Home Agama STAIDI Al Hikmah Jakarta dan YAKESMA Dorong Optimalisasi Zakat melalui Teknologi Digital

STAIDI Al Hikmah Jakarta dan YAKESMA Dorong Optimalisasi Zakat melalui Teknologi Digital

Pelatihan Zakat, Digitalisasi Dakwah, dan Pembentukan Relawan Zakat

1,025
0
SHARE
STAIDI Al Hikmah Jakarta dan YAKESMA Dorong Optimalisasi Zakat melalui Teknologi Digital

Keterangan Gambar : Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) menyelenggarakan Pelatihan Zakat, Digitalisasi Dakwah, dan Pembentukan Relawan Zakat, yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Masyarakat (ORMAS), DKM Masjid, dan Mushola se-Jabodetabek. (sabtu, 21 Juni 2025( di Jakarta (sumber foto : ist/pp)

JAKARTA - Parahyangan Post– Potensi zakat umat Islam di Indonesia yang mencapai Rp300 triliun per tahun masih belum tergarap maksimal. Saat ini, zakat yang berhasil dikumpulkan baru mencapai sekitar Rp30 triliun. Melihat pentingnya optimalisasi zakat, Sekolah Tinggi Agama Islam Dirosat Islamiyah (STAIDI) Al Hikmah Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) menyelenggarakan Pelatihan Zakat, Digitalisasi Dakwah, dan Pembentukan Relawan Zakat, yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Masyarakat (ORMAS), DKM Masjid, dan Mushola se-Jabodetabek. 

Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 21 Juni 2025 di Kampus STAIDI Al Hikmah, Jakarta, dengan menghadirkan para narasumber berkompeten: Dr. Muqoddam Cholil, MA (Ketua STAIDI Al Hikmah); Dr. Derysmono, B.Sh., S.Pd.I., MA (Wakil Ketua I STAIDI Al Hikmah); Drs. Ade Fadli Fachrul, M.Sc., M.I.Kom. (Pakar Komunikasi Digital dan Radio Streaming); Bagus Asprianto, SE (Pakar Videografi dan Konten Kreatif); Tim YAKESMA (Pengelola Lembaga Zakat Nasional).

Dalam sambutannya, Dr. Muqoddam Cholil, MA menegaskan pentingnya zakat sebagai rukun Islam yang harus digerakkan dan dioptimalkan, sebagaimana ibadah sholat. Ia mengatakan, “Dengan berkembangnya teknologi informasi, seharusnya pengumpulan zakat bisa dilakukan secara lebih cepat dan efisien melalui digitalisasi.”

Hal senada disampaikan oleh Dr. Derysmono, yang menambahkan bahwa digitalisasi zakat adalah solusi untuk menjangkau muzakki lebih luas dan cepat. “Hari ini, zakat harus bertransformasi dari model konvensional ke sistem digital. Peluangnya sangat terbuka, dan harus dimanfaatkan oleh semua lembaga zakat,” ujarnya.

Bagus Asprianto menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi program zakat. “Setiap masjid dan lembaga zakat sebaiknya memiliki akun media sosial. Melalui tampilan audio-visual yang menarik dan meyakinkan, kepercayaan publik akan tumbuh,” jelasnya.

Sementara itu, Ade Fadli Fachrul memperkenalkan radio streaming sebagai sarana perluasan informasi zakat secara global. “Berbeda dengan radio konvensional, radio streaming bisa menjangkau seluruh dunia, berjalan 24 jam, dan berbiaya sangat efisien. Ini bisa jadi media dakwah dan edukasi zakat yang sangat potensial,” ungkapnya.

Pada sesi siang, tim dari YAKESMA memaparkan tata kelola zakat berbasis komunitas dan teknologi. Mereka memperkenalkan aplikasi digital zakat serta strategi membentuk jaringan relawan zakat dari kalangan mahasiswa. Puluhan relawan zakat berhasil dihimpun dari peserta pelatihan, yang siap bergerak memanfaatkan platform digital untuk menyosialisasikan zakat.

Ketua YAKESMA menutup kegiatan ini dengan harapan, “Semoga terbentuknya relawan zakat di kalangan mahasiswa mampu memberikan dampak positif dan signifikan dalam peningkatan kesadaran serta pengumpulan zakat di Indonesia.” (ade f/pp)