Home Agama Rahmat J Kardi: Persatuan Islam Suatu Keniscayaan

Rahmat J Kardi: Persatuan Islam Suatu Keniscayaan

Program al-Mustafa Internasional University,

150
0
SHARE
 Rahmat J Kardi: Persatuan Islam Suatu Keniscayaan

JAKARTA -- Parahyangan Post  -- Dewan Syuro Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII), Rahmat J Kardi berkesempatan mengikuti Program short course islamic studies Almustafa Internasional University (MIU) di kota Qom-Iran.

“Alhamdulillah saya, dapat mengikuti program yang sangat bagus yang difasilitasi oleh Sekolah Tinggi Filsafat Sadra Jakarta, yaitu Short Course Islamic Studies selama 10 hari dari 7-17 April 2022 di  Almustafa Internasional University ( MIU) di kota Qom-Iran,” kata Rahmat J Kardi. Selasa (19/4/2022).

Adapun kegiatan yang diikutinya berupa seminari dan kelas-kelas dengan tema-tema ‘filsafat, Tasawuf dan politik Islam’ yang di sampaikan oleh para dosen MIU, diantaranya: Dr. Ahmadi, Dr. Savadi, Dr  Ragavi dan Dr Sayid Mausavi serta pakar filsafat dan Irfani MIU. Selain itu, dalam program short course ini juga di pertemukan dengan islamic scholar dari universitas dan Hawzah ilmiah di Republik Islam Iran.

Pada hari ke-3 dan ke-4 kegiatan dipertemukan dengan pimpinan tertinggi Hawzah se-Iran, yakni Ayatullah Ali Reza Arrofi di kantor resminya di Kota Qom.

“Hal menarik yang disampaikan oleh beliau adalah pentingnya peningkatan keilmuan keislaman ataupun ilmu-ilmu umum lainnya di negara-negara Islam atau mayoritas berpenduduk muslim agar cita-cita memajukan IPTEK dunia Islam  terwujud,” ungkapnya.

Rahmat J Kardi melanjutkan, Kemudian Ayatullah Ali Reza Arrofi menyampaikan bahwa  pernah berkunjung ke Indonesia dan sangat akrab dan respek dengan organisasi-organisasi Islam Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah.

Selanjutnya di hari ke-4 berkunjung ke kantor lembaga taqrib mazahib dan di terima oleh sekretaris jenderalnya, Dr. Sayid Hamid Syahriyari,

“Beliau berbicara tentang pentingnya persatuan Islam internasional lintas Mazhab fiqih dan melakukan kerja-kerja global dunia Islam untuk mengikis kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi serta menciptakan kekuatan politik global dunia Islam,” cerita Rahmat.

Serta, lanjutnya, mengantisipasi faham Takfiri yang sengaja di fasilitasi oleh musuh-musuh Islam.

“Oleh karenanya penting untuk melakukan kerjasama, kolaborasi dan sinergi diantara negara Islam  agar terwujud persatuan negara-negara Islam internasional,” katanya.

Disebutkannya, Dalam kegiatan ini juga, para dosen yang ikut serta  ke beberapa universitas di kota Qom dan Mashad ditawarkan untuk melakukan kerjasama antar perguruan tinggi, seperti konferensi internasional, riset, student exchange dan pertukaran dosen.

“Termasuk Perguruan Tinggi di Iran menyediakan beasiswa untuk pelajar dari Indonesia menempuh pendidikan di negara Republik Islam Iran,” ia menutup.

(Mahdi/PP)