Home Agama Dubes UEA Gelar Buka Puasa Bersama Duta Besar Negara-Negara Arab di Jakarta

Dubes UEA Gelar Buka Puasa Bersama Duta Besar Negara-Negara Arab di Jakarta

Momentum memperkuat persatuan dan memperdalam dialog antarbangsa.

417
0
SHARE
Dubes UEA Gelar Buka Puasa Bersama Duta Besar Negara-Negara Arab di Jakarta

Jakarta, parahyangan-post.com-– Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste non-residence, Abdulla Salem Al Dhaheri, yang juga menjabat sebagai dewan duta besar negara-negara Arab di Indonesia, menyelenggarakan acara buka puasa bersama pada Senin, 23 Februari 2026.

Acara dihadiri oleh para duta besar negara-negara Arab serta sejumlah pejabat tinggi Indonesia, termasuk Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Agama Prof. Dr. Nasaruddin Umar, dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir. Turut hadir pula dua mantan Menteri Luar Negeri, masing-masing Alwi Shihab dan Retno Marsudi, serta Yenny Wahid, puteri mantan Presiden Abdurrahman Wahid. 

Dalam sambutannya, Dubes Abdulla Salem Al Dhaheri menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim. Ia menekankan bahwa Ramadan bukan hanya ritual ibadah, melainkan momentum untuk memperkuat persatuan dan memperdalam dialog antarbangsa. Ia berharap nilai kedermawanan yang menjadi akar budaya di Emirat maupun Indonesia dapat terus terpancar melalui kolaborasi nyata di berbagai bidang.

Acara tersebut juga menjadi ajang penyambutan bagi tiga duta besar baru yang memulai misi diplomatik mereka di Indonesia, yakni Duta Besar Palestina Abdulfatah Al Satri, Duta Besar Lebanon Salam Al Ashqar, dan Duta Besar Qatar Dr. Sultan Mubark Al Dosari. Kehadiran mereka menandai babak baru dalam hubungan diplomatik multilateral, dengan Indonesia berperan sebagai tuan rumah yang inklusif bagi perwakilan negara sahabat.

Dalam pidatonya, Dubes UEA memberikan apresiasi tinggi kepada Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan kearifan, moderasi, dan kekayaan budaya luar biasa. Indonesia disebut sebagai mitra tepercaya sekaligus bridge-builder antarnegara yang konsisten menyuarakan dialog dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, menjalankan misi diplomatik di Indonesia adalah kesempatan unik untuk berinteraksi dengan masyarakat yang dikenal ramah dan terbuka.

Lebih lanjut, Dubes Al Dhaheri menegaskan komitmen UEA untuk terus mendukung Indonesia dalam mencapai tujuan bersama. Hubungan bilateral yang kian erat di berbagai sektor diharapkan mampu membuka cakrawala kerja sama baru, terutama dalam menghadapi tantangan global. Diplomasi yang kuat diyakini menjadi kunci memperdalam pemahaman timbal balik dan memperkokoh stabilitas regional maupun internasional.

Sebagai penutup, Dubes UEA menyoroti pentingnya aksi kemanusiaan sebagai pilar utama kebijakan luar negeri negaranya. Berpedoman pada visi kepemimpinan Yang Mulia Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, UEA terus menempatkan bantuan kemanusiaan sebagai inti interaksi global. Salah satu inisiatif terbaru adalah kampanye “Edge of Life” yang menargetkan penyelamatan lima juta anak dari ancaman kelaparan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas global bukan sekadar retorika, melainkan aksi konkret yang menyentuh kehidupan masyarakat dunia.***(pp/aboe/siper-nr)