Home Agama Peringatan Hari Santri 2026, Basnang Said: Kemenag Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Peringatan Hari Santri 2026, Basnang Said: Kemenag Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Expo Kemandirian Pesantren akan digelar 16-24 Oktober 2026

46
0
SHARE
Peringatan Hari Santri 2026, Basnang Said: Kemenag Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Keterangan Gambar : Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said (foto aboe)

Jakarta, parahyangan-post.com-Pesantren tidak lagi hanya menjadi tempat santri belajar agama. Di balik tembok pesantren, tumbuh berbagai usaha yang mulai menghubungkan pendidikan, kewirausahaan, dan kehidupan ekonomi masyarakat. Potensi itu akan dipamerkan Kementerian Agama melalui Expo Kemandirian Pesantren pada rangkaian peringatan Hari Santri 2026.

https://parahyangan-post.com/berita/detail/peringatan-hari-santri-2026-menag-momentum-mengingatkan-peran-ulama-untuk-nkri

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan Expo Kemandirian Pesantren akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 16-24 Oktober 2026.

“Ini penting karena sampai 2025 ada 4.185 pesantren yang mendapatkan bantuan inkubasi. Dari 4.185 pesantren tersebut, kemudian bertransformasi menjadi BUMPES, Badan Usaha Milik Pesantren," ujar Basnang dalam Press Gathering Peringatan Hari Santri 2026 di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, keberadaan BUMPES menjadi salah satu bukti bahwa program pemberdayaan pesantren diarahkan tidak hanya pada aspek pendidikan, tetapi juga penguatan kapasitas ekonomi.

“Bahwa negara telah hadir membantu kewirausahaan pesantren, itu nanti akan berkontribusi menguatkan perekonomian di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Basnang menekankan, manfaat ekonomi pesantren tidak semestinya berhenti di lingkungan internal pesantren. Sebab, pesantren hidup berdampingan dengan masyarakat dan membentuk ekosistem ekonomi yang saling berkaitan.

“Bagaimanapun pesantren bukan hanya santri, tapi juga ada ekosistem masyarakat yang ikut menjadi bagian penguatan ekonomi,” ujarnya.

Ia memberikan gambaran sederhana mengenai keterhubungan tersebut. Ketika ada usaha makanan yang tumbuh di sekitar pesantren, misalnya penjual donat, santri dapat menjadi konsumen. Aktivitas sederhana itu kemudian menciptakan perputaran ekonomi antara pesantren dan masyarakat sekitar.

“Sehingga ekosistem pesantren itu bukan hanya menyejahterakan orang yang ada di pesantren, tapi juga masyarakat yang ada di sekitar pesantren,” katanya.

Unjuk Produk 

Lebih jauh dijelaskan Basnang, nanti sekitar 25 stan pondok pesantren akan mengisi Expo Kemandirian Pesantren. Produk yang ditampilkan mencakup makanan dan minuman, buku, pakaian khas Nusantara, serta berbagai produk khas daerah lainnya.

Kemenag berharap produk-produk tersebut tidak hanya menjadi pajangan dalam peringatan Hari Santri, tetapi dapat memperlihatkan kemampuan pesantren mengembangkan usaha yang memiliki nilai ekonomi.

Expo tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Hari Santri 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”

Selain expo, Kemenag menyiapkan berbagai kegiatan mulai dari Surat Santri untuk Presiden pada 22 September-8 Oktober, Pesantren Award pada 22 September-24 Oktober, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara pada 30 September-6 Oktober, hingga Santri Vision pada 2-20 Oktober.

Melalui Surat Santri untuk Presiden, para santri diberi ruang menyampaikan mimpi, harapan, gagasan, dan pesan mengenai masa depan bangsa kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sayembara tersebut mengangkat tiga tema, yakni pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan terhadap kesejahteraan rakyat. Pemenang akan diumumkan pada 8 Oktober dan diundang menghadiri Malam Bakti Santri untuk Negeri.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan aspirasi santri melalui program tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri.

“Kami juga sudah sampaikan langsung kepada Bapak Presiden kemarin di Gontor, itu akan Hari Santri ini. Pokoknya Bapak Presiden sangat well informed tentang program santri ini,” ungkapnya.

Penghargaan 

Kemenag juga menggelar Pesantren Award untuk memberikan penghargaan kepada pihak yang berkontribusi terhadap penguatan pesantren.

Basnang mengatakan penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada sejumlah kepala daerah yang dinilai aktif mendukung pesantren.

“Untuk Hari Santri tahun 2026, kita akan mencoba memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah yang telah berkontribusi dan aktif mendukung pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara akan berlangsung di Kabupaten Malang pada 30 September-6 Oktober. Kegiatan tersebut mempertemukan santri dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan pendekatan baru dalam kegiatan kepramukaan.

Agenda Santri Vision pada 2-20 Oktober akan menampilkan karya dan inovasi pesantren dalam sejumlah kategori, antara lain naskah, kebijakan dan komunikasi ilmiah, audio-visual dan media kreatif, serta inovasi digital dan teknologi pesantren.

Menag mengatakan pesantren memiliki karakter pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Seorang peneliti dari Inggris mengagetkan saya juga bahwa setelah melakukan penelitian tentang tradisi pesantren, dia berkesimpulan bahwa justru konsep pendidikan pesantren itu adalah model pendidikan yang paling canggih, sophisticated school,” kata Nasaruddin.

Menyusun Peta Jalan Pesantren

Kemenag selanjutnya menggelar Halaqah Penguatan Ditjen Pesantren pada 8-9 Oktober. Forum ini diarahkan untuk menyusun peta jalan pengembangan pesantren ke depan.

Menurut Basnang, pemerintah daerah akan dilibatkan dalam penguatan tersebut. Kemenag akan mengundang gubernur, bupati, dan wali kota, terutama daerah yang telah memiliki peraturan daerah tentang pesantren.

“Untuk provinsi-provinsi lain yang belum memiliki perda, tentu kita berharap mereka dapat segera menyusunnya sebagai langkah untuk mendukung pelaksanaan program-program pesantren,” katanya.

Pada 14-15 Oktober digelar Mu'tamad Santri, forum akademik untuk memperkuat mutu pendidikan pesantren dan memperluas jejaring kerja sama internasional. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan sekitar 250 peserta secara luring dan 500 peserta daring.

Selanjutnya, Festival Sarung dan Peci Santri digelar 16 Oktober. Agenda ini menempatkan sarung dan peci sebagai bagian dari identitas pesantren sekaligus budaya Indonesia.

“Karena salah satu identitas Pondok Pesantren itu sarung dan peci. Kita bisa meraih perkembangan ke depan yang lebih bagus tanpa harus meninggalkan tradisi asli kita, bangsa Indonesia,” ujar Menag.

Puncak Hari Santri

Seluruh rangkaian kegiatan akan bermuara pada Upacara Hari Santri 22 Oktober. Dua hari kemudian, 24 Oktober, Kemenag merencanakan Malam Bakti Santri untuk Negeri di Istora Senayan, Jakarta.

Basnang mengatakan Kemenag akan mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri agenda tersebut.

Rangkaian Hari Santri 2026 pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sekadar peringatan tahunan. Pesantren didorong tampil sebagai lembaga yang mampu menjaga tradisi sekaligus membaca perubahan zaman.

Dan melalui Expo Kemandirian Pesantren, hasil dari ribuan pesantren yang mengikuti program inkubasi akan diperlihatkan kepada publik—bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai gambaran bahwa pesantren dapat membangun kekuatan ekonomi yang manfaatnya meluas dari lingkungan pesantren hingga masyarakat di sekitarnya.***(pp/aboe)

Video Terkait: