Home Opini RAMADHAN, SEBUAH BENTUK KASIHSAYANG TERTINGGI

RAMADHAN, SEBUAH BENTUK KASIHSAYANG TERTINGGI

294
0
SHARE
RAMADHAN, SEBUAH BENTUK KASIHSAYANG TERTINGGI

Oleh: H. J.Faisal *)

Ketika seseorang memberikan sesuatu kepada kita, yangmana sesuatu yang diberikan itu adalah sesuatu yang memang sangat sedang kita perlukan di dalam hidup kita, maka pastinya kita akan merasa sangat bahagia. Pastinya kita akan sangat merasa dihargai, diperhatikan, dan disayangi oleh orang tersebut.

Bayangkanlah ketika kita sedang sedih atau berduka, kemudian datanglah orangtua kita, adik atau kakak kita, ataupun istri atau suami kita, yang menghibur diri kita dengan tulus dan ikhlas, maka kita akan dapat dengan mudah melewati kesedihan yang ada di dalam diri kita, sehingga kesedihan yang sedang kita rasakan tersebut akan berganti dengan ketenangan dan kebahagiaan. 

Hiburan yang kita terima dari orang-orang tersayang di dalam kehidupan kita tersebut, merupakan bentuk kasihsayang mereka kepada kita, merupakan bentuk penghargaan atas keberadaan atau eksistensi diri kita di sekitar mereka, dan pastinya juga merupakan bentuk penghargaan tertinggi mereka terhadap diri kita.

Begitupun dengan bulan suci Ramadhan dan perintah berpuasa yang kita ‘terima’ dari Allah Ta’alla setiap tahunnya. Allah Ta’alla sangat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, yaitu kerinduan yang mendalam akan kasihsayang Allah Ta’alla itu sendiri. 

Untuk itulah, Allah Ta’alla berikan bulan bulan suci Ramadhan kepada umat Rasulullah salallahu’alaihi wassalam, agar mereka merasakan kasihsayang Allah Ta’alla di dunia ini secara langsung, dengan segala balasan pahala yang berlimpah di bulan suci Ramadhan, dengan segala kenikmatan ibadah yang dirasakan, dan dengan segala bentuk kasihsayang yang kembali terjalin di antara sesama keluarga, teman, dan kerabat di bulan suci ini. 

Allah Ta’alla juga ingin agar hamba-hamba-Nya menjadi umat yang sehat secara fisik maupun mental. Untuk itulah, setelah manusia beraktifitas fisik selama 11 bulan lamanya, makan dan minum, bekerja dan berpikir, dan segala macam aktifitas lainnya, maka di bulan suci Ramadhan inilah adalah waktu yang diberikan oleh Allah Ta’alla kepada hamba-Nya untuk berefleksi diri, memperbanyak dzikir, memperbanyak membaca Al Qur’an, menenangkan pikiran, dan menikmati kedekatan dirinya dengan Tuhannya. 

Begitupun jika dilihat dari sisi kesehatan manusia,  dengan menjalankan puasa selama satu bulan lamanya di bulan Ramadhan,  maka kesehatan organ manusia akan menjadi pulih, detoksifikasi segala racun di dalam tubuh pun akan berjalan optimal. 

Ditinjau dari sisi pendidikan, Ramadhan juga merupakan bentuk perhatian Allah Ta’alla kepada hamba-Nya yang ingin memperbaiki akhlak dan adab dalam dirinya. Tempaan keimanan dan kesabaran dalam menjalankan ibada puasa selama satu bulan penuh, merupakan metode pendidikan yang sangat baik bagi mentalitas seorang manusia.  Dari sinilah sensitifitas dan empati yang mendasar dari seorang manusia dapat terbangun. 

Segala bentuk kasihsayang tertinggi Allah Ta’alla tersebut sesuai dengan firman-Nya di dalam surat Al Baqarah ayat (183), yaitu dimana tujuan manusia untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan adalah untuk membentuk manusia yang bertakwa kepada Allah Ta’alla.  

Adapun balasan untuk manusia yang bertakwa kepada-Nya adalah ampunan dan kasihsayang dari Allah Ta’alla. Jika kita sebagai manusia sudah sangat senang mendapatkan kasihsayang dari sesama manusia, pastinya kita akan sangat senang jika yang memberikan kasihsayang tersebut adalah Tuhannya manusia seluruh alam, Allah Subhannahu wata’alla.   

Selamat berpuasa di bulan suci Ramadhan 1443 H, selamat menikmati perhatian dan kasihsayang Allah Subhannahu wata’alla untuk kita.

Wallahu’allam bisshowab

Jakarta,   7 April 2022

*) H. J. Faisal,  Pemerhati Pendidikan/ Sekolah Pascasarjana UIKA, Bogor/ Anggota Majelis Pendidikan PB Al Washliyah.