Home Edukasi LEC UIA-KADIN Jakarta Jalin Kerjasama

LEC UIA-KADIN Jakarta Jalin Kerjasama

Perkuat Ekosistem Entrepreneur Muda di Era AI

56
0
SHARE
LEC UIA-KADIN Jakarta Jalin Kerjasama

Keterangan Gambar : Dari kiri ke kanan: Rektor UIA Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, S.H., M., M.Direktur LEC UIA Dr. Kurnia Budhy Scorita, S.Pd., M.M., Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi, S.E., dan Ketua YAPTA, yang juga Senator RI Dapil DKI, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., M.B.A. (foto sc)

Bekasi, parahyangan-poat.com-Lembaga Entrepreneurship Center (LEC) Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta.

Kegiatan berlangsung dalam rangkaian Kuliah Umum Perdana Mahasiswa Baru UIA Tahun Akademik 2026/2027, di Aula Alawiyah, Kampus 2 UIA, Jalan Raya Jatiwaringin Nomor 12, Pondok Gede, Bekasi, Sabtu 19 September 2026.

Kerja sama yang ditandatangani Direktur LEC UIA Dr. Kurnia Budhy Scorita, S.Pd., M.M. dan Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi, S.E., disaksikan Rektor UIA Prof. Dr. H. Masduki Ahmad, S.H., M.M. dan Ketua YAPTA Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, S.H., LL.M., M.B.A.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Hj. Diana Dewi, S.E. memberi Kuliah Umum perdana kepada mahasiswa baru dengan tema “Membangun Kewirausahaan yang Kompetitif dan Profitable melalui Pemanfaatan AI bagi Entrepreneur Muda”.

Kompetensi Kewirausahaan Mahasiswa

Direktur LEC UIA Kurnia Budhy Scorita mengatakan, kerja sama dengan KADIN Jakarta dirancang untuk menghasilkan program yang memiliki dampak langsung terhadap pengembangan kewirausahaan.

“MoA ini bertujuan antara lain untuk mengembangkan kompetensi kewirausahaan bagi mahasiswa, alumni, civitas akademika dan masyarakat,” kata Kurnia.

Menurut dia, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendorong lahir dan berkembangnya usaha rintisan maupun usaha yang dikelola mahasiswa, alumni, dan masyarakat.

LEC UIA dan KADIN Jakarta, lanjut Kurnia, juga akan memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga memiliki akses terhadap pengalaman praktis, jejaring, dan peluang usaha.

“Memperluas akses terhadap jejaring pengetahuan, pengalaman dan peluang usaha,” ujarnya.

Kerja sama ini, lanjut Kurnia,  sekaligus diarahkan untuk mendorong pengembangan dan pemberdayaan UMKM serta mengembangkan inovasi dan pemanfaatan hasil pengetahuan dan penelitian untuk menjawab kebutuhan dunia usaha.

Kemitraan diharapkan menjadi sarana membangun kolaborasi strategis yang memberikan manfaat bagi para pihak dan pemangku kepentingan terkait,” tambahnya.

AI Bukan Pengganti

Sementara itu Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi, dalam Kuliah Umum, mengatakan pentingnya menempatkan AI secara proporsional. Perkembangan AI telah mengubah pola pengelolaan bisnis dan membuka peluang bagi entrepreneur muda untuk membangun usaha secara lebih efisien.

“Sekarang semua usaha dapat dikendalikan dengan sedikit orang dengan bantuan AI. Tidak perlu punya banyak pabrik, banyak toko. Tetapi dengan bantuan AI, usaha bisa beromzet miliaran,” ujarnya.

Namun, Diana mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada kemudahan yang ditawarkan teknologi. AI, kata dia, harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.

Ia menceritakan pengalamannya dengan seorang manajer muda yang mampu mempresentasikan proposal bisnis dengan sangat baik. Proposal tersebut terlihat ideal dan meyakinkan. Namun, ketika memasuki tahap pelaksanaan, manajer tersebut justru tidak mampu mengeksekusinya dan bahkan tidak memahami secara mendalam proposal yang dipresentasikannya.

Ketika ditanya bagaimana ia dapat membuat presentasi yang begitu baik tetapi tidak mampu menjalankannya, manajer tersebut mengakui proposal itu dibuat menggunakan AI.

“Ini adalah kekeliruan berpikir. AI itu adalah alat bantu, eksekutornya tetap kecerdasan kita sebagai pengusaha,” kata Diana.

Karena itu, Diana mengingatkan calon entrepreneur muda agar tetap mengandalkan kemampuan berpikir, kerja keras, inovasi, dan kemampuan membangun jaringan.

“Jadi jika adik-adik menjadi pengusaha, jangan terlalu bersandar pada AI. Tetaplah bersandar pada kemampuan berpikir, kerja keras, inovasi dan membuat jaringan yang luas. Jadikan AI hanya sebagai alat bantu,” tutupnya.***(pp/aboe)