Home Polkam Ikhlas Beramal: No Viral, No Santunan

Ikhlas Beramal: No Viral, No Santunan

Jurnalis Komik Ismail Lutan

264
0
SHARE
Ikhlas Beramal: No Viral, No Santunan

Komentar Pandeka Kusuk: 

Maling Teriak Maling:

Sungguh luar biasa perhatian Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) terhadap kelompok marginal yang terpinggirkan. Dia selalu hadir di tempat korban yang sekiranya akan mendapat perhatian publik, meski korban itu di luar batas teritorial kekuasaannya sebagai gubermur. Terbaru, Beliau memberi bantuan kepada istri korban maling ayam di Bali, yang tewas dikeroyok masyarakat.

Namun ketulusannya itu mendapat ujian, ternyata istri maling ayam itu berbohong padanya...

 

Berita Media

Istri Maling Ayam Bali Ketahuan Berbohong

Jakarta, parahyangan-post.com-Istri maling ayam di Bali berinisial  DS (Dewi Suryantini) ketahuan berbohong kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang memberinya uang Rp. 50 juta rupiah sebagai bentuk tali kasih.

Dewi mengaku usia pernikahannya dengan suaminya (KD) sudah menginjak 17 tahun. Jika dihitung berarti mereka menikah sekitar tahun 2009. Pdahal anak terutanya baru berumur 7 tahun.

Ketika ditanya Dedi Mulyadi, ia mengaku bahwa sang suami belum pernah mencuri.

"Ndak, ndak pernah," katanya, dalam dialog yang diunggah di medsos.

Faktanya menurut Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati bahwa KD merupakan seorang residivis.

"Memang betul yang bersangkutan seorang residivis yang pernah melakukan kejadian serupa," kata, Putu Bayu Pati kepada Pers, di Bali, selang beberapa hari, usai  KDM memberikan santunan itu.

"KD dipenjara tahun 2018 dalam kasus pencurian cengkeh," kata Putu Bayu.

Bahkan Kasubsi PIDM Sihumas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari mengatakan bahwa KD masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat banyak pencurian di Kabupaten Badung.

Ia pernah membobol toko hingga mencuri ayam.

"Jajaran reskrim sudah melakukan penggrebekan di wilayah Desa Sidatapa, namun pelaku berhasil kabur.

Memang diduga yang bersangkutan merupakan pelaku dari empat kejadian yang disebutkan. Sudah empat kali dilakukan penggerebekan, tetapi yang bersangkutan selalu lolos," katanya.

Dalam kejadian pengeroyokan, warga juga membakar motor yang dikendarai KD. Dewi mengatakan bahwa suaminya pergi dari rumah memang menggunakan motor.

"Pergi dia naik motor, apa jalan kaki ?" tanya KDM.

"Naik motor pak. Itu motornya yang dibakar" kata Dewi istri KD.

Dedi Mulyadi pun mempertanyakan kepemilikan motor tersebut.

Pasalnya sebelumnya Dewi bercerita bahwa ia tak punya beras ketika suami tiga hari pergi. Ia juga mengatakan berprofesi sebagai buruh penganyam.

"Itu punya pribadi ? bukan pinjam," kata Dedi.

"Pinjam pak, gade istilahnya gade," kata Dewi.

Pengakuan Dewi justru berbeda dengan Kasubsi PIDM Sihumas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari. Menurut Yuni motor yang dipakai KD dan dibakar massa merupakan hasil curian di Kabupaten Bangli tahun 2019 silam.***

Sebelumnya viral seorang terduga maling berinisial KD, tewas dikeroyok di Tabanan, Bali.

Atas kematian KD, 5 orang diamankan termasuk pemilik ayam.Keluarga pemilik ayam kini justru dirundung penderitaan. Istri pemilik ayam, Ni Komang Narti kini terpaksa kembali berkebun karena suami dan anaknya ditangkap polisi.Mereka dituduh menjadi penyebab kematian KD, maling ayam. Polisi kemudian menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kejadian berawal ketika anak Narti memergoki KD sedang mencuri ayam peliharaannya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa prihatin atas nasib anak pencuri ayam itu, kemudian dia memberi bantuan uang tunai Rp. 50.000,-.*** (pp/aboe/int)