Home Opini BAKTI DAN SETIA UNTUK INDONESIA TERCINTA

BAKTI DAN SETIA UNTUK INDONESIA TERCINTA

228
0
SHARE
BAKTI DAN SETIA UNTUK INDONESIA TERCINTA

Oleh: Askar Fatahuddin *)

INDONESIA - Adalah nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kaum muslimin dan juga non muslim. Beribu pulau, suku dan bahasa menyatu dalam Negara Kesatuan Republik Islam. NKRI ini adalah warisan para ulama dan Mubaligh kepada rakyat Indonesia. Tentu mereka yang juga para pendidik di pesantren-pesantrennya, sangat memahami perintah Allah yang banyak menyeru untuk kita senantiasa bersatu dan tidak berpecah belah. Maka sungguh, sangat tepatlah jika setiap upaya pemecah belahan bangsa atas nama agama, suku, dan daerah sejatinya sangat dihindari oleh kaum muslimin. Walau tuduhan pemecah belah bangsa justru banyak datang dari kaum anti Islam mengaku muslim (Islamophobia) kepada kaum muslimin dan ulamanya.

Upaya menjaga keutuhan Indonesia selayaknya menjadi bakti dan cinta setiap kaum muslimin di negeri ini. Begitu banyak prinsip keislaman mendasari hal ini, misalnya salah satu prinsip Maqashid al-Syariah yakni Hifzu ad-Din. Tanpa negara yang utuh tentu seorang muslim, tak akan mampu menjalankan perintah dan syariat Allah. Negara yang merdeka akan mendapatkan keamanan sebagai sebuah nikmat melaksanakan ibadah sesuai keyakinan Din-nya. Begitu juga Hifzu an-Nafs (menjaga jiwa), merupakan hak setiap warga negara sesuai konstitusi UUD 1945 pasal 2 bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamaya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu.” Maka kesetiaan terhadap NKRI adalah perkara absolut yang telah diajarkan oleh founding father negeri ini sebagaimana sejarah menyebutkan sosok Mohammad Natsir, Haji Agus Salim, Ki Bagus Hadikusumo, Haji Wahid Hasyim, Haji Mohammad Yamin dan lain sebagainya.

Dalam mewujudkan Indonesia, Islam telah mengajarkan kepada umatnya banyak hal. Pertama, prinsip Taqwiyatul Ummah (penguatan umat) dari segi ekonomi, tutur pak Wapres dalam pembukaan Muktamar 4 Wahdah Islamiyah (19/12/2021). Begitu banyak gerakan yag bisa dijalankan seperti, pengembangan harta umat melalui wakaf produktif, zakat infak dan sedekah sebagai bantuan modal UMKM, pelatihan kewirausahaan, dan kegiatan ekonomi lainnya. Sosok sahabat Abdurrahman bin Auf ra. Sepatutnya menjadi panutan bagi setiap muslim untuk menjaga NKRI bangkit dan menjadi negara maju. Maka program peluncuran yang digagas wahdah Islamiyah hari ini “Satu Rumah Satu Pengusaha” adalah hal yang sangat pantas didukung oleh seluruh komponen bangsa.

Kedua, upaya menjaga bakti dan setia kepada Indonesia dengan tetap menjaga prinsip Himayatul ummah anil I’itiqadatul fasidah wal fikrah al munharifah (menjaga umat dari pemikiran dan keyakinan menyimpang) seperti Syiah, Ahmadiyah, Liberalisme dan juga Sekularisme. Hadirnya Wahdah Islamiyah sebagai ormas sesuai ajaran Islam yang wasathiyah/moderat, mesti terus dipupuk dan dijaga sehingga menjadi solusi pemersatu umat dan bangsa.

Upaya membangun umat yang kuat dari sektor ekonomi juga merupakan implementasi dari hadis Nabi “Mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah”. Maka obsesi semangat dan upaya setiap muslim menjadi lokomotif ekonomi negeri ini menjadi terwujudkan. Jikalau kaum santri bersama dengan ulama mereka bersimpuh darah dan meregang jiwa membebaskan negeri Indonesia dari cengkraman penjajah sebelum kemerdekaan. Maka muslim saat ini mesti berjuang melepaskan negeri dari cengkraman kapitalisme ekonomi. Mengembangkan Imtaq dan Iptek untuk terus berkarya melahirkan produk yang dibutuhkan oleh manusia. Indonesia sedang berupaya menjadi negara pusat produk makanan halal dan pariwasata, dan semua ini mesti dimasuki oleh umat Islam utamanya para dai. Sistem e-commerce pun menjadi disambut di era disrupsi ini, dan alhamdulillah Wahdah Islamiyah melahirkan produk WI Niaga, yang mesti terus dikembangkan dan didukung dengan kekuatan Imtaq dan Iptek tadi. Adapun bagi umat secara umum sebagai konsumen, mengikuti sebuah program menarik Malaysia melawan kapitalisme ekonomi sangat tepat kiranya kita lakukan, yakni slogan “Buy Muslim First

Ketiga, prinsip bakti dan setia muslim menjaga keutuhan Indonesia dengan jiwa semangat dan tak pantang menyerah. Hal ini telah diajarkan oleh Nabi Saw. dalam hadisnya “memohon ampullah kepada Allah dan jangan merasa lemah”. Olehnya penting melakukan penguatan baik di bidang pendidikan maupun ekonomi. Diberbagai daerah kenyataan, umat masih lemah. Olehnya upaya melahirkan program-program wahdah islamiyah yang mendukung penguatan sektor umat adalah hal perlu ditingkatkan, diantara melahirkan para pengusaha mikro, kemudian pembinaan hingga naik menjadi pengusaha tingkat menengah dan besar.

Tiga prinsip di atas diharapkan bisa menjadi faktor penguat merealisasikan bakti dan setia untuk Indonesia tercinta sebagai tagline Wahdah Islamiyah di momen muktamar keempatnya. Sehingga harapan mendidik dan menguatkan ekonomi umat ini dapat terealisasi. Para dai-dai Wahdah pun kelak bisa menjadi pelaku ekonomi yang mampu membiayai kegiatan dakwahnya sendiri, tak ada lagi program dakwah dan keumatan yang terkendala karena faktor dana, dan tentu harga diri dai tersebut menjadikan umat cinta kepadanya.

Selamat bermuktamar, semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan ridha-Nya.

*) Mahasantri PKU Dewan Da’wah Islamiyah, Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Islam Univ. Ibn Khaldun Bogor