
Keterangan Gambar : Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah Dr.H.Masyhuril Khamis, SH,MM (foto sir)
Jakarta, parahyangan-popst.com-– Organisasi Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah) konsen ke bidang pendidikan, dakwah dan sosial, namun kesejahteraan guru-guru Al Washliyah masih jauh dari standar.
“Guru-guru kita, kesejahteraannya jujur saja, itu masih jauh di bawah standar,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (PB Al Washliyah), Dr.H.Masyhuril Khamis, SH,MM saat membuka rapat perencanaan strategis Lembaga Amil Zakat Nasional Al Washliyah, Zakat, Infaq dan Sedekah (Laznas Alzis) tahun anggaran 2026, di Ujung Rimba Camp Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin malam 12 Januari 2026.
Hadir antara lain, Bendahara Umum PB Al Washliyah, Drs.H.Rijal Naibaho, MM, Ketua Bidang Kader PB Al Washliyah, Kolonel Purn Drs H.Muhammad Zaid, MM, Sekretaris PB Al Washliyah, Dr.KH.Iskandar Mirza, MA, yang juga pengawas Laznas Alzis, Direktur Laznas Alzis, Muhammad Affan, S.Si, serta peserta rapat perencanaan strategis Laznas Alzis tahun anggaran 2026.
Peserta rapat berasal dari Jabodetabek, Sumatera Utara, NTT, Bandung, Sukabumi, Jawa Barat, pengrus LP3H, Koperasi Al Washliyah, Wakaf Center dan unsur lainnya.
“Jangan lihat guru kita yang sudah tersertifikasi. Jangan lihat dosen-dosen kita yang S1,S2, S3 yang sudah tersertifikasi. Mereka sudah layak hidup, punya mobil, punya rumah. Tapi kemarin Mas Affan (Direktur Laznas Alzis-red) sudah melihat bangunan di Tapanuli Tengah, bagaimana di Kuala Simpang Aceh, itu guru-gurunya, honornya itu, sudah bisa saya pastikan, itu kalau ibu-ibu duduk makan bakso, selesai itu. Itulah honor mereka. Tapi mereka tidak pernah mengeluh kepada ketua umum,” papar Masyhurl Khamis.
Kalangan pendidik Al Washliyah, menurut Masyhuril Khamis, tidak pernah mengeluh. Guru-guru Al Washliyah di mana pun bertugas tidak mengeluh karena mereka menjalankan tugas dengan ikhlas. Tapi sebagai ketua umum dan pengurus besar, tidak akan membiarkan hal itu terjadi. “Ini tanggungjawab kita dan menjadi perhatian program kita,” katanya.
Demikian juga halnya dengan keberadaan panti asuhan. Sesuai data, ada 11 panti asuhan, namun yang tunduk dan patuh kepada organisasi, sekitar 5 atau 6 panti asuhan. “Yang lain pakai nama Al Washliyah, namun tidak tunduk kepada Al Washliyah. Kenapa belum? karena di dapurnya belum kita isi,” sambungnya.
Cara menundukkan jemaah Al Washliyah, menurut ketua umum, bukan dengan cara surat-menyurat, tapi melalui pendekatan. Ibarat burung merpati, mau ditangkap susah, namun bila disediakan umpan, burung merpati itu akan datang sendiri.
Ketua Umum PB Al Washliyah mengingatkan peserta rapat agar memasukkan masalah guru, anak yatim, kalangan dai masuk dalam program Laznas Alzis pada tahun 2026. Ia berharap Laznas Alzis, LP3H, Koperasi dan Al Washliyah Wakaf Center ke depan memiliki peran yang luar biasa untuk umat.*** (pp/aboe/sir)






LEAVE A REPLY