Home Agama Bimas Islam Kemenag Gelar Hilal Observation Coaching

Bimas Islam Kemenag Gelar Hilal Observation Coaching

Diikuti Ribuan Gen Z Daring dan Luring

481
0
SHARE
Bimas Islam Kemenag Gelar Hilal Observation Coaching

Keterangan Gambar : Gen Z peserta ‘Yasalunaka Anil Ahillah: Hilal Observation Coaching’ yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam Kemenag (foto bi-kmg)

Jakarta, prahyangan-post.com- Ribuan Gen Z mendaftar ‘Yasalunaka Anil Ahillah: Hilal Observation Coaching’  yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam Kemenag. Kegiatan ini menjadi bagian penguatan literasi publik menjelang Ramadan, khususnya memahami mekanisme penentuan awal bulan Hijriah.

Yas’al?naka ‘anil-ahillah bermakna “Mereka bertanya kepadamu tentang hilal.” Frasa ini merefleksikan semangat edukasi dan dialog keilmuan dalam menjawab pertanyaan umat tentang fenomena hilal, baik dari perspektif syariat maupun astronomi.

Jumlah peserta daftar luring mencapai 127 orang dan pendaftar daring 1.864 peserta. Peserta didominasi generasi Z, terdiri atas mahasiswa, komunitas falak muda, serta influencer dan konten kreator,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, Senin (16/2/2026).

Kegiatan ini dirancang dalam format coaching interaktif. Kita ingin generasi muda memahami bahwa penetapan awal bulan Hijriah bukan sekadar pengumuman, tetapi melalui proses ilmiah yang melibatkan hisab, rukyat, serta musyawarah para ahli.

Meliputi landasan syar’i penentuan awal bulan Hijriah, integrasi metode hisab dan rukyat di Indonesia, pengenalan instrumen observasi hilal, serta strategi komunikasi publik berbasis data dan sains. Agenda kegiatan juga mencakup pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari’ah serta sesi dialog terbuka.

Sebagai narasumber adalah M. Yusuf, peneliti astronomi dari Institut Teknologi Bandung yang berkiprah di Observatorium Bosscha. Ia akan memaparkan aspek astronomis visibilitas hilal, parameter ketinggian dan elongasi, serta perkembangan riset pengamatan hilal di Indonesia.

Kemenag  akan menggelar Sidang Isbat awal Ramadan pada 17 Februari 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.  Sidang Isbat merupakan forum resmi yang menghadirkan perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, instansi terkait, serta duta besar negara sahabat untuk mendengarkan paparan data hisab dan laporan hasil rukyat.

Rangkaian Sidang Isbat diawali dengan seminar posisi hilal secara astronomis. Selepas Magrib, sidang Isbat digelar tertutup guna membahas data hisab dan hasil rukyat sebelum menetapkan awal Ramadan. Hasil sidang isbat diumumkan Menteri Agama melalui konferensi pers.

“Mekanisme ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil pemerintah didasarkan pada pertimbangan syar’i dan ilmiah sekaligus, serta mengedepankan prinsip musyawarah dan tanggung jawab publik,” tandas Arsad.***(pp/aboe/sp-bi-kmg)