Home Edukasi FDIKOM IAN Bekasi Perkuat Kolaborasi Akademik dengan ASKOPIS dan UIN Jakarta

FDIKOM IAN Bekasi Perkuat Kolaborasi Akademik dengan ASKOPIS dan UIN Jakarta

Meningkatkan kapasitas tenaga dosen dan mahasiswa untuk mendukung mutu prodi KPI

39
0
SHARE
FDIKOM IAN Bekasi Perkuat Kolaborasi Akademik dengan ASKOPIS dan UIN Jakarta

Keterangan Gambar : Dekan FDIKOM IAN Bekasi Hj. Miftahussa’adah Wardi, M.IRKH (kanan) foto bersama dengan Ketua Umum ASKOPIS Dr. Mohammad Zamroni, M.Si. (kiri) usai penandatanganan MoU (foto banu)

Jakarta, parahyangan-post.com-Untuk memperkuat kolaborasi akademik dan kelembagaan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDIKOM) Institut Attaqwa KH. Noer Alie (IAN) Bekasi melakukan penandatanganan nota kesepahaman “MoU” dengan Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDIKOM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulloh Jakarta.

https://parahyangan-post.com/berita/detail/-knki-vi-askopis-dan-aicimids-2026-perkuat-kolaborasi-akademisi

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FDIKOM IAN Bekasi Hj. Miftahussa’adah Wardi, M.IRKH bersama Ketua Umum ASKOPIS Dr. Mohammad Zamroni, M.Si. serta Dekan FDIKOM  UIN Jakarta Prof Dr Gun Gun Heriyanto. Kerja sama tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat jejaring akademik dan pengembangan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Dekan FDIKOM IAN Bekasi Hj. Miftahussa’adah Wardi, M.IRKH mengatakan melalui kerja sama ini, diharapkan terbuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta kegiatan akademik dan kelembagaan lainnya yang mendukung peningkatan mutu prodi KPI.

“Diharapkan penandatanganan MoU ini dapat membangun sinergitas kelembagaan antara IAN Bekasi dan ASKOPIS terutama di bidang pendidikan, penelitian, publikasi jurnal ilmiah, serta meningkatkan kapasitas tenaga dosen dan mahasiswa untuk mendukung mutu prodi KPI” ungkapnya.

IAN Bekasi Berpartisipasi di KNKI VI ASKOPIS dan AICIMDS

Kegiatan penandatanganan FDIKOM Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi dan ASKOPIS berlangsung di acara Konferensi Nasional Komunikasi Islam VI Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KNKI VI ASKOPIS) dan Annual International Conference on Islam, Media and Digital Society (AICIMDS) di Jakarta, 

Kegiatan bertema “Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation.” Berlangsung di Jakarta pada Rabu–Jumat, 12–14 Agustus 2026, bertempat di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Dekan FDIKOM Institut Attaqwa (IAN) KH. Noer Alie Bekasi Miftahussa’adah Wardi juga mengapresiasi konferensi ini menjadi kebutuhan dan forum yang cukup strategis bagi para akademisi, pengelola program studi, peneliti serta praktisi komunikasi. 

“Banyak diskusi terkait perkembangan media, komunikasi Islam, serta berbagai perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang semakin terkoneksi melalui teknologi digital, Salah satu isu penting yang dibahas dalam konferensi adalah perubahan ekosistem media akibat perkembangan platform digital, algoritma, kreator, dan kecerdasan buatan (AI)” ungkapnya.

Miftahussa’adah mengungkapkan keikutsertaan FDIKOM IAN Bekasi dalam KNKI VI ASKOPIS dan AICIMDS 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperluas wawasan akademik dan memperkuat posisi prodi KPI dalam jejaring pendidikan tinggi komunikasi Islam di tingkat nasional.

“Dengan adanya forum akademik dan kerja sama kelembagaan tersebut, Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi terus mendorong pengembangan prodi KPI agar mampu menghadapi perubahan ekosistem media secara adaptif, kritis, dan berlandaskan nilai-nilai komunikasi Islam” ungkap Kandidat Doktor Fakultas Dakwah Universitas Islam Asyafi’iyah (UIA) Jakarta. 
Teknologi Digital Membawa Perubahan

Sementara itu Dewan Pakar ASKOPIS, Prof. Andi M. Faisal Bakti, M.A., Ph.D., dalam pemaparannya mengenai Media Development in Indonesia & the Future of Islamic Da’wah, menegaskan bahwa transformasi media tidak dapat dipandang hanya sebagai perubahan teknologi.

“Transformasi media di Indonesia bukan sekadar perubahan teknologi. Transformasi ini menggeser kendali atas produksi, distribusi, visibilitas, dan nilai ekonomi kepada jaringan platform, algoritma, kreator, dan AI. Karena itu, tata kelola manusia dan etika publik dalam komunikasi Islam menjadi sangat penting.” Jelasnya.

Pandangan tersebut, lanjut Prof Andi menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital membawa perubahan mendasar terhadap cara informasi diproduksi, disebarkan, diterima, dan dimaknai oleh masyarakat. 

“Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi bidang komunikasi Islam, termasuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, untuk terus mengembangkan keilmuan yang mampu merespons perubahan media secara kritis dan etis” ujarnya.

Dalam konteks dakwah Islam, Prof. Andi juga menekankan pentingnya menjadikan prinsip komunikasi Islam sebagai landasan dalam menghadapi perkembangan media dan teknologi kecerdasan buatan.

“Perkembangan media dan masa depan dakwah Islam perlu diarahkan pada prinsip komunikasi Islam, kemaslahatan, literasi digital, perlindungan martabat manusia, serta penggunaan AI yang tetap berada di bawah kendali dan tanggung jawab manusia”, ungkapnya.

Menurut Prof Andi gagasan tersebut menjadi relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa KPI yang tidak hanya dituntut menguasai kemampuan komunikasi dan produksi media, tetapi juga memiliki kesadaran etis dalam menggunakan teknologi digital. 

“Literasi digital, kemampuan melakukan verifikasi informasi, serta tanggung jawab dalam memproduksi dan menyebarkan pesan menjadi bagian penting dalam menghadapi ekosistem komunikasi yang semakin kompleks” jelasnya.***(pp/aboe/banu) 

Video Terkait: