Home Nusantara FSP FARKES R - KSPI Bahas Situasi Ketenagakerjaan Terkini Bersama Penasihat Khusus Presiden

FSP FARKES R - KSPI Bahas Situasi Ketenagakerjaan Terkini Bersama Penasihat Khusus Presiden

22
0
SHARE
FSP FARKES R - KSPI Bahas Situasi Ketenagakerjaan Terkini Bersama Penasihat Khusus Presiden

Keterangan Gambar : (DPP FSP FARKES R - KSPI) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP FARKES R - KSPI DKI Jakarta dan Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP FARKES R - KSPI PT Actavis Indonesia melakukan audiensi dengan jajaran Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Rabu (2/9/2026).

JAKARTAParahyangan Post - Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DPP FSP FARKES R - KSPI) bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FSP FARKES R - KSPI DKI Jakarta dan Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP FARKES R - KSPI PT Actavis Indonesia melakukan audiensi dengan jajaran Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Rabu (2/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, rombongan FSP FARKES R - KSPI diterima langsung oleh Rusli, Personalia Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, serta Dimas P. Wardhana, Staf Media Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Pertemuan membahas berbagai perkembangan dan situasi ketenagakerjaan terkini, khususnya pada sektor farmasi, rumah sakit, jamu, dan kosmetik. Audiensi ini menjadi ruang dialog untuk menyampaikan secara langsung kondisi pekerja serta berbagai persoalan yang berkembang di sektor-sektor tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, FSP FARKES R - KSPI juga memberikan sejumlah masukan terkait peningkatan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan, yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut FSP FARKES R - KSPI, peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan perlindungan kerja, kepastian status pekerjaan, serta pemenuhan hak-hak pekerja.

Selain itu, FSP FARKES R - KSPI menyampaikan pentingnya agar kepentingan dan karakteristik pekerja di sektor farmasi, rumah sakit, jamu, dan kosmetik dapat diperjuangkan dan menjadi perhatian dalam usulan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan.

Presiden DPP FSP FARKES R - KSPI, Idris Idham, menyampaikan bahwa sektor farmasi dan kesehatan memiliki peran strategis bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Oleh karena itu, perlindungan serta kesejahteraan pekerja harus menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor tersebut.

“Kami datang untuk menyampaikan secara langsung situasi dan aspirasi pekerja di sektor farmasi, rumah sakit, jamu, dan kosmetik. Perubahan serta perkembangan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan perlindungan, kepastian kerja, dan kesejahteraan bagi para pekerja,” ujar Idris Idham.

Ia menambahkan bahwa kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan juga perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat besarnya peran dan tanggung jawab mereka dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kami juga menyampaikan masukan mengenai pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Selain itu, sektor farmasi, rumah sakit, jamu, dan kosmetik harus menjadi bagian yang diperjuangkan dalam pembahasan usulan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, sehingga aspirasi dan kebutuhan pekerja di sektor-sektor ini benar-benar mendapatkan perlindungan yang memadai,” tegas Idris Idham.

Menurutnya, FSP FARKES R - KSPI akan terus memperkuat komunikasi dan dialog dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, untuk memastikan suara pekerja dapat menjadi bagian dari pembahasan kebijakan ketenagakerjaan.

“Kami berharap dialog seperti ini terus dilakukan secara terbuka dan konstruktif. Persoalan ketenagakerjaan di setiap sektor memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat,” tambahnya.

Sementara itu, Rusli menyambut baik audiensi dan masukan yang disampaikan oleh jajaran FSP FARKES R - KSPI. Ia menegaskan bahwa aspirasi dan informasi mengenai kondisi riil pekerja di lapangan menjadi masukan penting dalam melihat perkembangan situasi ketenagakerjaan.

“Kami menerima dan mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi ini. Kondisi riil yang dihadapi pekerja di sektor farmasi, rumah sakit, jamu, dan kosmetik, termasuk masukan mengenai kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan, tentu menjadi informasi penting untuk dipahami secara menyeluruh,” ujar Rusli.

Ia juga berharap komunikasi antara organisasi pekerja dan jajaran pemerintah dapat terus terjalin dengan baik guna memperkuat upaya menciptakan hubungan industrial yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan buruh Indonesia.

Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan menjadi bagian dari komitmen FSP FARKES R - KSPI untuk terus mengawal berbagai persoalan ketenagakerjaan, khususnya di sektor-sektor yang menjadi basis perjuangan organisasi.

DPP FSP FARKES R - KSPI menegaskan akan terus memperjuangkan perlindungan, kepastian kerja, hak-hak normatif, keselamatan dan kesehatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan pekerja, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan, di seluruh sektor yang menjadi bagian dari organisasi. - (rd/pp)