Home Nusantara Manajemen BUMN Tertutup Dicurigai KKN

Manajemen BUMN Tertutup Dicurigai KKN

65
0
SHARE
Manajemen BUMN Tertutup Dicurigai KKN

JAKARTA (www.parahyangan-post.com) - KAHMI cerdas angkat tema  stratgis dan langka "Menakar Efktivitas PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) BUMN" khusus untuk kebijakan Coronavian. BPK menemukan kebocoran budget Pemulihan Ekonomi Nasional 2020 dan Urgensi melindung Data Pribadi, semoga expektasi ICW dapat merenovasi Ekonomi Nasional. 

Banyak PEN dari PNBN (Pendapatan Negara Bukan Pajak) dan kebocoran PEN pada BUMN BUMN, misal dari Penyalahgunaan budget PEN dan saya belom pernah menemukan PEN untuk bayar utang ditengah kesenjangan masyarakat miskin Coronavian. Budget PEN yang besar harus dikawal untuk prioritas kesehatan.

Karna Manajemen BUMN yang kurang transparan, akuntable, partisipatif berdampak rendah partisipasi masyarakat dan bisa mencurigai KKN.

Hal tersebut diungkap Egi Primayogha (Peneliti PEN ICW) bersama Panelis Dr Agung Firman Sampurna CSFA (Ketua BPK), Sri Mulyani Indrawati SE (Menkeu), Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh  (Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil) pada Seminar Virtual Kajian Reboan Lembaga Strategis KAHMI Nasional yang dilola Moderator Dr Lukman Malanuang bertema "Temuan BPK atas budget Pemulihan Ekonomi Nasional 2020 dan Urgensi Perlindungan Data Pribadi Dari Kebocoran " yang diselenggarakan KAHMI Nasional dengan Presidium Ir Ahmad Riza Patria yang juga Wagub DKI  Moderator Lukman Malanuang di KAHMI Center jalan Turi 1 Kebayoran Baru, Jakarta, (29/09/2021).

Selain itu hadir dalam kesempatan tersbeut, antara lain Manimbang Kahariady (Sekjen KAHMI Nas), Suzi Forhati, Faisal Jolong, Dwiki. Selanjutnya pada Rabo 6 Oktober 2021 siang akan dilanjutkan Seminar KAHMI " RUU BUMN : Reflexi kritis terhadap kedaulatan Ekonomi nasional " dengan Panelis Faisal Reza (Ketua Komisi 6 DPR), Tanri Abeng MBA (Meneg BUMN), Ukay Karyadi (KPPU), Faisal Basri SE (Ekonom), Dr Isnaeni Muallidin (Kebijakan Publik) Moderator Dr Lukman Malanuang.

(Mahdi/PP)