Home Opini PALANTA LENGKONG 4: Makelar Gelar

PALANTA LENGKONG 4: Makelar Gelar

Teks: Ismail Lutan, Karikatur Munadi

250
0
SHARE
PALANTA LENGKONG 4: Makelar Gelar

Djamari Chaniago Tolak Gelar Datuak

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengaku pernah menolak tawaran pemberian gelar Datuk Minangkabau setelah dilantik sebagai menteri.

"Begitu saya jadi Menko Polkam, datanglah yang namanya ketua adat dari Sumatera Barat, ke kantor saya, menawarkan kepada saya untuk dijadikan Datuk,” ujar Djamari, dikutip Kompas.com dari video yang beredar di media sosial, Selasa (10/3/2026).

Video tersebut sudah dikonfirmasi oleh Karo Humas Datin Kemenko Polkam, Kolonel Inf Honi Havana.

“(Itu saat Pak Djamari hadiri) giat di Sespim Polri,” kata Honi saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa. Baca juga: Mahfud MD Nilai Djamari Chaniago Representasi Prabowo di Bidang Polkam Kegiatan Sespim Polri tersebut berlangsung pada Senin (9/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Djamari pun mengaku heran karena sebelumnya tokoh adat tersebut tidak mengenalnya. Padahal, ia sudah lama menggunakan marga (suku) Chaniago yang merupakan salah satu suku di Minangkabau.

“Saya bilang, ‘saya orang Minang dari dulu, saya pasang nama Chaniago itu sejak Taruna saya pasang. Kenapa baru sekarang orang Minang kenal saya?’,” jelas dia. Djamari menyampaikan bahwa sindirannya itu justru membuat wajah sang ketua adat memerah. Djamari menuturkan, ia kemudian mempertanyakan makna dan manfaat gelar tersebut jika diberikan kepadanya.

Ia menanyakan keuntungan yang bisa diperoleh dirinya maupun masyarakat Minangkabau jika ia menerima gelar Datuk. Namun, menurutnya, pertanyaan itu tidak mendapat jawaban yang jelas. Selain itu, Djamari juga menyinggung ketua adat yang disebut pernah salah besar memilih Datuk dari seorang jenderal tapi malah terjerat narkoba.

“Kenapa salah? ‘Kamu melantik seorang Jenderal, Datuk, dan dia adalah biang keroknya narkoba. Jadi kamu akan persamakan saya dengan narkoba itu?' Diam dia,” tambah dia. Karena alasan tersebut, Djamari menegaskan memilih menolak tawaran gelar Datuk yang diajukan kepadanya. "Justru saya tanya sama Anda, gimana ceritanya Anda bisa melantik seseorang tanpa Anda tahu latar belakangnya, dia dilantik menjadi Datuk? Datuk adalah jabatan kehormatan dalam adat di Minangkabau. Bukankah Anda sendiri yang menghancurkan adat itu?" sambungnya.


Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/10/13444161/cerita-menko-polkam-djamari-tolak-disogok-gelar-datuk-marah-karena-tak.