Home Nusantara Tak Cukup Urus Sampah, Greenpress Desak Menteri LH Baru Benahi Krisis Lingkungan Menyeluruh

Tak Cukup Urus Sampah, Greenpress Desak Menteri LH Baru Benahi Krisis Lingkungan Menyeluruh

102
0
SHARE
Tak Cukup Urus Sampah, Greenpress Desak Menteri LH Baru Benahi Krisis Lingkungan Menyeluruh

Keterangan Gambar : Marwan Aziz, Sekjen Greenpress Indonesia. (sumber foto : ist/pp)

JAKARTA II Parahyangan Post – Greenpress Indonesia menyampaikan apresiasi atas pelantikan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Pergantian ini dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat arah kebijakan lingkungan Indonesia di tengah tekanan krisis ekologis yang kian kompleks. Greenpress menegaskan bahwa krisis lingkungan hidup saat ini tidak hanya berdampak pada kualitas ekosistem, tetapi juga telah memicu meningkatnya bencana di berbagai wilayah Indonesia. 

Data kebencanaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian bencana seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta kekeringan terus meningkat—yang sebagian besar berkaitan erat dengan degradasi lingkungan dan perubahan iklim. Kondisi ini memperlihatkan bahwa krisis lingkungan telah bertransformasi menjadi krisis kemanusiaan yang nyata. 

Sekretaris Jenderal Greenpress Indonesia, Marwan Aziz, menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak bisa lagi ditangani secara parsial. 

“Kami berharap Menteri Lingkungan Hidup yang baru tidak hanya fokus pada isu persampahan seperti selama ini menjadi perhatian utama. Bahkan kami mendapat informasi, sebagian besar tim di KLH lebih banyak diarahkan untuk menangani sampah. Dengan latar belakang beliau sebagai aktivis, kami berharap Jumhur Hidayat mampu melihat persoalan lingkungan secara utuh dan menyeluruh,” ujar Marwan di Jakarta (28/4/2026). 

Menurutnya, isu lingkungan hidup di Indonesia mencakup spektrum luas yang saling terkait, mulai dari krisis iklim, kerusakan hutan, pencemaran udara, degradasi ekosistem laut, hingga persoalan tambang dan hilangnya keanekaragaman hayati.

“Lingkungan bukan hanya soal sampah. Ini tentang masa depan ekosistem kita—hutan, laut, udara, dan kehidupan manusia di dalamnya. Kebijakan ke depan harus terintegrasi dan tidak sektoral. Apalagi saat ini Indonesia, termasuk Jakarta, tengah menghadapi dampak krisis iklim yang semakin nyata, seperti suhu panas ekstrem hingga peningkatan risiko bencana hidrometeorologi,” tambahnya. 


Greenpress Indonesia memandang bahwa hadirnya kepemimpinan baru di Kementerian Lingkungan Hidup harus menjadi titik balik dalam memperkuat tata kelola lingkungan yang berkeadilan, transparan, dan berkelanjutan. 

“Dengan tantangan global seperti perubahan iklim dan tekanan pembangunan nasional, kepemimpinan baru ini dituntut menghadirkan kebijakan yang tidak hanya responsif, tetapi juga transformatif—mampu menekan risiko bencana sekaligus memulihkan kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh,” tutup Marwan. 

Tentang Greenpress Indonesia
Greenpress Indonesia merupakan jaringan media dan advokasi lingkungan yang berdiri sejak 3 Oktober 2004 yang berfokus pada isu keberlanjutan, keadilan ekologis, dan keterlibatan publik dalam menjaga masa depan bumi Indonesia. - (rd/pp)