Home Hukrim WNA Mesir Jadi Korban Penjambretan Disertai Kekerasan di Pulo Gadung

WNA Mesir Jadi Korban Penjambretan Disertai Kekerasan di Pulo Gadung

Polisi Diharapkan Segera Ungkap Pelaku

118
0
SHARE
WNA Mesir Jadi Korban Penjambretan Disertai Kekerasan di Pulo Gadung

Keterangan Gambar : foto ilustrasi ai

Jakarta, parahyangan-post.com-Seorang warga negara Mesir yang berstatus sebagai mahasiswa menjadi korban dugaan penjambretan disertai kekerasan di Jalan Tenggiri, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 18.15–18.30 WIB.

Korban berinisial N (31) diduga dipukul pada bagian kepala oleh pelaku hingga helm yang dikenakannya terlepas dan jatuh. Pelaku kemudian mengambil telepon genggam korban berupa iPhone 16 dan melarikan diri.

Korban saat ini tengah mengupayakan pelaporan kepada pihak berwenang. Pihak yang mendampingi korban berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat segera bergerak, menelusuri rekaman CCTV dan informasi yang tersedia, serta menuntaskan pencarian terhadap pelaku.

Harapan tersebut juga disampaikan agar kasus yang menimpa warga negara asing ini tidak berhenti pada hilangnya barang, tetapi dapat diproses secara hukum, terlebih karena korban diduga mengalami kekerasan secara langsung.

Kejadian yang dialami mahasiswa asal Mesir tersebut juga mengingatkan pada pengalaman seorang mahasiswa berkewarganegaraan Malaysia yang berkuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang sebelumnya (2 minggu lalu) mengalami kejadian serupa di kawasan yang berdekatan.

Dalam kasus tersebut, telepon genggam korban sempat terlacak hingga kawasan Penggilingan. Namun, pencarian tidak dilanjutkan secara langsung karena korban mempertimbangkan faktor keselamatan setelah mengetahui lokasi perangkat berada di kawasan yang dinilai berisiko.

Berdasarkan sejumlah pengalaman dan informasi yang dihimpun dari warga sekitar
 TKP dalam sekitar dua tahun terakhir, kawasan tersebut disebut kerap menimbulkan kekhawatiran terkait aksi penjambretan dan perampasan. Namun, keterkaitan antara berbagai kejadian tersebut maupun identitas pelakunya belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan aparat kepolisian.

Karena itu, penanganan kasus terbaru ini diharapkan tidak hanya berfokus pada pengembalian barang milik korban, tetapi juga mengungkap pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa terhadap warga maupun warga negara asing yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Bantu

Masyarakat yang berada di sekitar Jalan Tenggiri, Pulo Gadung, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 18.15–18.30 WIB diharapkan dapat membantu apabila memiliki rekaman yang dapat mendukung penyelidikan. Rekaman yang dibutuhkan antara lain:

- CCTV rumah, toko, tempat usaha, atau lingkungan sekitar;
- rekaman dashcam kendaraan;
- informasi mengenai pergerakan pelaku; atau
- keterangan dari saksi yang melihat kejadian.

Informasi atau rekaman yang relevan diharapkan diserahkan kepada pihak kepolisian dan tidak disebarluaskan di media sosial agar tidak mengganggu proses penyelidikan serta tetap menjaga privasi korban.

Kasus ini diharapkan dapat segera menemukan titik terang dan pelaku dapat ditangkap serta diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.***(pp/rna/sp)