Home Hukrim Kejagung Periksa Lima Terduga Korupsi Perum Perindo

Kejagung Periksa Lima Terduga Korupsi Perum Perindo

428
0
SHARE
Kejagung Periksa Lima Terduga Korupsi Perum Perindo

JAKARTA (www.parahyangan-post.com) - Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung mulai melakukan pemeriksaan terhadap 5 (lima) orang saksi. 

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan lima saksi yang diperiksa perihal dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan usaha Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) tahun 2016-2019.

Saksi-saksi yang diperiksa antara lain berinisial M, YH, DA, AD dan AD. Kemudian, Leonard merincikan saksi M selaku Mantan GM SBU FO Perum Perindo, diperiksa terkait proses pengelolaan dan penggunaan dana MTN, dana pinjaman bank BTN Syariah, dana pinjaman bank BNI yang digunakan dalam bisnis perdagangan ikan.

" YH selaku Staf Utama Hukum Perum Perindo, diperiksa terkait proses pengelolaan dan penggunaan dana MTN, dana pinjaman bank BTN Syariah, dana pinjaman bank BNI yang digunakan dalam bisnis perdagangan ikan," terang Kapuspenkum, Jum'at (5/11/2021). 

Kemudian, DA selaku Manager Perbendaharaan dan Pembiayaan Perum Perindo, diperiksa terkait proses pengelolaan dan penggunaan dana MTN, dana pinjaman bank BTN Syariah, dana pinjaman bank BNI yang digunakan dalam bisnis perdagangan ikan. 

Selain itu, AD juga diperiksa selaku Senior Manager Hukum Perum Perindo terkait proses pengelolaan dan penggunaan dana MTN, dana pinjaman bank BTN Syariah, dana pinjaman bank BNI yang digunakan dalam bisnis perdagangan ikan. 

Dan yang kelima, saksi AD diperiksa selaku Manajer Operasional SBU Aquaculture Perum Perindo terkait proses pengelolaan dan penggunaan dana MTN, dana pinjaman bank BTN Syariah, dana pinjaman bank BNI yang digunakan dalam bisnis perdagangan ikan. 

" Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di Perusahaan Umum Perikanan Indonesia," ujar Leonard.

(Didi/PP)