
Keterangan Gambar : kolase foto aboe
Jakarta, parahyangan-post.com- Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno mengatakan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) mempunyai peran penting dalam menyebarkan syiar Islam di Tanah Air. Karena Ormas yang didirikan oleh ulama dan intelektual Muslim terkemuka asli Betawi, Almh. Dr. Hj. Tutty Alawiyah itu tumbuh dari keterlibatan perempuan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Terlebih, organisasi tersebut juga menjadi penghubung majelis taklim yang tersebar di berbagai daerah.
Hal tersebut disampaikan tokoh yang akrab dipanggil ‘Si Doel’ saat menerima pengurus BKMT se-Indonesia di Balai Agung, Jakarta, Rabu (23/9/2026). BKMT akan menyelenggarakan Muktamar ke-10 di Jakarta.
“Kami mengucapkan selamat datang. Kami bersyukur Ibu-ibu BKMT membantu kami mempersiapkan tahun depan, karena tahun depan Jakarta berusia 500 tahun, lima abad,” ujar Rano.
Ditambahkan Rano, majelis taklim di kampung-kampung banyak, di setiap daerah ada. Tetapi bagaimana majelis taklim ini bisa ada dan terhubung di Indonesia?
”Karena ada Badan Kontak Majelis Taklim,” tuturnya.
Rano menandaskan, majelis taklim bukan hanya tempat mempelajari ilmu keagamaan. Lebih dari itu, majelis taklim menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar mendengar, berbicara, bersosialisasi, dan membangun hubungan dengan sesama. Nilai tersebut sejalan dengan karakter Jakarta sebagai kota yang sejak dahulu menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Jakarta ini adalah melting pot atau tempat pertemuan berbagai macam budaya. Ada Padang, Jawa, Betawi, Sunda, Arab, Ambon, dan macam-macam,” ungkapnya.
Rano mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus mendorong kebudayaan sebagai salah satu sarana memperkuat kebersamaan. Berbagai kegiatan yang mempertemukan masyarakat dari latar belakang berbeda diharapkan dapat mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga keberagaman Jakarta.
Menurut Wagub Rano, keberagaman dan kebudayaan menjadi bagian penting dalam perjalanan Jakarta menuju kota global. Kemajuan kota perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas dan karakter masyarakat.
“Jakarta boleh menjadi kota global, tetapi kebersamaan dan keberagaman masyarakat harus tetap menjadi kekuatan,” lanjutnya.
Pada kesempatan itu Rano juga mengajak mengajak peserta Muktamar ke-10 BKMT dari 35 provinsi di Indonesia menikmati wisata transportasi Jakarta. Salah satunya melalui layanan open top tour TransJakarta.
“Nanti kalau sudah kelar acara, Ibu-ibu naik open top tour TransJakarta. Bisa lihat Jakarta di malam hari melalui bus, itu pasti Ibu tidak akan lupa,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum BKMT Syifa Fauzia menjelaskan, Muktamar ke-10 BKMT mulai digelar Kamis (24/9/2026). Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Grand Final BKMT Festival pada Jumat (25/9) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.800 pengurus BKMT dari 35 provinsi se-Indonesia.
Rangkaian muktamar kemudian ditutup dengan Milad ke-45 BKMT pada Sabtu (26/9) i Stadion Arena Senayan. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri sekitar 20 ribu anggota majelis taklim dari Jabodetabek serta perwakilan pengurus BKMT se-Indonesia.
“Kami mohon doanya agar seluruh rangkaian acara yang telah dipersiapkan, mudah-mudahan Allah berikan kemudahan dan kelancaran,” pungkasnya.***(pp/aboe)






LEAVE A REPLY