Home Agama Nikah Fest 2026: Abu Rokhmad Berharap Banyak Pasangan Cocok dan Langsung Menikah

Nikah Fest 2026: Abu Rokhmad Berharap Banyak Pasangan Cocok dan Langsung Menikah

Jangan tunda-tunda

59
0
SHARE
Nikah Fest 2026: Abu Rokhmad Berharap Banyak Pasangan Cocok dan Langsung Menikah

Keterangan Gambar : kolase foto aboe

Jakarta, parahyangan-post.com- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, mengatakan pertemuan atau taaruf mencari pasangan yang cocok  untuk dinikahi bukanlah hal baru. Pada zaman Nabi hal seperti ini juga pernah dilakukan.

Disebutkan dalam sebuah riwayat, Nabi pernah mempertemukan seorang pemuda pemalu dari kalangan biasa-biasa saja, dan penampilannya juga biasa-biasa saja dengan peremuan yang lebih tinggi derajat dan lebih cantik penampilannya. Ternyata dalam pertemuan itu mereka cocok maka jadilah mereka membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Kisah ini diceritakan Abu Rokhmad pada hari kedua Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo yang digelar Ditjen Bimas Islam Kemenag di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta, Minggu 28 Juni 2026.  Nikah Fest 2028 merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan tahun baru Islam 1448 H.

Cerita itu membuat para peserta yang berniat mencari pasangan dalam acara tersebut merasa mendapat dukungan moral. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Ada yang masih muda belia dan ada juga yang sudah berumur bahkan duda dan janda.

”Apalagi nanti setelah pertemuan ini ada pasangan yang benar-benar cocok dan langsung berniat untuk menikah, maka itu merupakan pahala yang besar bagi pihak penyelenggara,” ujar Abu Rokhmad.

Pada kesempatan itu Abu Rokhmad menghmibau masyarakat untuk tidak menunda pernikahan apabila sudah siap lahir dan batin. Menurutnya, dalam pernikahan selalu ada keberkahan yang telah dijanjikan oleh Allah dan Rasulullah.

“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang sudah siap secara lahir dan batin untuk tidak menunda menikah. Dalam pernikahan selalu ada keberkahan sebagaimana dijanjikan Allah dan Rasulullah,” ujar Abu.

Abu Rokhmad mengakui bahwa tantangan ekonomi kerap menjadi batu sandungan bagi pasangan muda sebelum melangkah ke pelaminan. Oleh sebab itu, Kementerian Agama hadir memberikan solusi lewat program nikah gratis yang terintegrasi dengan dukungan sosial dan ekonomi.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, mengatakan peminat kegiatan ini cukup banyak.  Melalui kegiatan ini, penghulu, wedding organizer (WO), master of ceremony (MC), serta pelaku jasa pernikahan lainnya diajak membangun pemahaman bersama agar setiap penyelenggaraan pernikahan tetap sesuai syariat dan ketentuan hukum yang berlaku.

"Syariat pernikahan itu juga harus diketahui oleh para penyelenggara, WO, oleh MC pernikahan, oleh semua ekosistem pesta pernikahan. Karena soal pernikahan, yang paling punya otoritas adalah para penghulu. Jadi, kaidah-kaidah pernikahan itu harus benar-benar dikomunikasikan kepada para penyelenggara," ujar Zayadi

Ia mengungkapkan, Kementerian Agama ingin memastikan setiap penyelenggaraan pernikahan tidak hanya berjalan baik dari sisi teknis, tetapi juga memenuhi ketentuan syariat, regulasi, dan peraturan perundang-undangan.

"Kita ingin memastikan penyelenggaraan event pernikahan, baik oleh WO maupun pihak lainnya, harus memperhatikan ketentuan yang berlaku. Aman secara syariat, aman secara regulasi, dan aman sesuai undang-undang beserta aturan turunannya," katanya.

Zayadi menjelaskan, selama ini pelaku industri pernikahan belum memiliki banyak kesempatan berdialog langsung dengan Kementerian Agama mengenai tata kelola penyelenggaraan pernikahan. Karena itu, Nikah Fest menjadi wadah untuk mempertemukan seluruh ekosistem pernikahan dalam satu forum.

Melalui forum tersebut, penghulu dapat menyampaikan pemahaman mengenai syariat dan regulasi perkawinan kepada pelaku usaha. Sebaliknya, para penyelenggara pernikahan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai standar pelaksanaan akad nikah sesuai ajaran agama dan ketentuan negara. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan layanan pernikahan yang semakin tertib, berkualitas, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Zayadi berharap, komunikasi dan kolaborasi antara Kementerian Agama dengan pelaku industri pernikahan terus diperkuat. Dengan pemahaman yang sama mengenai syariat dan regulasi, penyelenggaraan pernikahan diharapkan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, mematuhi peraturan yang berlaku, serta memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Sebelumnya Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesannya melalui tayangan video yang intinya menekankan bahwa menikah itu, bukan sekedar ritual syariah tetapi untuk membangun peradaban yang lebih kokoh.***(pp/aboe)

Video Terkait: