis

333
0
SHARE
 AMPHURI Keluarkan Pernyataan Terkait Penyelenggaran Umroh

Kemenag dan Kemenhaj Saudi Bahas Teknis Umrah

AMPHURI Keluarkan Pernyataan

Jakarta, parahyangan-post.com- Arab Saudi telah mencabut suspend penerbangan dari Indonesia. Terhitung mulai 1 Desember 2021, warga Tanah Air bisa langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus transit ke negara ketiga.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief memastikan edaran yang diterbitkan otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 ini juga berlaku untuk penerbangan jemaah umrah.

Namun demikian, lanjut Hilman, bukan berarti keberangkatan jemaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021. Sebab, masih ada  proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

"Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umrah," ujar Hilman yang saat ini masih berada di Arab Saudi, Minggu (28/11/2021).

"Saya dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah dijadwalkan hari ini membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umrah bersama Kementerian Haji dan Umrah Saudi," sambungnya.

Hilman menjelaskan, pihaknya dalam pertemuan itu akan memaparkan kesiapan Indonesia dan skenario pemberangkatan jemaah umrah di masa pandemi. Skenario tersebut antara lain berkenaan dengan one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umrah di masa pandemi, serta lainnya.

"Dengan Kemenhaj Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci," jelas Hilman.

Dirjen PHU berharap skenario bersama ini bisa segera disepakati sehingga dapat menjadi panduan bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan juga jemaah umrah.

"Semoga jemaah umrah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci," harap Hilman.

Sementara itu Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI) mengeluarkan rilis terbaru terkait  masalah kesehatan. Ada 4 point penting yang disampaikan yaitu, dosis lengkap vaksin covid-19 menjadi syarat utama penerbitan visa umroh.

Kedua, Jamaah umroh dengan visa umroh yang divaksinasi dengan dosis vaksin yang disetujui pemerintah Arab Saudi diizinkan langsung memulai perjalanan umroh dan tidak perlu karantina.

Point ketiga, dilakukan karantina 3 hari  bagi jamaah umroh dengan visa umroh yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui WHO. Dan point yang keempat adalah Tes PCR setelah 48 jam dimulainya karantina. Jamaah bisa langsung umroh jika hasilnya negatif.*** (aboe/pp)